Sumbawa, oposisinews86.com, (21 Oktober 2026),- Gelombang desakan terhadap transparansi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Sumbawa kembali memanas. LSM Gerakan Masyarakat Peduli Anggaran NTB (GEMPAR NTB) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sumbawa, Jalan DR. Wahidin No. 13, Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Rabu (21/10/2026).
Aksi yang dipimpin langsung oleh Rudini selaku koordinator aksi tersebut menjadi bentuk tekanan terhadap pihak BRI agar memberikan penjelasan terbuka, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan terkait persoalan penyaluran KUR yang menjadi sorotan GEMPAR NTB.
Massa aksi tidak datang sekadar menyampaikan aspirasi. Mereka membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan transparansi data penyaluran KUR, evaluasi penolakan permohonan kredit, mekanisme verifikasi calon debitur, pengelolaan tunggakan, hingga pemerataan akses pembiayaan bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan.
Dalam orasinya, Rudini menegaskan bahwa persoalan penyaluran KUR tidak boleh diselesaikan hanya dengan jawaban normatif tanpa disertai penjelasan yang jelas dan bukti pendukung.
“Kami datang untuk meminta kejelasan. Persoalan ini menyangkut akses masyarakat terhadap pembiayaan usaha yang seharusnya dapat dijangkau oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan masyarakat yang memenuhi persyaratan. Kami menginginkan penjelasan resmi, bukan sekadar jawaban singkat tanpa data yang bisa diuji,” ungkap Rudini dalam aksinya.
Setelah Rudini menyampaikan orasi, sejumlah peserta aksi lainnya secara bergantian melanjutkan penyampaian tuntutan. Mereka mendesak agar pihak BRI memberikan klarifikasi mengenai alasan penolakan permohonan KUR, proses pemeriksaan calon debitur, serta dasar penilaian kelayakan yang digunakan dalam penyaluran pembiayaan.
GEMPAR NTB juga meminta agar evaluasi dilakukan secara objektif, sehingga masyarakat yang benar-benar memenuhi persyaratan tidak dirugikan oleh persoalan administrasi, informasi yang tidak memadai, maupun kendala pelayanan yang dapat ditindaklanjuti.
Pertemuan di Ruang Pimpinan BRI Belum Menghasilkan Solusi
Di tengah berlangsungnya aksi, pihak BRI Cabang Sumbawa merespons kehadiran massa dengan menggelar pertemuan di ruang rapat pimpinan cabang.
Namun, berdasarkan keterangan pihak massa aksi, pertemuan tersebut belum menghasilkan solusi konkret yang menjawab seluruh tuntutan mereka. Karena belum memperoleh kejelasan dan tindak lanjut yang dianggap memadai, massa GEMPAR NTB kembali melanjutkan aksi di depan kantor cabang BRI.
Situasi tersebut menegaskan bahwa bagi GEMPAR NTB, pertemuan dan dialog tidak cukup apabila belum diikuti jawaban resmi, data pendukung, serta langkah penyelesaian yang dapat diverifikasi.
Rudini kembali menyuarakan sikap tegasnya di hadapan massa aksi. Ia menekankan bahwa pihaknya tidak akan berhenti menyampaikan aspirasi selama tuntutan yang diajukan belum mendapatkan tanggapan dan penyelesaian yang jelas.
“Kami sampaikan dan tegaskan, jika apa yang menjadi tuntutan kami pada hari ini tidak ditanggapi dan tidak ada solusinya, maka kami akan tetap melakukan aksi di depan kantor cabang BRI ini. Ingat itu!” tegas Rudini dalam orasinya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa GEMPAR NTB siap melanjutkan tekanan melalui aksi berkelanjutan apabila persoalan yang mereka sampaikan belum memperoleh kejelasan.
Desak Transparansi Data Penyaluran KUR
Dalam dokumen pemberitahuan aksi yang disampaikan GEMPAR NTB, terdapat sejumlah tuntutan yang diarahkan kepada BRI Cabang Sumbawa. Di antaranya, permintaan penyampaian data agregat penyaluran KUR di Kabupaten Sumbawa untuk tahun 2025 dan 2026, termasuk jumlah realisasi penyaluran serta informasi yang diperlukan untuk mengevaluasi akses masyarakat terhadap program tersebut.
GEMPAR NTB juga mendesak penjelasan mengenai klasifikasi alasan penolakan permohonan KUR, dengan tetap memperhatikan ketentuan perlindungan data pribadi nasabah.
Selain itu, mereka meminta evaluasi terhadap proses verifikasi calon debitur, pengelolaan tunggakan, serta upaya konkret untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan pembiayaan.
Bagi GEMPAR NTB, transparansi dan akuntabilitas merupakan bagian penting dari pengawasan publik terhadap pelaksanaan program pembiayaan yang ditujukan untuk mendukung perkembangan usaha masyarakat.
Mereka menilai, penjelasan yang disampaikan kepada publik harus dapat diuji secara objektif, tanpa membuka informasi pribadi nasabah yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan.
GEMPAR NTB Tegaskan Aksi Berkelanjutan
Dalam pemberitahuan aksi tertanggal 16 Oktober 2026, GEMPAR NTB telah menyatakan rencana aksi jilid II dan aksi berkelanjutan pada 21–23 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 WITA, dengan lokasi di BRI Cabang Sumbawa.
Organisasi tersebut menegaskan bahwa aksi tidak dimaksudkan sebagai kegiatan seremonial yang selesai dalam satu hari. Mereka menyatakan akan terus menyampaikan aspirasi melalui aksi lanjutan setiap Senin hingga Kamis sampai memperoleh kejelasan dan tindak lanjut yang memadai.
GEMPAR NTB juga membuka ruang dialog dengan pimpinan BRI Cabang Sumbawa. Namun, mereka menghendaki dialog yang menghasilkan penjelasan mengenai dasar penolakan permohonan KUR, proses verifikasi calon debitur, pengelolaan tunggakan, serta langkah perbaikan pelayanan yang bisa dipertanggungjawabkan.
Mereka menyatakan aksi akan dilaksanakan secara damai, tertib, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menanti Jawaban Resmi BRI
Kini, perhatian tertuju pada langkah BRI Cabang Sumbawa dalam merespons tuntutan yang disampaikan GEMPAR NTB. Persoalan ini membutuhkan penjelasan yang proporsional, berbasis data, serta tetap menghormati ketentuan perbankan dan perlindungan informasi nasabah.
Apabila terdapat kendala dalam penyaluran KUR maupun penolakan permohonan kredit, penjelasan mengenai persyaratan, prosedur, dan mekanisme evaluasi dapat menjadi bagian penting untuk menjawab pertanyaan masyarakat.
Di sisi lain, tuntutan yang disampaikan organisasi masyarakat sipil juga perlu ditindaklanjuti melalui mekanisme yang jelas agar tidak berhenti pada perdebatan antara demonstran dan pihak perbankan.
Bagi GEMPAR NTB, persoalan ini belum selesai. Rudini dan rekan-rekannya telah menegaskan bahwa aksi lanjutan akan tetap menjadi pilihan apabila tuntutan mereka belum memperoleh tanggapan dan solusi yang konkret.
Publik kini menunggu: apakah BRI Cabang Sumbawa akan memberikan klarifikasi resmi yang menjawab substansi tuntutan tersebut, ataukah polemik penyaluran KUR ini akan terus berlanjut?. (Fr)


































