Dari Banjir ke Debu: Warga Langkahan Terjebak dalam Abainya Pemulihan

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:02 WIB

5065 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara — Banjir yang melanda Kecamatan Langkahan telah lama surut. Namun di ruas penghubung Buket Linteung–Leubok Pusaka, jejaknya justru kian terasa. Lumpur yang tak dibersihkan menyeluruh kini mengering dan berubah menjadi debu tebal, beterbangan setiap kali kendaraan melintas.

Jalan vital itu berubah menjadi sumber gangguan kesehatan dan ancaman keselamatan.

Pantauan Selasa (10/2/2026), setiap roda kendaraan memicu kabut debu yang menutup jarak pandang dalam hitungan detik. Pengendara sepeda motor menutup wajah dengan kain seadanya. Anak-anak sekolah dan pejalan kaki terpaksa menepi, menunggu udara kembali “layak” dihirup. Aktivitas ekonomi warga tersendat oleh kondisi yang semestinya bisa dicegah.

Warga menilai, persoalan ini bukan sekadar dampak alam, melainkan cermin lemahnya respons pascabencana. “Kami tidak menuntut muluk-muluk. Minimal ada penyiraman rutin atau pembersihan serius. Jangan sampai ada korban dulu baru bergerak,” ujar seorang warga.

Ruas ini merupakan akses utama mobilitas masyarakat. Namun hingga kini, belum terlihat langkah terukur dari instansi terkait—tidak ada penyiraman berkala, tidak ada pembersihan total material lumpur, apalagi perbaikan badan jalan agar debu tak kembali menjadi ancaman saat cuaca panas.
Ketiadaan penanganan cepat memunculkan pertanyaan: di mana prioritas pemulihan infrastruktur dasar?

Debu yang terus terhirup setiap hari berpotensi memicu gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia. Di saat yang sama, jarak pandang yang terganggu meningkatkan risiko kecelakaan. Ironisnya, beban risiko justru dipikul warga, sementara penanganan belum tampak nyata.

Baca Juga :  Sekolah Terbakar, Disdikbud Aceh Utara Janji Bergerak Cepat

Pemulihan pascabencana semestinya tidak berhenti pada surutnya air. Ia menuntut langkah konkret dan terkoordinasi—pembersihan menyeluruh, penyiraman rutin pada jam sibuk, hingga perbaikan permukaan jalan agar tidak kembali menjadi sumber debu. Tanpa itu, pemerintah hanya membiarkan dampak banjir berubah bentuk, dari genangan menjadi kepulan yang menggantung di udara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai rencana penanganan. Sementara warga menunggu, debu terus beterbangan—mengaburkan jarak pandang dan perlahan mengikis kepercayaan. [SR]

Berita Terkait

Lapangan Landeng Dipenuhi Jamaah, Pemkab Aceh Utara Gelar Peringatan Akbar Nuzulul Qur’an
Jaga Kekhusyukan Tarawih, Polsek Banda Sakti Amankan Masjid di Malam Ramadan
Polres Lhokseumawe Amankan Bazar Ramadhan di Lapangan Hiraq, Ragam Lomba Islami Semarakkan Penutupan
Diterpa Sorotan, Geuchik Krueng Baro Blang Mee Klarifikasi Polemik Posyandu dan Lahan Rp120 Juta
Bupati Aceh Utara Lantik 23 Pejabat dan 8 Kepala Sekolah, Tekankan Integritas dan Reformasi Birokrasi
Dana Desa Krueng Baro Blang Mee Diseret ke Meja Hijau, Geuchik Dilaporkan atas Dugaan Korupsi
Benahi Data JKN, Pemkab Aceh Utara Kejar Ketepatan Sasaran PBI
Kolaborasi PGE Dan Puskesmas Syamtalira Aron Gelar Khitanan Massal, 70 Anak dari 34 Desa Terlayani

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:05 WIB

Kapolres Gayo Lues dan Forkopimda Hadiri Penanaman Jagung Serentak Dukung Ketahanan Pangan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 05:01 WIB

Residivis Pencuri Drum BBM Bantuan Bencana Ditangkap, Polisi Tegaskan Tidak Ada Toleransi terhadap Kejahatan yang Merugikan Masyarakat

Jumat, 6 Maret 2026 - 00:05 WIB

Stok BBM di Gayo Lues Dipastikan Aman, Polisi Imbau Warga Tidak Terpengaruh Isu Kelangkaan

Kamis, 5 Maret 2026 - 23:50 WIB

Khianati Kepercayaan Majikan, Karyawan Toko Perabot di Gayo Lues Ringkus Polisi Usai Aksi Pencurian Lintas Kabupaten Terbongkar

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:08 WIB

Operasi Pasar Murah Digelar di 11 Kecamatan, Pemkab Gayo Lues Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan

Jumat, 20 Februari 2026 - 23:12 WIB

Warga Padati Pusat Kota Jelang Berbuka, Arus Lalu Lintas Blangkejeren Direkayasa

Jumat, 20 Februari 2026 - 22:16 WIB

Pemkab Gayo Lues Pastikan Bantuan Sapi Meugang Tepat Sasaran dan Terbuka

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:33 WIB

Sinergi Polisi dan Jurnalis Menguat di Tengah Bencana Hidrometeorologi Gayo Lues

Berita Terbaru

BANGKA SELATAN

Tawa Anak-Anak di Serambi Masjid, Isyarat Tumbuhnya Harapan Generasi

Minggu, 8 Mar 2026 - 14:00 WIB