Teror Terhadap Wartawan FRN Aceh Makin Brutal!

REDAKSI

- Redaksi

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:31 WIB

50112 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agus Suriadi Minta Kapolda Perintahkan Kapolres Subulussalam Ringkus Semua Pelaku.

Aceh | Oposisi News 86 – Kasus teror yang menimpa Syahbudin Padang. Wakil Ketua DPW FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara Provinsi Aceh, kini memasuki babak yang semakin memprihatinkan dan mengundang kemarahan publik.

Bukan hanya rumah diteror dan kaca mobil pribadinya dipecahkan oleh Orang Tak Dikenal (OTK), Syahbudin juga diduga mengalami intimidasi brutal saat mengawal dugaan pencurian buah sawit milik warga di Kantor Desa Sikalondang, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang lebih mengejutkan, di lokasi tersebut disebut-sebut sempat terlontar kata-kata bernada ancaman:

> “Bunuh Syahbudin Padang!”
> “Usir Syahbudin Padang dari sini!”

Ucapan bernada kekerasan itu kini menjadi sorotan serius karena dinilai bukan lagi sekadar ketegangan biasa, melainkan bentuk ancaman terbuka terhadap keselamatan seorang wartawan yang sedang menjalankan fungsi kontrol sosial.

Ketua DPW FRN Aceh Murka, Minta Kapolda Aceh Turun Tangan Menyikapi rentetan kejadian itu, Ketua DPW Fast Respon Counter Polri Nusantara Provinsi Aceh, Agus Suriadi, angkat bicara dengan nada sangat keras.

Ia mendesak Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Alibasyah agar tidak tinggal diam dan segera memerintahkan Kapolres Subulussalam untuk menangkap seluruh pihak yang terlibat dalam aksi teror dan intimidasi terhadap Syahbudin Padang.

> “Saya meminta Bapak Kapolda Aceh agar segera memerintahkan Kapolres Subulussalam merangkap, memburu, dan menangkap semua pelaku teror terhadap anggota kami. Bukan hanya pelaku pelempar kaca mobil oleh OTK, tetapi juga seluruh pihak yang melakukan intimidasi, ancaman, dan pengusiran di Kantor Desa Sikalondang,” tegas Agus Suriadi, Minggu (03/05/2026).

Baca Juga :  MBG Cot Rheu, Harapan di Tengah Tekanan Ekonomi

Menurut Agus, kejadian yang dialami Syahbudin bukan peristiwa biasa. Ada pola tekanan berulang yang patut diduga terstruktur.Ada Teriakan “Bunuh” dan “Usir”, Kenapa Justru Wartawan yang Diusir?

Agus menilai sangat aneh dan janggal ketika Syahbudin Padang yang datang mengawal aspirasi warga justru menjadi pihak yang diusir dari kantor desa.

Padahal secara moral, wartawan memiliki hak melakukan peliputan, pengawasan sosial, dan pendampingan terhadap masyarakat yang mencari keadilan.

> “Pertanyaan besarnya, kenapa Syahbudin Padang yang diusir? Apa kapasitas pemerintah desa melakukan pengusiran terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas sosial kontrol? Siapa yang memberi keberanian sampai muncul teriakan bunuh dan usir?” kecam Agus.

Ia menilai tindakan tersebut sudah melewati batas kewenangan pemerintahan desa dan harus diusut dari hulu ke hilir.

Sebab kantor desa adalah ruang pelayanan publik, bukan arena membungkam wartawan atau tempat melahirkan ancaman kekerasan.

Diduga Ada Dalang Besar di Balik Rangkaian Intimidasi FRN Aceh mencurigai rentetan peristiwa yang dialami Syahbudin Padang — mulai dari teror pelemparan kaca mobil, tekanan saat mengawal kasus sawit, hingga pengusiran dan ancaman verbal di Kantor Desa Sikalondang — bukan kejadian yang berdiri sendiri.

Ada dugaan kuat semua ini saling berkaitan.Kami menduga ada dalang besar di balik semua rangkaian ini. Tidak mungkin anggota kami diteror berkali-kali saat sedang aktif mengawal persoalan masyarakat kalau tidak ada pihak yang merasa terusik. Karena itu penyelidikan harus dilakukan secara mendalam sampai terbongkar siapa aktor intelektualnya,” ujar Agus lagi.

Menurutnya, aparat tidak boleh hanya melihat kasus ini sebagai insiden spontan.
Karena jika tidak dibongkar serius, maka akan muncul kesan bahwa ada upaya sistematis untuk menakut-nakuti wartawan agar berhenti membela kepentingan rakyat kecil.

Baca Juga :  Menjaga Gerbang Negara dari Tingkat Desa, Imigrasi Lhokseumawe Perkuat Sinergi dengan Masyarakat

Syahbudin: Saya Datang Bela Warga, Kenapa Saya Mau Dibunuh dan Diusir?
Syahbudin Padang sendiri mengaku sangat terpukul dengan peristiwa tersebut.

Ia mengatakan dirinya datang bukan membuat keributan, melainkan menjalankan fungsi wartawan dan sosial kontrol untuk memastikan hak warga korban dugaan pencurian sawit tidak diabaikan.Namun yang diterimanya justru suasana mencekam, intimidasi, hingga teriakan pengusiran.

> “Saya datang untuk bela warga yang merasa dirugikan. Tapi kenapa saya yang mau dibunuh, saya yang mau diusir? Ini pertanyaan besar. Ada apa sebenarnya? Siapa yang takut kalau kasus ini terbuka?” ungkap Syahbudin.

Ia menegaskan sampai hari ini dirinya masih menunggu kepastian hukum atas seluruh bentuk ancaman yang menimpanya.

Desakan Keras: Kapolres Subulussalam Jangan Diam FRN Aceh menilai Kapolres Subulussalam harus bergerak cepat, serius, dan transparan.

Bukan hanya menyelidiki pelaku lapangan, tetapi juga mendalami semua pihak yang diduga menjadi provokator, penggerak, atau dalang dari intimidasi terhadap Syahbudin.

> “Jangan sampai masyarakat menilai hukum hanya tajam ke bawah tetapi tumpul terhadap pihak-pihak yang punya pengaruh. Semua yang terlibat harus dipanggil dan diperiksa,” tegas Agus.

Hari Pers Nasional Berubah Jadi Hari Duka Kebebasan Pers

Di momentum Hari Pers Nasional, tragedi yang dialami Syahbudin Padang menjadi simbol bahwa wartawan di daerah masih jauh dari rasa aman.Teror OTK belum terungkap.Ancaman pembunuhan muncul di kantor desa.Wartawan malah diusir ketika bela warga.

Lalu publik bertanya: masih pantaskah kebebasan pers disebut hidup jika wartawan yang bersuara justru dibungkam dengan ancaman?. [Muhadar]

Berita Terkait

Panen Perdana Jagung Yonif TP 855/Raksa Dharma, BNNK Gayo Lues Dorong Petani Beralih ke Komoditas Legal
Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi Terungkap di Raklunung, Polisi Telusuri Asal Solar dan Pertalite
Razia Dini Hari di Blangkejeren, Dua Pria Diduga Main Judi Online Diamankan Polisi
Ibnu Hafit Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Narkoba, Pemda Gayo Lues Perlu Perkuat Perlindungan Anak Sejak Dini
Razia Bergeser dari Perempatan Blower ke Blangkejeren, Polres Gayo Lues Tingkatkan Penertiban Lalu Lintas
Plt. Sekda Gayo Lues H. Irwansyah Tekankan Peran Relawan Anti Narkotika, Pencegahan Harus Diperkuat hingga Tingkat Desa
BNNK Gayo Lues Perkuat Peran Relawan Anti Narkoba, Pemerintah Desa Didorong Aktif Lindungi Generasi Muda
Dua Paket Diduga Sabu Seberat 0,18 Gram Diamankan Polisi di Blangjerango, Satu Pria Diperiksa

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru