BNNK Gayo Lues Gandeng Starbucks FSC dan PT Ujang Jaya International Perkuat Program Kopi untuk Cegah Kultivasi Ganja

REDAKSI

- Redaksi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:03 WIB

50315 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues| Oposisi News 86 — Upaya mendorong masyarakat beralih pada sektor pertanian produktif terus dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gayo Lues melalui program Alternative Development atau pengembangan alternatif di kawasan rawan tanaman terlarang.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggandeng PT Ujang Jaya International bersama tim Starbucks Farmer Support Center (FSC) untuk melakukan monitoring dan pengecekan kesiapan lahan petani kopi yang akan ditanami bibit kopi varietas Komasti di sejumlah wilayah binaan di Kabupaten Gayo Lues.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan yang berlangsung di tengah kondisi cuaca kemarau tersebut menjadi bagian dari rangkaian pendampingan intensif terhadap para petani agar mampu mengembangkan komoditas kopi secara berkelanjutan dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Tim Starbucks FSC bersama personel BNNK Gayo Lues dan Internal Control System (ICS) Koperasi Kopi Gayo Lues Bersinar turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus memberikan edukasi teknis kepada para petani.

Dalam proses monitoring, tim melakukan pemeriksaan terhadap kondisi lubang tanam yang telah dipersiapkan petani sebelum bibit kopi ditanam. Pengecekan dilakukan untuk memastikan setiap lahan memiliki standar yang sesuai sehingga tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman dapat optimal meskipun menghadapi tantangan musim kemarau yang berpotensi menghambat perkembangan bibit.

Selain memeriksa kondisi fisik lahan, tim juga memberikan berbagai solusi praktis kepada petani terkait manajemen lahan dan konservasi air. Mengingat curah hujan yang mulai berkurang, petani diarahkan untuk memilih lokasi tanam yang memiliki ketersediaan sumber air yang cukup guna mendukung kebutuhan tanaman pada fase awal pertumbuhan.

Baca Juga :  SPPG Keutapang Disorot: Limbah Masuk Parit, SLHS Belum Terbit

Petani juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan kompos pada setiap lubang tanam sebagai sumber nutrisi awal yang dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah dan mempercepat adaptasi bibit setelah ditanam.

Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek teknis budidaya, tetapi juga menyentuh perubahan pola pikir petani dalam mengelola kebun kopi. Tim Starbucks FSC memperkenalkan sejumlah metode budidaya modern yang dinilai lebih efektif dibandingkan pola penanaman konvensional yang selama ini banyak diterapkan masyarakat.

Pendekatan tersebut mencakup tata kelola kebun yang lebih terukur, teknik pemupukan yang tepat, hingga pengaturan jarak tanam yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.

Langkah tersebut mendapat perhatian serius karena kopi saat ini menjadi salah satu komoditas unggulan yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Gayo Lues. Dengan dukungan pendampingan dari berbagai pihak, petani diharapkan mampu menghasilkan kopi berkualitas tinggi yang memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.

Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam mencegah munculnya kembali praktik kultivasi tanaman ganja di wilayah Kabupaten Gayo Lues. Menurutnya, pendekatan penegakan hukum saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan tanaman terlarang apabila masyarakat belum memiliki sumber penghasilan alternatif yang menjanjikan.

Baca Juga :  Kapolres Gayo Lues Rotasi Pejabat Utama, Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Humanis kepada Masyarakat

Karena itu, program Alternative Development yang dijalankan BNN RI hadir sebagai solusi yang mengedepankan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian legal dan produktif. Melalui program tersebut, masyarakat didorong untuk mengembangkan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi, salah satunya kopi, sehingga dapat menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi keluarga petani.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, koperasi, hingga masyarakat petani itu sendiri. Kehadiran PT Ujang Jaya International dan Starbucks Farmer Support Center dinilai memberikan kontribusi penting dalam transfer pengetahuan dan teknologi pertanian modern yang dibutuhkan petani untuk meningkatkan hasil produksi.

Program pengembangan kopi yang sedang berjalan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Dengan semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam usaha pertanian produktif, diharapkan kawasan-kawasan yang selama ini dikategorikan rawan tanaman terlarang dapat bertransformasi menjadi sentra ekonomi berbasis komoditas unggulan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui pendampingan berkelanjutan, penguatan kelembagaan petani, serta dukungan pasar yang lebih luas, Gayo Lues diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai daerah penghasil kopi berkualitas sekaligus menjadi contoh keberhasilan program pembangunan alternatif dalam mendukung pemberantasan narkotika melalui pendekatan kesejahteraan masyarakat. [Red]

Berita Terkait

Dua Pria Diamankan di Kampung Jawa Gayo Lues, Polisi Sita 1,65 Gram Sabu
Sabu Diduga Beredar di Lingkungan Warga, Polisi Amankan Pria 28 Tahun: Perang Narkotika Jangan Berhenti pada Penangkapan
Innalillahi, wa inna ilaihi raji’un, Jamaluddin Alias Plin Berpulang ke Rahmatullah
Delapan Abad Samudera Pasai, Al-Qur’an Menggema di Arena Piasan Pase
Sapi Berkeliaran Masuk Kota Blangkejeren, Penertiban Dipertanyakan
Madu Kelulud Jadi Etalase Potensi Geureudong Pase di Milad 800 Aceh Utara
Delapan Abad Pasai, Zikir Menggema dan Pesan Kebangkitan Menguat
Genset PLN Beroperasi Malam Hari di Permukiman, Warga Terganggu Suara Bising; PLN Akui untuk Atasi Defisit Daya

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:27 WIB

‎Perkuat Kehadiran di Wilayah Binaan, Babinsa Jorok Dampingi Bantuan Pangan ‎

Rabu, 16 September 2026 - 08:19 WIB

Dari Lunyuk Ode, Semangat Qur’ani Tumbuhkan Generasi Berintegritas dan Berakhlak Mulia

Selasa, 15 September 2026 - 20:16 WIB

‎Jelang Musim Tanam, Babinsa Kakiang Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:05 WIB

Mencegah Sebelum Menjadi Bencana, Koramil 1607-07/Lunyuk Edukasi Warga tentang Risiko Kebakaran

Selasa, 15 September 2026 - 20:00 WIB

‎Babinsa Labuhan Ijuk Hadir di Tengah Musdes, Dukung Pembangunan Desa Berbasis Kebutuhan Masyarakat ‎

Selasa, 15 September 2026 - 19:55 WIB

Dari Kebijakan ke Masyarakat, Babinsa Kalimango Kawal 577 KK Terima Bantuan Beras

Selasa, 15 September 2026 - 19:42 WIB

Beras untuk Ketahanan Keluarga, Babinsa Baru Perkuat Sinergi dalam Penyaluran Bantuan Pangan Bapanas

Selasa, 15 September 2026 - 19:35 WIB

Danposramil Lape-Lopok Hadiri Penutupan Turnamen Kades Cup II Desa Pungkit

Berita Terbaru