Aceh Utara — Lebih dari sebulan setelah banjir bandang melanda Kecamatan Langkahan pada 26 November lalu, lumpur masih mengendap di fasilitas kesehatan.
Saat ditunggu percepatan pemulihan, justru tenaga kesehatan lintas puskesmas yang turun langsung membersihkan sisa bencana.
Atas instruksi Dinas Kesehatan dan arahan Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil (Ayah Wa), belasan puskesmas dikerahkan melakukan gotong royong massal di Puskesmas Langkahan dan Puskesmas Simpang Tiga, Selasa 6 Januari 2026.
Puskesmas Geureudong Pase menjadi salah satu yang ikut ambil bagian. Pembersihan menyasar area krusial pelayanan kesehatan, mulai dari ruang tindakan, gudang farmasi, rumah dinas tenaga kesehatan, hingga fasilitas pendukung lain yang sebelumnya terendam lumpur.
Kepala Puskesmas Geureudong Pase, Ns. Jasroni, S.Kep., M.K.M., menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar kerja bakti, melainkan respon darurat untuk pemulihan fasilitas layanan kesehatan pascabencana.
“Kami bergerak sesuai instruksi Dinas Kesehatan dan perintah Bupati. Fasilitas kesehatan tidak boleh terlalu lama lumpuh. Kalau layanan terhenti, yang dirugikan masyarakat,” ujar Jasroni.
Ia menyebutkan, sedikitnya 14 puskesmas diterjunkan ke Langkahan. Enam puskesmas difokuskan membersihkan Puskesmas Langkahan, sementara lima lainnya menangani Puskesmas Simpang Tiga.
Masing-masing puskesmas diwajibkan membawa sepuluh tenaga kesehatan dan dipimpin langsung oleh kepala puskesmas.
Kegiatan tersebut turut dikawal langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Abdurrahman, sebagai bentuk komitmen percepatan pemulihan layanan dasar.
Menurut Jasroni, gotong royong lintas puskesmas ini menjadi bukti bahwa solidaritas tenaga kesehatan masih menjadi penopang utama layanan publik saat bencana belum sepenuhnya tertangani.
“Kami berharap semangat kebersamaan ini tidak berhenti di gotong royong. Yang lebih penting, fasilitas kesehatan harus benar-benar pulih agar pelayanan kembali normal,” tuturnya. (SR)









































