Tulungagung| Oposisi News 86 – Desa Picisan kembali merayakan tradisi tahunan Bersih Desa dengan semangat kebersamaan yang tinggi. Kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Desa bersama Lembaga Adat Desa (LAD) ini menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengekspresikan rasa syukur atas keselamatan, berkah, serta hasil pembangunan yang telah dirasakan bersama.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kerja bakti yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, hingga warga setempat. Mereka membersihkan lingkungan desa, jalan, dan fasilitas umum dengan penuh antusias.
Suasana gotong royong terlihat begitu kental, mencerminkan kekompakan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Keaktifan warga dalam kegiatan ini menunjukkan kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan dan kelestarian tradisi lokal.
Kepala Desa Picisan, Muselam, menyatakan bahwa Bersih Desa bukan sekadar ritual budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi antarwarga.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda agar tradisi ini terus hidup dan menjadi warisan yang bermanfaat bagi masyarakat. Pemerintah Desa bersama LAD berkomitmen untuk melestarikan tradisi ini sebagai bagian dari identitas dan nilai luhur Desa Picisan.
Selain kegiatan fisik, rangkaian acara juga diisi dengan doa bersama dan tasyakuran, sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas kesejahteraan dan keselamatan yang telah diperoleh.
Hiburan rakyat turut menambah semarak suasana, di mana warga menyambutnya dengan antusias. Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap Desa Picisan senantiasa diberikan keamanan, ketentraman, dan kemajuan di berbagai bidang, baik sosial, budaya, maupun ekonomi.
Tradisi Bersih Desa Picisan tahun ini berlangsung meriah, aman, dan penuh makna. Kehadiran Pemerintah Desa bersama LAD menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya, membangun solidaritas, dan memperkuat rasa kebersamaan.
Semangat gotong royong yang tercermin dalam kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa kebersihan, budaya, dan kekompakan masyarakat dapat berjalan seiring, memperkuat fondasi desa menuju kehidupan yang lebih baik dan harmonis. [Hartanto]









































