Gayo Lues|Oposisi News 86 — Dalam suasana hangat pasca Hari Raya Idulfitri, Candri Kardi, SE menggelar kegiatan halalbihalal yang berlangsung penuh keakraban bersama masyarakat Kampung Jawa, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. Kegiatan tersebut bertempat di kediaman Candri Kardi, SE, Dusun Kontiner, Kampung Jawa, pada Selasa (31/03/2026) malam.
Momentum ini dimanfaatkan sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkokoh nilai-nilai persaudaraan yang menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat setempat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, pemuda, hingga keluarga besar, yang turut larut dalam suasana kebersamaan.

Tradisi halalbihalal yang telah menjadi bagian dari kearifan lokal pasca Idulfitri dimaknai tidak sekadar sebagai ajang saling bermaafan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat hubungan emosional dan sosial antarwarga. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, silaturahmi memiliki peran strategis dalam menjaga keharmonisan serta mencegah potensi konflik sosial.
Pelaksanaan halalbihalal ini dinilai sebagai langkah positif yang mampu membangun kembali semangat kebersamaan setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadan. Interaksi yang terjalin secara langsung dalam suasana kekeluargaan memberikan ruang bagi masyarakat untuk saling memahami, mempererat ikatan batin, serta menumbuhkan rasa saling peduli.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Kampung Jawa, Tono, turut menyampaikan bahwa tahun ini merupakan tahun terakhir masa jabatannya yang akan berakhir pada 10 Oktober 2026.
Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan desa, mengingat saat ini maraknya praktik perjudian dan penyalahgunaan narkoba yang berpotensi memicu meningkatnya angka kejahatan, khususnya pencurian serta berbagai dampak sosial lainnya di tengah masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan warga dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing, termasuk memastikan rumah dalam keadaan aman dan tidak kosong tanpa pengawasan saat bepergian ke sawah maupun ke kebun.
Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan menjadi kunci utama terciptanya suasana yang kondusif di Kampung Jawa.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari tiga ribu jiwa serta sekitar seribu tujuh ratus pemilih, Kampung Jawa merupakan desa besar yang membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mulai memikirkan sosok penerus yang dinilai mampu melanjutkan roda pemerintahan desa ke arah yang lebih baik, seiring dengan rencana pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak yang akan diatur lebih lanjut oleh pemerintah daerah.
Selain mempererat hubungan antarwarga Kampung Jawa, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antara masyarakat dengan keluarga besar Candri Kardi. Kehadiran seluruh pihak dalam satu wadah kebersamaan mencerminkan adanya komitmen bersama untuk menjaga nilai persatuan dan kesatuan di tengah dinamika kehidupan sosial yang terus berkembang.
Lebih jauh, kegiatan seperti ini juga memiliki nilai sosial yang tinggi dalam membangun solidaritas dan kebersamaan lintas generasi. Generasi muda dapat belajar dari nilai-nilai kebersamaan yang ditunjukkan para tokoh masyarakat, sementara generasi tua dapat melihat keberlanjutan tradisi yang tetap terjaga.
Hal ini menjadi penting dalam menjaga identitas sosial dan budaya masyarakat setempat agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.

Dengan terselenggaranya halalbihalal ini, diharapkan semangat persaudaraan dan kebersamaan yang telah terbangun dapat terus dipelihara dan ditingkatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Silaturahmi yang terjalin tidak berhenti pada momentum perayaan semata, melainkan menjadi landasan kuat dalam membangun masyarakat yang harmonis, solid, dan saling mendukung dalam berbagai aspek kehidupan. []









































