Aceh Utara/Oposisi News 86 — Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil, yang akrab disapa Ayah Wa, melantik 23 pejabat pimpinan tinggi pratama serta delapan kepala sekolah di Aula Setdakab, Kamis (26/2/2026).
Prosesi tersebut merujuk pada Surat Keputusan Bupati Nomor 821.2-234/16/2026 tentang pengangkatan, pengukuhan, dan pemberhentian PNS dalam jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas.
Pengisian posisi strategis itu mencakup eselon II, III, IV, pejabat fungsional, hingga pimpinan satuan pendidikan.
Menurut Ayah Wa, rotasi dan promosi dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan, termasuk Qanun Kabupaten Aceh Utara Nomor 2 Tahun 2025.
Selain pergeseran jabatan, pemerintah daerah juga mengukuhkan sejumlah perangkat daerah dengan nomenklatur baru: Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Penataan ini diarahkan untuk memperkuat transparansi pengelolaan anggaran, mendongkrak pendapatan asli daerah, dan membangun manajemen aparatur yang profesional.
“Struktur yang adaptif menjadi kunci pelayanan publik yang akuntabel,” ujar Ayah Wa.
Ia menegaskan, keputusan tersebut bukan kehendak sepihak, melainkan hasil evaluasi Tim Penilai Kinerja PNS. Setiap posisi, kata dia, merupakan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab dan terukur.
Bupati meminta aparatur yang baru dilantik menghadirkan kinerja progresif, terutama dalam mempercepat pemulihan pascabanjir hidrometeorologi. Loyalitas dan disiplin menjadi prasyarat mutlak. “Teguran akan diberikan bagi yang abai. Jika tiga kali peringatan diabaikan, sanksi tegas menanti,” katanya.
Pada level administrator dan pengawas, sejumlah nama menempati peran baru, antara lain Ilyas sebagai Kepala Bidang Mutasi dan Promosi BKPSDM; Muliadi sebagai Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian; Chairunniza memimpin Bidang Penilaian Kinerja dan Penghargaan; serta Mahhiyar di Bidang Pengembangan SDM.
Di lingkungan sekretariat daerah, Erlan Safari dipercaya menjadi Kepala Subbagian Protokol. Sementara itu, Haris Munandar dan Idaryani memperkuat Bapenda masing-masing pada Subbagian Penyusunan Program serta Keuangan dan Perlengkapan. T. Amrullah dan Cut Fajria melanjutkan tugas pada posisi serupa di BKAD.
Pada sektor pendidikan, delapan guru mendapat mandat memimpin sekolah, mulai dari tingkat TK hingga SMP. Di antaranya Sulardi yang kini memimpin SD Negeri 5 Lapang, Nilawati di SD Negeri 15 Seunuddon, hingga Abdullah yang dipercaya menakhodai SMP Negeri 4 Langkahan.
Langkah ini menandai konsolidasi birokrasi di awal tahun, dengan penekanan pada efektivitas organisasi dan percepatan layanan kepada masyarakat Aceh Utara. (SR)
Sumber: BKPSDM Aceh Utara









































