Asean Ke 47 Tercoreng: RTM Malaysia Salah Sebut Nama Presiden, Akurasi Siaran Dipertanyakan. 

REDAKSI

- Redaksi

Minggu, 26 Oktober 2025 - 16:38 WIB

50701 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuala Lumpur/Malaysia — Radio Televisyen Malaysia (RTM), lembaga penyiaran publik negeri jiran, tersandung skandal minor yang memalukan di panggung internasional. Dalam siaran langsung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Minggu, 26 Oktober 2025, pengulas siaran mereka secara keliru menyebut nama Presiden Republik Indonesia (RI) sebagai Joko Widodo.
Ironisnya, kesalahan fatal itu terjadi saat momentum sakral berkumpulnya para kepala negara ASEAN di Pusat Konvensyen Kuala Lumpur (KLCC). Jabatan Penyiaran Malaysia, melalui pernyataan resminya, mengakui kekeliruan tersebut, seraya menegaskan bahwa Presiden Indonesia saat ini adalah Prabowo Subianto.
Insiden ini bukan sekadar salah sebut nama. Dalam konteks diplomatik dan profesionalisme media, kesalahan ini dapat dibaca sebagai kecerobohan editorial yang mencoreng kredibilitas RTM, apalagi mengingat KTT ASEAN adalah acara kenegaraan yang sangat sensitif.
Kelalaian di Tengah Sorotan Dunia
Kesalahan ini sontak memantik reaksi keras di media sosial, terutama dari warganet di Indonesia dan Malaysia.
Kritik tajam diarahkan pada standar ketelitian RTM. Bagaimana mungkin lembaga penyiaran nasional sebuah negara tidak mampu memverifikasi fakta paling dasar: siapa pemimpin negara tetangga terdekat, yang juga merupakan salah satu pilar utama ASEAN?
Presiden Joko Widodo telah menyelesaikan masa jabatannya pada tahun 2024, digantikan oleh Prabowo Subianto. Mengulang nama pendahulu di forum sepenting KTT ke-47 ASEAN, yang notabene menjadi panggung bagi Presiden baru Indonesia, menimbulkan pertanyaan serius mengenai sistem pengawasan dan pemeriksaan fakta di tubuh RTM.
“Ini bukan salah lidah, ini salah data. Bagaimana editorial mereka bekerja?” ujar seorang pengamat media yang enggan disebut namanya, menekankan betapa pentingnya akurasi dalam laporan jurnalistik.
Merespons tekanan publik, RTM bergerak cepat. Mereka mengeluarkan permohonan maaf resmi dan berjanji akan “meningkatkan kawalan editorial dan semakan fakta” secara radikal.
Sebuah janji yang mau tidak mau harus dibuktikan, sebab kegagalan sekecil ini dapat dianggap cermin lemahnya pemahaman geopolitik regional di tingkat teknis penyiaran.
KTT ASEAN ke-47 seharusnya menjadi momen diplomasi yang mulus, namun ‘hantu’ nama Presiden RI sebelumnya yang muncul di layar RTM justru meninggalkan catatan minor tentang profesionalisme media publik.
Insiden ini menjadi pengingat pedih: di era informasi cepat, kelalaian tunggal—sekecil apa pun—mampu merusak reputasi dan memicu krisis kepercayaan publik, apalagi di forum tingkat tinggi yang melibatkan martabat negara. []
Baca Juga :  Asean Ke 47 Tercoreng: RTM Malaysia Salah Sebut Nama Presiden, Akurasi Siaran Dipertanyakan.

Berita Terkait

Asean Ke 47 Tercoreng: RTM Malaysia Salah Sebut Nama Presiden, Akurasi Siaran Dipertanyakan.
Atas Perintah Raja Maroko, Putra Mahkota Moulay El Hassan Sambut Presiden Tiongkok di Casablanca
Setelah Lakukan Lawatan Ke Tiangkok, Amerika Dan KTT APEC Peru, Kini Presiden RI Prabowo Subianto Tiba di Brasil Hadiri KTT G20.
Dandim 0419/Tanjab Dampingi Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Kunjungan Ke Kab. Tanjab Barat
36 Personel di Polres Aceh Utara Naik Pangkat
36 Personel di Polres Aceh Utara Naik Pangkat
Polres Lhokseumawe Gelar Upacara Laporan Kenaikan Pangkat
Rayakan Milad Ke 1 ROBITHOH JAMIYYAH HADROH Bangka Belitung Gaungkan Sholawat

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:34 WIB

Dugaan Tata Kelola KPRI Sejahtera Mengemuka, Pengurus Persilakan Audit dan Buka Ruang Klarifikasi Semua Pihak

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:39 WIB

Ujian Seleksi Perangkat Desa Tawangsari Digelar Terbuka, Integritas dan Kompetensi Jadi Penentu

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:45 WIB

Empat Pimpinan DPRD Tulungagung Dipanggil KPK, Penelusuran Dugaan Pemerasan Gatut Sunu Masuki Babak Baru

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:39 WIB

Dugaan Pengadaan LKS di MIN 1 Trenggalek Kian Menggantung, Keterangan Sekolah dan Komite Berbeda, DPRD Minta Audit Menyeluruh

Senin, 13 Juli 2026 - 06:54 WIB

Anggota DPRD Tulungagung Sutomo Mengundurkan Diri, Proses PAW Menuju Penggantian oleh Peraih Suara Terbanyak Kedua

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:26 WIB

Segenap keluarga besar Media Oposisi News 86 Provinsi Jawa Timur serta seluruh mitra kerja mengucapkan:

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:09 WIB

Warga Desa Ketanon Terima Bantuan Sembako Dengan Tertib 

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:05 WIB

Akhirnya Setelah 1,5 Tahun Rusak,Jembatan Junjung Tulungagung Segera Di Perbaiki.

Berita Terbaru