Kadis DLH Aceh Utara Sebut, Kebersihan Aceh Utara Bukan Tanggung Jawab Pemerintah Semata. Tetapi Juga Tanggung Jawab Kita Bersama.

REDAKSI

- Redaksi

Senin, 2 Juni 2025 - 11:54 WIB

50317 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara | Isu kebersihan lingkungan kembali menjadi sorotan di Kabupaten Aceh Utara. Tumpukan sampah yang terlihat di sejumlah titik permukiman, pasar tradisional, dan pinggir jalan utama dan beberapa pusat kota Kecamatan telah memunculkan kekhawatiran serius dari berbagai pihak, baik masyarakat, pegiat lingkungan, maupun pemerintah daerah. Namun, perlu digaris bawahi bahwa persoalan ini bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Utara,
Saifullah, S.Pd, M.Pd. mengatakan bahwa meskipun pemerintah daerah terus melakukan upaya peningkatan layanan kebersihan, keterlibatan aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ada 27 kecamatan di Aceh Utara, dan kami memiliki keterbatasan sumber daya manusia dan armada pengangkut sampah. Kami sangat mengharapkan peran aktif warga untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mulai memilah sampah dari rumah,” ujar Saifullah, saat dikonfirmasi diriang kerjanya Senin 2/6/2025.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa saat ini hanya sekitar 40% dari total wilayah pemukiman yang bisa dilayani oleh pengangkutan sampah secara rutin. Selebihnya, masih mengandalkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri, baik melalui metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle) maupun pengomposan sederhana,” ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua organisasi Gerakan Rakyat Aceh Membangun (GRAM) Azhar, menyatakan bahwa perubahan besar hanya bisa terjadi jika dimulai dari kesadaran individu.

“Kita tidak bisa terus-menerus menyalahkan pemerintah. Kalau kita sendiri masih membuang sampah plastik ke sungai atau selokan, berarti kita adalah bagian dari masalah, bukan solusi.
kedepannya mari kita rubah mandset ( pola berfikir) kita, bahwa Kebersihan itu adalah tanggung jawab kita bersama bukan pemerintah daerah semata.

Diharapakan kepada Pemda khususnya DLHK Aceh Utara kedepannya juga harus lebih fokus dalam tindakan penanganan yang lebih ektra agar Krisis sampah tidak menjadi bon waktu yang berdampak pada kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga :  HUT TNI ke-79, Brigif 25/Siwah dapat Surprise dari Polres Aceh Utara

Bupati Aceh Utara , H. Ismail A Jalil ( Ayah Wa) juga telah mengeluarkan instruksi khusus dalam program kerja 100 harinya, yang mendorong setiap kepala desa untuk membentuk tim relawan kebersihan serta mengaktifkan kembali gotong royong mingguan mewujutkan Aceh Utara bangkit.

“Kami tidak menutup mata. Tapi kalau kebersihan hanya diserahkan ke petugas kebersihan saja, tidak akan cukup. Setiap warga adalah penjaga lingkungan. Mulai dari pekarangan rumah sendiri,” tegas Bupati.

Dengan semakin meningkatnya volume sampah rumah tangga dan komersial setiap harinya, sudah saatnya masyarakat Aceh Utara menyadari bahwa menjaga kebersihan bukan hanya urusan petugas sapu jalan atau dinas kebersihan. Ini adalah urusan kita semua – warga, pelajar, pedagang, tokoh agama, pemuda, dan siapa pun yang hidup dan tinggal di Aceh Utara.

Mari bergerak bersama, mulai dari langkah kecil: jangan buang sampah sembarangan. [MUHADAR]

Berita Terkait

SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup
Jadup Dipalak: Bantuan Bencana Berubah Jadi “Upeti” di Baktiya
Hardiknas Tanpa Basa-basi: Dua Sekolah di Geureudong Pase Tinggalkan Seremoni Kosong, Pilih Makna

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:35 WIB

Gebrakan Ketua RT 04 Sungai Pasir, Gandeng PT Solnet Bangun Gapura dan Dorong Penataan Wilayah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:55 WIB

Bupati Karimun Diminta Tinjau Legalitas Operasional Mayatama Solusindo, Dugaan Kelengkapan Perizinan Jadi Sorotan

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:49 WIB

Usaha Tanpa Izin Dipertanyakan, Pemkab Karimun Didesak Bertindak terhadap Dugaan Operasional ISP yang Belum Transparan

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:09 WIB

Hak Jawab Disampaikan Terkait Pemberitaan Penggunaan Anggaran di Lingkungan Imigrasi Karimun

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:34 WIB

Bupati Karimun Terima Kunjungan Tim Verifikasi dan Variasi Program Sekolah Nasional Terintegrasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:25 WIB

APH Diminta Periksa Sejumlah Kegiatan dan Anggaran Imigrasi Karimun Tahun 2025

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:43 WIB

Kanwil DJBC Khusus Kepri Bersama KPPBC TMP B Karimun Lakukan Pemusnahan  Barang Hasil Penindakan

Senin, 18 Mei 2026 - 12:57 WIB

Jaringan Lelet

Berita Terbaru