Terkait Pemberitaan Galian C di Geureudong Pase Tetap Beroperasi, Ini Tanggapan Mukim Selaku Pengelola

REDAKSI 2

- Redaksi

Kamis, 3 Juli 2025 - 09:55 WIB

50555 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara — Pemberitaan aktivitas tambang Galian C di kawasan Geureudong Pase, Aceh Utara, yang ditayangkan di salah satu media online pada 30 juni kemarin yang menuai sorotan publik, akhirnya mendapat tanggapan dari Mukim selaku pihak yang disebut-sebut sebagai pengelola galian C tersebut.

Razali sapaan akrabnya Mukim, meluruskan terkait dirinya sebagai koordinator tambang tersebut.


Menurutnya, tambang tersebut adalah milik masyarakat.
Ia menegaskan bahwa segala bentuk kegiatan Galian C di wilayah tersebut sesuai dengan kesepakatan adat dan kesepakatan masyarakat.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tambang itu punya masyarakat bukan punya mukim, jika masyarakat meminta galian C itu ditutup kita tutup, itu semua terserah masyarakat, saya hanya selaku pengontrol supaya tidak terjadi keributan sesama warga .
Kami tidak tutup mata, setiap aktivitas masyarakat, termasuk usaha tambang, kami awasi. Tapi selama ini kami lihat itu masih di bawah kendali dan bermanfaat bagi warga sekitar,” ujar mukim, Rabu (2/7/2025).

Ia menambahkan, hasil dari Galian C tersebut digunakan untuk kepentingan masyarakat, antara lain untuk balai pengajian, Meunasah, Masjid dan anak yatim piyatu.
“silahkan dicek, setiap hari megang kami selalu menyediakan daging megang dan uang santunan untuk seluruh anak yatim-piatu yang ada di Kecamatan Geureudong Pase, itu anggarannya semua dari hasil galin C.

Baca Juga :  Pj. Bupati Aceh Utara Serahkan Sumbangan Rp 1,15 M Melalui Dubes Palestina

Jalan yang rusak semampu kita juga kita perbaiki, bahkan gorong – gorong jalan utama perbatasan Desa Peudari – Rayek Jawa yang amblas akibat curah hujan, itu juga kita yang memperbaiki dengan membuat gorong – gorong yang baru, itu biayanya puluhan juta” terangnya.

Dirinya mengakui galian C yang beroperasi di Geuruedong Pase saat memang tidak mengantongi izin, tapi sebelumnya izin galian tersebut pernah kami dapatkan, berhubung masa berlakunya sudah habis dan tidak bisa di perpanjang lagi, sehingga kami kesulitan untuk melakukan pengurusan izin yang baru.

Terkait lingkungan, kami bersama masyarakat selalu menjaga agar tidak terjadinya kerusakan atau abrasi, setiap hari jum,at semua Excavator wajib gotong royong untuk normalisasi sungai supaya tidak terjadi kerusakan.
Sehingga masyarakat Geureudong Pase tidak perlu khawatir lagi akan ancaman banjir seperti dulu, selama galian C itu beroperasi, banjir tidak pernah lagi merambah ke pemukiman warga dikarenakan sungai tidak lagi dangkal.

Disisi lain menurut mukim, dengan adanya kegiatan galian C tersebut, Pemda tidak lagi menguluarkan biaya normalisasi setiap tahun untuk pembersihan dasar aliran sungai, karena pihak galian C setiap minggunya melakukan pembersihan sungai” terangnya.

Baca Juga :  Silaturrahmi Komandan Kodim dengan Kepala SPPG dan Owner Dapur MBG

Mukim juga menegaskan, kami tidak pernah di backingi oleh APH, justru setiap ada pertemuan dengan pihak muspika, kami selalu diperintahkan untuk melakukan pengurusan izin dari pemerintah.
Selama kegiatan galian C ini beroperasi, tidak ada APH yang datang kelokasi untuk meminta fie dan sebagainya, dan dipastikan tidak ada setoran dari kami untuk aparat penegak hukum.

“kami terbuka untuk siapapun, jika ada wartawan atau lembaga yang ingin bersilaturahmi untuk memverifikasi, silahkan kami tidak menutup diri.
Jangan sampai informasi justru menimbulkan kegaduhan,” pungkas mukim.

Beberapa warga yang namanya tak ingin dipublikasikan saat dikonfirmasi media ini menuturkan, bahwa dengan adanya aktivitas galian C disini, kami merasa terbantu, perharinya satu alat berat bisa menampung tiga orang untuk pekerja.


Disisi lain bagi masyarakat disini yang menjadi pengumpul batu koral, merasa dengan adanya galian C ini justru merasa lebih mudah dalam mencari atau mengumpulkan batu,
yang intinya dengan ada aktivitas ini ekonomi kami lumayan terbantu” pungkas warga. (SR)

Berita Terkait

SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup
Jadup Dipalak: Bantuan Bencana Berubah Jadi “Upeti” di Baktiya
Hardiknas Tanpa Basa-basi: Dua Sekolah di Geureudong Pase Tinggalkan Seremoni Kosong, Pilih Makna

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:35 WIB

Gebrakan Ketua RT 04 Sungai Pasir, Gandeng PT Solnet Bangun Gapura dan Dorong Penataan Wilayah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:55 WIB

Bupati Karimun Diminta Tinjau Legalitas Operasional Mayatama Solusindo, Dugaan Kelengkapan Perizinan Jadi Sorotan

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:49 WIB

Usaha Tanpa Izin Dipertanyakan, Pemkab Karimun Didesak Bertindak terhadap Dugaan Operasional ISP yang Belum Transparan

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:09 WIB

Hak Jawab Disampaikan Terkait Pemberitaan Penggunaan Anggaran di Lingkungan Imigrasi Karimun

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:34 WIB

Bupati Karimun Terima Kunjungan Tim Verifikasi dan Variasi Program Sekolah Nasional Terintegrasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:25 WIB

APH Diminta Periksa Sejumlah Kegiatan dan Anggaran Imigrasi Karimun Tahun 2025

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:43 WIB

Kanwil DJBC Khusus Kepri Bersama KPPBC TMP B Karimun Lakukan Pemusnahan  Barang Hasil Penindakan

Senin, 18 Mei 2026 - 12:57 WIB

Jaringan Lelet

Berita Terbaru