Dari Banjir ke Debu: Warga Langkahan Terjebak dalam Abainya Pemulihan

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:02 WIB

50142 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara — Banjir yang melanda Kecamatan Langkahan telah lama surut. Namun di ruas penghubung Buket Linteung–Leubok Pusaka, jejaknya justru kian terasa. Lumpur yang tak dibersihkan menyeluruh kini mengering dan berubah menjadi debu tebal, beterbangan setiap kali kendaraan melintas.

Jalan vital itu berubah menjadi sumber gangguan kesehatan dan ancaman keselamatan.

Pantauan Selasa (10/2/2026), setiap roda kendaraan memicu kabut debu yang menutup jarak pandang dalam hitungan detik. Pengendara sepeda motor menutup wajah dengan kain seadanya. Anak-anak sekolah dan pejalan kaki terpaksa menepi, menunggu udara kembali “layak” dihirup. Aktivitas ekonomi warga tersendat oleh kondisi yang semestinya bisa dicegah.

Warga menilai, persoalan ini bukan sekadar dampak alam, melainkan cermin lemahnya respons pascabencana. “Kami tidak menuntut muluk-muluk. Minimal ada penyiraman rutin atau pembersihan serius. Jangan sampai ada korban dulu baru bergerak,” ujar seorang warga.

Ruas ini merupakan akses utama mobilitas masyarakat. Namun hingga kini, belum terlihat langkah terukur dari instansi terkait—tidak ada penyiraman berkala, tidak ada pembersihan total material lumpur, apalagi perbaikan badan jalan agar debu tak kembali menjadi ancaman saat cuaca panas.
Ketiadaan penanganan cepat memunculkan pertanyaan: di mana prioritas pemulihan infrastruktur dasar?

Debu yang terus terhirup setiap hari berpotensi memicu gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia. Di saat yang sama, jarak pandang yang terganggu meningkatkan risiko kecelakaan. Ironisnya, beban risiko justru dipikul warga, sementara penanganan belum tampak nyata.

Baca Juga :  Kawanan Remaja yang Viral Berfoto Pakai Senjata Tajam di Aceh Utara diamankan Polisi

Pemulihan pascabencana semestinya tidak berhenti pada surutnya air. Ia menuntut langkah konkret dan terkoordinasi—pembersihan menyeluruh, penyiraman rutin pada jam sibuk, hingga perbaikan permukaan jalan agar tidak kembali menjadi sumber debu. Tanpa itu, pemerintah hanya membiarkan dampak banjir berubah bentuk, dari genangan menjadi kepulan yang menggantung di udara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai rencana penanganan. Sementara warga menunggu, debu terus beterbangan—mengaburkan jarak pandang dan perlahan mengikis kepercayaan. [SR]

Berita Terkait

Dapur MBG Rampung, Siswa Geureudong Pase Masih Menanti: Program Gizi Tertahan Tanpa Kepastian
Selamat Milad Samudra Pasai 800
SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru