Puskesmas Geureudong Pase Aceh Utara Resmi Berstatus BLUD.

REDAKSI 2

- Redaksi

Selasa, 22 April 2025 - 22:04 WIB

50614 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tingkatkan Kemandirian dan Mutu Pelayanan Kesehatan

Aceh Utara – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara, resmi menyandang status sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada pertengahan April 2025.
Perubahan status ini menandai langkah strategis Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam meningkatkan kemandirian pengelolaan keuangan serta mutu pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat kecamatan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara Jalaluddin, SKM, M. Kes, mengatakan perubahan status Puskesmas dari UPTD menjadi BLUD ini adalah hasil kerja keras seluruh stakeholder terkait, sehingga sebanyak 32 Puskesmas yang ada di Aceh Utara bisa menjadi BLUD yang di-launching pada hari ini. “Ini mungkin adalah jumlah terbesar di Tanah Air bisa di-launching sekaligus,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia melanjutkan, launching BLUD Puskesmas merupakan salah satu program 100 hari kerja Bupati/Wabup. Dengan berstatus BLUD, Puskesmas akan lebih luwes bergerak dan berinovasi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama dalam mengatur keuangan sendiri dan bisa menjadi salah satu sumber PAD bagi daerah.

Mudah-mudahan dengan berstatus BLUD, akan dapat lebih menurunkan angka kesakitan di Aceh Utara, di mana saat ini prioritas pada TBC dan stunting.

Baca Juga :  Media Oposisi News86.com, Jalin Kemitraan Strategis Dengan PT Satya Agung Melalui Ajang Silaturahmi

“Kita fokus menurunkan angka kesakitan, sebagai bagian dari program 100 hari kerja Bupati/Wabup. Terimakasih kepada semua pihak atas lahirnya BLUD Puskesmas di Aceh Utara,” tutupnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Geureudong Pase,Ns.Jasroni,S.Kep,M.K.M menyampaikan, bahwa penetapan status BLUD ini merupakan hasil dari proses panjang yang telah dipersiapkan sejak tahun lalu.

“Puskesmas Geureudong Pase telah memenuhi seluruh persyaratan administratif dan teknis, termasuk kelengkapan dokumen Rencana Bisnis Anggaran (RBA), laporan keuangan, dan standar pelayanan minimal,” Ujar Jasroni pada Media ini, selasa (22/04/2025).

Ia menambahkan, dengan menjadi BLUD, Puskesmas memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan dan sumber daya, tanpa harus mengandalkan seluruhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Artinya, Puskesmas bisa lebih leluasa dalam mengatur anggaran untuk kebutuhan operasional, pengadaan alat kesehatan, maupun peningkatan kapasitas SDM,” Jelasnya.

Ia melanjutkan bahwa pihaknya sangat menyambut baik status baru ini. “Ini merupakan momentum besar bagi kami untuk melakukan transformasi layanan.
Dengan status BLUD, kami memiliki peluang lebih besar dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat.

Baca Juga :  Personel Polres Lhokseumawe Lakukan Pengamanan Serah Terima Surat Suara

Dengan segala keterbatasan anggaran dan termasuk Puskesmas pedalaman di aceh utara, kami ber komitmen melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dalam sistem BLUD ini,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan beberapa rencana prioritas pasca menjadi BLUD, di antaranya adalah peningkatan kualitas layanan rawat jalan, pengembangan sistem informasi digital untuk administrasi pasien, serta pelatihan berkala bagi tenaga kesehatan.

Dirinya juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan perangkat desa di Kecamatan Geureudong Pase untuk mendukung keberlangsungan program kesehatan di Puskesmas, termasuk dengan menjaga pola hidup sehat dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia secara optimal.

Dengan perubahan status ini, Puskesmas Geureudong Pase menjadi salah satu dari 32 Puskesmas di Aceh Utara yang telah menerapkan sistem BLUD.

“Langkah ini selaras dengan program Bupati aceh utara, dengan motto aceh utra bangkit dan sejalan dengan program transformasi layanan primer yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI, dalam rangka memperkuat sistem kesehatan dari tingkat dasa,” Pungkas Jasroni. [SR]

Berita Terkait

SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup
Jadup Dipalak: Bantuan Bencana Berubah Jadi “Upeti” di Baktiya
Hardiknas Tanpa Basa-basi: Dua Sekolah di Geureudong Pase Tinggalkan Seremoni Kosong, Pilih Makna

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:35 WIB

Gebrakan Ketua RT 04 Sungai Pasir, Gandeng PT Solnet Bangun Gapura dan Dorong Penataan Wilayah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:55 WIB

Bupati Karimun Diminta Tinjau Legalitas Operasional Mayatama Solusindo, Dugaan Kelengkapan Perizinan Jadi Sorotan

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:49 WIB

Usaha Tanpa Izin Dipertanyakan, Pemkab Karimun Didesak Bertindak terhadap Dugaan Operasional ISP yang Belum Transparan

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:09 WIB

Hak Jawab Disampaikan Terkait Pemberitaan Penggunaan Anggaran di Lingkungan Imigrasi Karimun

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:34 WIB

Bupati Karimun Terima Kunjungan Tim Verifikasi dan Variasi Program Sekolah Nasional Terintegrasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:25 WIB

APH Diminta Periksa Sejumlah Kegiatan dan Anggaran Imigrasi Karimun Tahun 2025

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:43 WIB

Kanwil DJBC Khusus Kepri Bersama KPPBC TMP B Karimun Lakukan Pemusnahan  Barang Hasil Penindakan

Senin, 18 Mei 2026 - 12:57 WIB

Jaringan Lelet

Berita Terbaru