Puskesmas Syamtalira Aron Gelar Posyandu Remaja dan Program TAK: Upaya Nyata Tangani ODGJ Secara Mandiri

REDAKSI

- Redaksi

Minggu, 13 Juli 2025 - 13:29 WIB

50327 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OposisiNews86.com/Aceh Utara – Di tengah minimnya perhatian terhadap kesehatan jiwa dan remaja, Puskesmas Syamtalira Aron justru mengambil langkah progresif. Layanan Posyandu Remaja dan Program Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) untuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mandiri resmi digelar pada Jumat (11/07/2025), sebagai bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan ke lini masyarakat terbawah.

Program ini tak hanya sebatas kegiatan rutin, tapi menjadi bukti hadirnya negara lewat tenaga medis ditengah problematika sosial yang kian kompleks.
Puluhan remaja dari Desa Ketapang, wilayah kerja Puskesmas Sayamtalira Aron tampak antusias mengikuti skrining kesehatan, konseling gizi, edukasi kesehatan reproduksi, hingga layanan konsultasi mental.

Sementara itu, program unggulan TAK menjadi sorotan tersendiri. Di bawah pendampingan tim kesehatan Puskesmas, beberapa ODGJ yang sebelumnya pasif kini mulai menunjukkan perubahan positif. Mereka diajak beraktivitas produktif dalam kelompok, diajarkan rutinitas harian, serta diberi motivasi untuk kembali berdaya di lingkungan sosial.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tujuan kami jelas, memberdayakan ODGJ agar tidak terus-menerus terjebak dalam stigma dan ketergantungan. Dengan TAK, mereka bisa perlahan mandiri dan kembali diterima masyarakat,” ungkap Kepala UPTD Puskesmas Syamtalira Aron, Rosdiana, SKM, M.K.M. Jum’at 11/7/2025.

Baca Juga :  Pj Bupati Mahyuzar Buka Sekolah Lapang Iklim Operasional di Syamtalira Aron

Lebih lanjut Kapus menuturkan, Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) ODGJ mandiri yang ada di Desa Ketapang ini merupakan inovasi program unggulan Puskesmas Syamtalira Aron, disini kita melihat ada aktivitas mereka yang dinamakan ANJAS ( Aron Jiwa Sehat), yang kita berdayakan lewat ODGJ mandiri.

“Selama ini pendekatan terhadap ODGJ cenderung hanya sebatas pengobatan. Tapi siapa yang bertanggung jawab terhadap masa depan mereka? Siapa yang bantu mereka bangkit dan mandiri? Di sinilah program ini hadir,” tegasnya.

Program TAK ODGJ Mandiri dirancang tak hanya untuk pemulihan secara medis, tetapi juga sosial dan emosional. Melalui kegiatan seperti pelatihan keterampilan, terapi kelompok, dan interaksi produktif, pasien ODGJ dibimbing agar mampu menjalani hidup secara lebih mandiri.

“Banyak dari mereka sebenarnya bisa produktif jika diberi ruang. Tapi stigma masyarakat jadi tembok besar. Program ini sekaligus menjadi upaya melawan stigma,” tambahnya.

Rosdiana juga menyebut, keberhasilan program ini tak lepas dari keterlibatan lintas pihak, termasuk keluarga pasien dan kader desa. Menurutnya, membina ODGJ bukan tugas individu, melainkan tanggung jawab bersama.

“Inilah wujud pelayanan kesehatan jiwa yang berpihak. Kami tidak menunggu ODGJ datang, kami yang mendatangi, membina, dan menguatkan. Karena mereka juga warga negara yang punya hak untuk hidup layak,” tutupnya.

Baca Juga :  Buronan Curanmor di Pekan Baru diamankan Polisi Di Lhoksukon Karena Mencuri Tabung Gas

Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Jalaluddin, SKM., M.Kes, mengapresiasi langkah Puskesmas Syamtalira Aron.
menurutnya, ini merupakan satu metode bagi pasien untuk berinteraksi dengan lingkungan,
sehingga membantu dalam upaya penyembuhan.
Karena mareka (pasien) adalah bagian dari masyarakat sosial.
Kita mengharapkan, semua Puskesmas yang ada dlalam wilayah aceh utara untuk mengunakan salah satu metode TAK ini, pungkas Kadinkes.

Program ini disambut positif oleh masyarakat. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya, mengaku terharu melihat anaknya yang ODGJ mulai bisa berkomunikasi dan mengikuti kegiatan bersama.

“Dulu dia hanya duduk diam. Sekarang, dia sudah mulai senyum dan bantu bersih-bersih rumah,” katanya dengan mata berkaca.

Langkah Puskesmas Syamtalira Aron ini diharapkan menjadi inspirasi bagi fasilitas kesehatan lainnya di Aceh Utara. Bahwa kesehatan jiwa dan masa depan remaja bukan hanya soal angka dalam laporan tahunan, tapi nyata dan harus dijangkau dengan empati dan aksi konkret. (Muh)

Berita Terkait

Assalamualaikum, Semoga silaturahmi terus Terjaga Amin
Senjata Ilegal Beredar, Polres Lhokseumawe Tangkap Dua Orang, Satu Buron
Sampah Dibalas Sanksi, TNI Ultimatum Warga Kuta Makmur: Denda Rp50 Juta atau Penjara
1,5 Kg Sabu Digagalkan di Lhokseumawe, Satu Kurir Tertangkap, Tiga Orang Masuk DPO
Ruko Kain di Tanah Jambo Aye Dilalap Api, Kerugian Tembus Rp3 Miliar
Polisi Usut Dugaan Penyelewengan Dana PIP di SDN 3 Nibong, Indikasi Penahanan Hak Siswa Mencuat
Harapan di Tengah Kekeringan, Warga Alue Bili Geulumpang Menunggu Solusi Pemerintah
FPG Aceh Utara, Perkuat Sinergi Wartawan di Tingkat Gampong

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 07:01 WIB

Baru 2 Minggu Menjabat, Kasat Reskrim Polres Sumbawa Bongkar Mafia LPG Oplosan

Kamis, 16 April 2026 - 20:32 WIB

Dandim 1607/Sumbawa: Pembangunan Jembatan Garuda Wujud Nyata Kepedulian TNI untuk Rakyat

Kamis, 16 April 2026 - 20:19 WIB

Malam Hari Tetap Siaga, Koramil Alas Perkuat Pengamanan Lingkungan

Kamis, 16 April 2026 - 19:47 WIB

‎Koramil 1607-09/Utan Dukung Penuh Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu

Kamis, 16 April 2026 - 11:18 WIB

Satlantas Polres Sumbawa Konsisten Razia, Kenalpot Brong Terus Dijaring

Rabu, 15 April 2026 - 19:58 WIB

Sisir Titik Rawan, Koramil Empang Perkuat Keamanan Wilayah

Rabu, 15 April 2026 - 19:51 WIB

Transparan dan Aman, Babinsa Alas Pastikan Pembayaran Gabah Tepat Sasaran

Rabu, 15 April 2026 - 19:44 WIB

‎Sinergi Kuat di Moyo Hilir, Tata Tanam MK I 2026 Siap Dilaksanakan ‎

Berita Terbaru

KARIMUN KEPRI

Bupati Karimun  Hadiri Halal Bihalal di Kantor BP Kawasan

Jumat, 17 Apr 2026 - 11:17 WIB