Pungli Berkedok ‘Uang Gerenti’ Menjajah Pelabuhan Karimun: Jerat Pahlawan Devisa di Tanah Sendiri

SAJIRUN SARAGIH

- Redaksi

Selasa, 4 November 2025 - 16:33 WIB

50317 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARIMUN, KEPRI. Praktik pungutan liar (Pungli) yang terselubung di bawah istilah ‘uang gerenti’ merajalela tanpa hambatan di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun.

Aksi pemerasan ini menargetkan calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan mengadu nasib ke Malaysia, menciptakan kerugian finansial yang signifikan, dan secara terang-terangan melanggar Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pada Selasa, 3 November 2025, salah seorang calon pekerja migran, Karim (bukan nama sebenarnya), asal Tanjung Batu, terpaksa merogoh kocek dalam-dalam. Untuk ongkos penyeberangan yang seharusnya hanya Rp 460.000, Karim dipaksa membayar total Rp 1.100.000. Selisih Rp 640.000 inilah yang disinyalir sebagai ‘uang gerenti’ atau pungutan gelap.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya bolak-balik kerja ke Malaysia, di kebun sawit 26 hari. Tadi saya bayar ongkos dan gerenti sebesar Rp 1.100.000 sama Pak De,” ungkap Karim, menyebut seorang agen yang bertugas di lapangan.

Menurut informasi terpercaya, ‘Pak De’ merupakan operator lapangan yang bernaung di bawah ‘Big Boss’ agen gerenti berinisial H. Struktur ini mengindikasikan adanya jaringan terorganisasi yang menjalankan praktik ilegal ini, bukan sekadar aksi perorangan.

Saat dikonfirmasi, Pak De justru memberikan pengakuan yang blak-blakan dan tanpa penyesalan, memperkuat dugaan bahwa praktik ini sudah menjadi norma gelap di pelabuhan tersebut. “Sama, Pak, semua uang gerenti di pelabuhan ini Rp 1.150.000,” jawab Pak De, mengindikasikan penetapan tarif baku yang dilakukan secara kolektif oleh para ‘agen gerenti’.

Baca Juga :  Camat Kuba Buka Secara Resmi Berbagai Perlombaan dan Destinasi Wisata Kolam bebek Desa Gemuruh

Pengakuan ini menjadi bukti kuat bahwa pungutan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang sah, melainkan murni pungli yang memanfaatkan posisi rentan para calon pekerja. Upaya konfirmasi kepada pihak berwenang, dalam hal ini Humas Imigrasi Karimun, Edy Herianto, tidak membuahkan hasil, menambah keraguan publik atas pengawasan dan penindakan di wilayah pelabuhan.

Dampak dari praktik ‘uang gerenti’ ini berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang masif. Seorang warga Karimun berinisial H mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak. “Dari pengakuan Pak De ini sangat jelas bahwa uang gerenti ada diambil untuk calon pekerja ke Malaysia.

Ini merupakan pungutan tidak ada dasar hukum (pungli), dan kita minta aparat penegak hukum segera memeriksa dan memproses agen-agen pengambilan uang gerenti ini,” tegasnya. Analisis Kerugian Finansial Harian (Estimasi):

Dengan selisih biaya pungli Rp 640.000 per pekerja, dan asumsi 200 calon pekerja per hari, Total Pungli Harian mencapai Rp 128.000.000. Perputaran uang gelap mencapai ratusan juta rupiah per hari menunjukkan skala operasi yang mengkhawatirkan, yang berpotensi dinikmati oleh segelintir oknum yang berlindung di balik struktur ‘agen’ dan ‘big boss’, alih-alih masuk ke kas negara.

Baca Juga :  Aunur Rafiq Nyoblos Di TPS 08 RT 002 RW 002 Dekat Kediaman Pribadinya.

Publik dan calon pekerja migran menuntut agar aparat penegak hukum, termasuk Kepolisian dan Kejaksaan, segera turun tangan. Kasus ini harus diusut tuntas, mulai dari operator lapangan seperti Pak De hingga ‘Big Boss’ berinisial H, serta menelusuri potensi keterlibatan oknum-oknum berwenang yang mungkin memberikan pembiaran atau bahkan perlindungan terhadap praktik ilegal ini.

Pungli adalah kanker korupsi di tingkat akar rumput yang mencekik rakyat kecil. Jika praktik ini dibiarkan berjalan mulus, mimpi para Pahlawan Devisa untuk mencari nafkah akan terus dijajah di pelabuhan keberangkatan mereka sendiri.

Berdasarkan pencarian, kasus pungli, termasuk yang berkedok ‘uang gerenti’ atau ‘green tea’, di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun merupakan isu yang berulang dan sudah menjadi perhatian publik serta beberapa media lokal, dengan laporan yang muncul hingga tahun 2025. [Sajirun, S]

Berita Terkait

Bea Cukai Diminta Tangkap pengiriman Rokok ilegal ke Tanjung Batu
APH di minta sikat rokok ilegal/ rokok tanpa pita cukai di tanjung batu.
Rokok Ilegal Diduga Kian Marak di Tanjung Batu, APH dan Bea Cukai Diminta Bongkar Jalur Distribusi hingga ke Akarnya
Rokok Tanpa Pita Cukai Diduga Marak di Tanjung Batu, Bea Cukai dan Aparat Diminta Telusuri Jalur Distribusi
“Dugaan Peredaran Ekstasi di Star Club Wiko Karimun Seolah Bebas, Aparat Dituntut Bertindak: Siapa yang Bertanggung Jawab?”
Dugaan peredaran narkoba jenis ekstasi  di Star club wiko semakin marak, di minta kapolda kepri  turunkan tim untuk memberantasnya.
Pertemuan di  rumah dinas bupati merupakan Tindak lanjut rapat dengar  pendapat umum ( RDPU ) bupati karimun dan dewan perwakilan daerah (DPD ) RI
Dugaan Peredaran Narkoba Jenis Pil Ekstasi Kembali Marak di Star Club Wiko

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 16:41 WIB

Lawan Narkoba dan Judol, Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Rangkul Generasi Muda

Selasa, 3 November 2026 - 16:33 WIB

Babinsa Hadiri Reses Anggota DPRD Provinsi NTB di Desa Pamanto, Aspirasi Masyarakat Jadi Perhatian

Selasa, 3 November 2026 - 11:50 WIB

Pengembangan Kasus Pencurian Sapi di Labangka, Polsek Amankan Dua Terduga Pelaku Lain di Plampang!

Selasa, 3 November 2026 - 10:37 WIB

Polsek Labangka Gerak Cepat! Terduga Pencuri Sapi Nyaris Dihakimi Massa, Mobil Pickup Dirusak

Selasa, 3 November 2026 - 07:51 WIB

Melalui Patroli Malam, Koramil 1607-07/Lunyuk Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat Jaga Keamanan Lingkungan

Selasa, 3 November 2026 - 07:40 WIB

Bersama Masyarakat, Babinsa Dorong Desa Lebih Maju

Selasa, 3 November 2026 - 07:33 WIB

Babinsa Ajak Perkuat Kebersamaan Sambut Penilaian Posyandu

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Berita Terbaru