Bupati Gayo Lues Tinjau Persiapan Kebun Kopi Rakyat di Ume Lah, Dialog Bersama Warga Bahas Pengembangan Ekonomi Petani

REDAKSI

- Redaksi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:19 WIB

50158 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues| Oposisi News 86 – Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si., mengunjungi Desa Ume Lah, Kecamatan Blangpegayon, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Sabtu (17/10/2026), untuk meninjau persiapan lahan perkebunan kopi rakyat sekaligus berdialog langsung dengan masyarakat mengenai pengembangan sektor perkebunan sebagai salah satu penopang perekonomian daerah.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dalam mendorong pengembangan perkebunan kopi melalui program pemerintah daerah yang berorientasi pada peningkatan produktivitas pertanian, penguatan ekonomi masyarakat, serta perluasan peluang usaha bagi petani di wilayah pedesaan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di lokasi kegiatan, Bupati Suhaidi tidak hanya melihat kondisi lahan yang sedang dipersiapkan, tetapi juga meluangkan waktu untuk duduk bersama warga dan mendengarkan berbagai masukan mengenai rencana pengembangan kebun kopi. Dialog berlangsung dalam suasana akrab dan kekeluargaan, dengan masyarakat menyampaikan harapan agar potensi perkebunan kopi di Desa Ume Lah dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga setempat.

Dalam pertemuan tersebut, kesiapan lahan, kebutuhan petani, serta dukungan pemerintah menjadi bagian penting dari pembahasan. Masyarakat berharap pengembangan perkebunan kopi tidak berhenti pada tahap persiapan lahan, tetapi berlanjut hingga penanaman, pemeliharaan tanaman, peningkatan kualitas hasil panen, dan pemasaran produk.

Bupati Suhaidi menyampaikan bahwa semangat masyarakat merupakan salah satu modal penting dalam mengembangkan sektor perkebunan. Menurutnya, pembangunan pertanian perlu berjalan seiring dengan keterlibatan masyarakat agar program yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Kedatangan kami bukan hanya untuk melihat lahan, tetapi juga untuk melihat semangat masyarakat. Semangat warga Ume Lah ini luar biasa. Ini menjadi modal utama dalam mengembangkan perkebunan kopi,” ujar Suhaidi saat berdialog dengan warga.

Baca Juga :  Ketua PWO Aceh Utara Kecam Kekerasan terhadap Wartawan, Desak Oknum TNI Diproses Hukum

Ia menegaskan, pemerintah daerah memiliki peran dalam mendorong pengembangan potensi perkebunan agar dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Dukungan yang dibutuhkan petani, menurutnya, perlu diperhatikan secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan bibit, biaya penanaman, bantuan pupuk, pendampingan teknis, hingga akses pemasaran hasil perkebunan.

“Kalau lahannya sudah siap, pemerintah wajib hadir. Jangan biarkan petani berjuang sendiri. Kopi Gayo Lues sudah dikenal luas, dan tugas kita adalah memastikan petani di Ume Lah serta masyarakat Gayo Lues pada umumnya ikut merasakan manfaat ekonomi dari perkebunan kopi,” katanya.

Pengembangan perkebunan kopi rakyat membutuhkan perencanaan yang matang agar lahan yang telah disiapkan dapat dimanfaatkan secara optimal. Selain kesiapan lahan dan ketersediaan bibit, keberhasilan usaha perkebunan juga dipengaruhi oleh pemeliharaan tanaman, kondisi lingkungan, keterampilan petani, kualitas produksi, serta kepastian akses pasar.

Karena itu, keterlibatan perangkat daerah terkait menjadi penting untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan menentukan bentuk dukungan yang sesuai dengan ketentuan serta kemampuan anggaran pemerintah daerah. Pendampingan yang berkelanjutan diharapkan dapat membantu petani memahami teknik budidaya yang tepat, menjaga kualitas tanaman, dan meningkatkan nilai ekonomi hasil perkebunan.

Dalam konteks pembangunan daerah, pengembangan kopi rakyat juga berpotensi membuka peluang kegiatan ekonomi lainnya, mulai dari penyediaan sarana produksi, tenaga kerja perkebunan, pengolahan hasil panen, hingga perdagangan komoditas. Namun, manfaat tersebut perlu didukung pelaksanaan program yang terarah, pendataan kebutuhan petani, serta evaluasi agar bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran.

Baca Juga :  Jika Sukarela, Mengapa Dipatok Rp1 Juta?" Polemik Iuran AC di SMAN 3 Putra Bangsa Menggelinding

Salah seorang warga yang mewakili masyarakat Desa Ume Lah menyampaikan terima kasih atas kunjungan Bupati yang bersedia melihat langsung kondisi desa dan berdialog dengan warga. Kehadiran kepala daerah di tengah masyarakat dinilai menjadi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi serta menjelaskan kebutuhan yang dihadapi dalam mempersiapkan perkebunan kopi.

“Kami sangat terharu, Bapak Bupati mau datang dan duduk bersama kami seperti keluarga. Ini menambah semangat kami untuk berkebun,” ungkap warga tersebut.

Warga berharap perhatian pemerintah daerah dapat ditindaklanjuti melalui program yang nyata dan berkelanjutan, sehingga rencana pengembangan kebun kopi di Desa Ume Lah dapat berjalan dengan baik.

Mereka juga berharap dukungan terhadap petani diberikan sesuai kebutuhan di lapangan, terutama pada tahap penanaman dan pemeliharaan yang menentukan keberlangsungan usaha perkebunan.

Usai berdialog, Bupati bersama rombongan meninjau sejumlah titik lahan yang sedang dalam tahap pembersihan. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lokasi yang dipersiapkan bagi pengembangan perkebunan kopi rakyat.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian, aparatur Desa Ume Lah, serta tokoh masyarakat setempat.

Kunjungan ini menempatkan kesiapan lahan dan aspirasi petani sebagai bagian penting dalam pembahasan pengembangan perkebunan kopi di Desa Ume Lah. Tahap selanjutnya diharapkan dapat diarahkan pada pemenuhan kebutuhan petani, pendampingan budidaya, serta perencanaan dukungan pemerintah yang terukur agar pengembangan komoditas kopi mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan perekonomian Kabupaten Gayo Lues. []

Berita Terkait

Berawal dari Informasi Warga, Satresnarkoba Polres Gayo Lues Ungkap Dugaan Kepemilikan Sabu di Durin
PWI Aceh Diuji: Anggota Barsela Tagih Perubahan, Bukan Sekadar Janji
HUT ke-62 Golkar di Aceh Utara, dari Ziarah Makam Sultan hingga Santunan Anak Yatim: Merawat Kedekatan dengan Rakyat
Donor Darah Warnai HUT ke-75 Humas Polri, Polres Gayo Lues Perkuat Kepedulian Kemanusiaan
Anggaran Puluhan Miliar di RSUD M Sani Karimun Jadi Sorotan, Publik Menanti Penjelasan Realisasi Kegiatan 2026
Bantah Isu Kolusi, Kepsek TK Negeri Pembina Bangka Jaya: Pemilihan Komite Baru atas Usulan Wali Murid
Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Santriwati di Bawah Umur di Gayo Lues, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Peduli Kesehatan di Tengah Kabut Asap, Polres Gayo Lues Bagikan Masker Gratis kepada Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Berawal dari Informasi Warga, Satresnarkoba Polres Gayo Lues Ungkap Dugaan Kepemilikan Sabu di Durin

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:33 WIB

HUT ke-62 Golkar di Aceh Utara, dari Ziarah Makam Sultan hingga Santunan Anak Yatim: Merawat Kedekatan dengan Rakyat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Donor Darah Warnai HUT ke-75 Humas Polri, Polres Gayo Lues Perkuat Kepedulian Kemanusiaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Anggaran Puluhan Miliar di RSUD M Sani Karimun Jadi Sorotan, Publik Menanti Penjelasan Realisasi Kegiatan 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Bantah Isu Kolusi, Kepsek TK Negeri Pembina Bangka Jaya: Pemilihan Komite Baru atas Usulan Wali Murid

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Santriwati di Bawah Umur di Gayo Lues, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Bupati Gayo Lues Tinjau Persiapan Kebun Kopi Rakyat di Ume Lah, Dialog Bersama Warga Bahas Pengembangan Ekonomi Petani

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Peduli Kesehatan di Tengah Kabut Asap, Polres Gayo Lues Bagikan Masker Gratis kepada Masyarakat

Berita Terbaru

DAERAH

Hoe Internationale Casinomarkten Nederland Transformeren

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:17 WIB