Gayo Lues|Oposisi News 86 – Ancaman penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda membutuhkan perhatian serius dan keterlibatan semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah kampung hingga aparat penegak hukum. Edukasi sejak dini menjadi salah satu langkah penting untuk membentengi pelajar dari pengaruh pergaulan negatif yang dapat merusak kesehatan, mengganggu pendidikan, serta mengancam masa depan mereka.

Kepala DPMK Kabupaten Gayo Lues,DR. Sartika Maya Sari.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Gayo Lues, Dr. Sartika Maya Sari, S.STP., M.A., saat menjadi narasumber dalam kegiatan informasi dan edukasi melalui talk show bertema “Ananda Bersinar: Aksi Nasional Anti Narkoba Menuju Indonesia Emas 2045”, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Legen Hotel, Jalan Sesik, Kampung Jawa, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, tersebut menyasar kalangan pelajar tingkat SMP dan SMA. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai bahaya narkoba sekaligus mendorong terbentuknya lingkungan yang mendukung pencegahan penyalahgunaan narkotika sejak dini.
Dalam pemaparannya, Dr. Sartika Maya Sari menekankan pentingnya perhatian terhadap kehidupan dan pergaulan anak-anak serta remaja. Pelajar tidak cukup hanya memperoleh pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga membutuhkan pendampingan, pengawasan yang proporsional, dan lingkungan sosial yang positif agar mampu menghadapi berbagai pengaruh negatif di sekitarnya.
Usia remaja merupakan masa pembentukan karakter, ketika seseorang mulai membangun jati diri, memperluas pergaulan, dan mengambil keputusan yang dapat memengaruhi kehidupannya di masa mendatang. Karena itu, pemahaman mengenai bahaya narkoba perlu ditanamkan secara berkelanjutan, bukan hanya melalui kegiatan sosialisasi, melainkan juga melalui komunikasi terbuka di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Pelajar perlu dibekali keberanian untuk menolak ajakan mencoba narkoba, kemampuan mengenali situasi berisiko, serta kesadaran untuk mencari pertolongan kepada orang dewasa yang dapat dipercaya apabila menghadapi tekanan dari lingkungan pergaulan. Langkah tersebut penting agar mereka tidak mengambil keputusan yang dapat membahayakan kesehatan maupun menghambat pencapaian cita-cita.
Dalam kaitannya dengan tugas pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan kampung, keterlibatan pemerintah daerah hingga tingkat kampung memiliki arti penting dalam membangun sistem perlindungan sosial bagi anak dan remaja. Pemerintah kampung dapat mendorong kegiatan kepemudaan yang positif, memperkuat komunikasi antara orang tua dan anak, serta mengembangkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggal.
Pencegahan narkoba juga tidak dapat dibebankan hanya kepada pelajar. Orang tua perlu memberikan perhatian terhadap perkembangan anak, sementara sekolah berperan menanamkan pendidikan karakter dan menyediakan lingkungan belajar yang aman. Masyarakat pun diharapkan membangun kepedulian tanpa melakukan tindakan main hakim sendiri maupun memberikan stigma kepada seseorang yang membutuhkan bantuan.
Kolaborasi tersebut sejalan dengan pentingnya pendekatan pencegahan yang melibatkan berbagai unsur, termasuk pemerintah daerah, pemerintah kampung, lembaga pendidikan, keluarga, serta aparat penegak hukum. Melalui kerja sama yang terarah, edukasi bahaya narkoba diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi dalam kegiatan talk show, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika atau P4GN membutuhkan dukungan masyarakat agar pesan antinarkoba menjangkau lingkungan yang lebih luas. Dalam hal ini, Polres Gayo Lues melalui upaya pencegahan dan penegakan hukum memiliki peran penting bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gayo Lues dan unsur pemerintah lainnya dalam menghadapi ancaman narkotika.
Namun, penanganan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan terhadap pelaku peredaran gelap. Upaya melindungi generasi muda juga perlu dilakukan melalui pendidikan, penyebaran informasi yang benar, penguatan ketahanan keluarga, dan penyediaan ruang kegiatan positif bagi pelajar.
Melalui kegiatan Ananda Bersinar, para peserta diharapkan memahami bahwa menjaga diri dari narkoba merupakan bagian dari tanggung jawab terhadap kesehatan, pendidikan, keluarga, dan masa depan. Pelajar juga diharapkan mampu menjadi bagian dari lingkungan pergaulan yang sehat dengan tidak mencoba, menggunakan, maupun membantu peredaran narkotika.
Bagi Kabupaten Gayo Lues, perlindungan generasi muda merupakan investasi jangka panjang. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan aman, memperoleh pendidikan yang baik, serta mendapatkan dukungan dari keluarga dan masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita.
Semangat Indonesia Emas 2045 tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan kemajuan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang sehat, berkarakter, berpendidikan, dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
Karena itu, pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pencegahan narkoba harus dimulai sedini mungkin dan dilaksanakan secara konsisten. Pemerintah daerah, pemerintah kampung, sekolah, keluarga, masyarakat, serta aparat penegak hukum perlu mengambil peran sesuai kewenangan masing-masing untuk memastikan generasi muda memperoleh perlindungan dan pendampingan yang memadai.
Menyelamatkan pelajar dari ancaman narkoba berarti menjaga kesempatan mereka untuk belajar, berkembang, dan membangun masa depan. Upaya bersama inilah yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan generasi muda Gayo Lues sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. []


































