Aceh Utara|Oposisi News 86 – Di tengah bentang pedalaman Kecamatan Geureudong Pase, Gampong Krueng Mbang menunjukkan wajah lain pembangunan desa. Berbekal pengelolaan aset produktif dan partisipasi masyarakat, desa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani itu berhasil membangun fondasi ekonomi yang tidak hanya menghasilkan pendapatan, tetapi juga memberi manfaat sosial bagi warganya.
Sumber utama pendapatan desa berasal dari kebun kelapa sawit seluas 10 hektare yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Gampong (BUMG). Aset tersebut mampu menghasilkan laba bersih sekitar Rp70 juta setiap tahun setelah seluruh kebutuhan operasional, mulai dari upah tenaga kerja hingga pemeliharaan kebun, terpenuhi.
Keuchik Krueng Mbang, Ahmadi, mengatakan keuntungan usaha itu dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program sosial yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pendapatan dari BUMG menjadi salah satu penopang kegiatan sosial di gampong. Dana itu kami gunakan untuk santunan anak yatim-piatu, membantu keluarga kurang mampu, memberikan bantuan kepada warga yang tertimpa musibah, serta menyalurkan bantuan hari raya kepada masyarakat,” ujar Ahmadi, Minggu (21/6/2026).
Tak hanya mengandalkan sektor perkebunan, pemerintah gampong juga mengembangkan peternakan sapi melalui program ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa. Program tersebut dikelola warga dengan pendekatan usaha produktif sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Perkembangannya terbilang positif. Dalam kurun satu tahun, populasi ternak yang semula berjumlah lima ekor kini bertambah menjadi 10 ekor.
“Pengelolaan dilakukan oleh masyarakat. Hasilnya cukup menggembirakan dan menjadi tambahan penghasilan bagi warga yang terlibat,” kata Ahmadi.
Bagi Krueng Mbang, keberhasilan itu bukan semata-mata soal angka keuntungan. Di balik kebun sawit dan kandang ternak, terdapat upaya membangun kemandirian ekonomi dari tingkat paling dasar. Ketika hasil usaha desa mampu bertransformasi menjadi bantuan sosial, pemberdayaan warga, dan penguatan ketahanan pangan, pembangunan tidak lagi berhenti pada infrastruktur, melainkan hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Ahmadi berharap berbagai usaha produktif yang telah berjalan dapat terus berkembang sehingga manfaatnya semakin luas dan kesejahteraan warga terus meningkat dari waktu ke waktu.
“Kami ingin apa yang sudah dibangun hari ini menjadi pondasi bagi kemajuan gampong di masa depan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya. [Muhadar]









































