SDN 3 Geureudong Pase: Murid Belajar di Teras, Pagar Sekolah Tinggal Nama

REDAKSI

- Redaksi

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:16 WIB

5099 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara |Oposisi News 86 – Di tengah gencarnya kampanye pemerintah tentang pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, kondisi SD Negeri 3 Geureudong Pase justru menyajikan potret berbeda. Sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman dan nyaman bagi peserta didik itu tampak jauh dari standar fasilitas pendidikan yang layak.

Pantauan di lokasi, Kamis (18/6/2026), sekolah tersebut terlihat minim sarana penunjang. Pagar yang semestinya menjadi pengaman lingkungan sekolah nyaris tidak berfungsi. Pada beberapa sisi, pagar hanya berupa kawat tua yang sudah putus dan rebah ke tanah tanpa konstruksi penyangga yang memadai.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, kawasan sekolah terbuka tanpa batas. Hewan ternak dapat keluar masuk dengan leluasa, sementara siswa juga berpotensi meninggalkan area sekolah saat proses belajar mengajar berlangsung tanpa terdeteksi.

Persoalan tak berhenti di situ. Sekolah yang menampung lebih dari 200 siswa itu juga mengalami kekurangan ruang belajar. Sedikitnya empat rombongan belajar (rombel) terpaksa menjalani kegiatan belajar di ruang terbuka. Sebagian lainnya menggunakan rumah dinas guru yang kondisinya telah menua dan jauh dari ideal untuk dijadikan ruang kelas.

Pemandangan tersebut menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar pendidikan di wilayah pedalaman. Di saat berbagai program peningkatan mutu pendidikan terus digaungkan, keberadaan sekolah dengan fasilitas minim seperti ini menjadi ironi yang sulit diabaikan.

Baca Juga :  Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues

Pertanyaan lain yang tak kalah penting adalah terkait pengelolaan dan kecukupan anggaran sekolah. Apakah kebutuhan sarana-prasarana memang belum terakomodasi dalam perencanaan pembangunan pendidikan daerah, atau ada faktor lain yang menyebabkan kondisi tersebut terus berlangsung tanpa penanganan berarti.

Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 3 Geureudong Pase, Yusliadi, S.Pd, membenarkan kondisi tersebut.

“Saya baru bertugas di sini sebagai Plt. Memang masih banyak yang harus dibenahi, terutama pagar sekolah. Saat ini pagar hanya berupa kawat biasa dan sebagian sudah putus. Kondisi ini sangat berisiko bagi keamanan siswa karena mereka bisa dengan mudah keluar dari lingkungan sekolah tanpa sepengetahuan guru,” ujarnya.

Yusliadi juga mengakui keterbatasan ruang belajar yang memaksa sebagian siswa belajar di luar kelas.

“Empat rombel memang terpaksa belajar di ruang terbuka. Sebagian lagi menggunakan rumah dinas guru yang kondisinya juga sudah tidak layak sebagai ruang belajar. Persoalan ini sudah kami sampaikan kepada kepala rayon dan akan kami laporkan kembali kepada Kepala Dinas Pendidikan Aceh Utara,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan agar proses belajar mengajar tidak terus berlangsung dalam keterbatasan.
“Mudah-mudahan pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat segera merespons dan memberikan perhatian terhadap kebutuhan sekolah ini,” tutupnya.

Baca Juga :  Harapan Baru di Tengah Wacana Pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, H. Jamaluddin, S.Sos., M.Pd, mengatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai kondisi SDN 3 Geureudong Pase.

“Masalah ini sudah dalam penanganan. Kami telah menerima laporan dan saat ini tim kami yang berada di Jakarta sedang melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan untuk mencari solusi penanganannya,” ujar Jamaluddin melalui sambungan WhatsApp.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah juga masih fokus menangani sejumlah sekolah yang terdampak banjir bandang dan hingga kini belum sepenuhnya pulih.

“Banyak sekolah yang masih belajar secara terbatas, bahkan ada yang masih menggunakan tenda akibat dampak banjir tahun lalu. Namun kebutuhan fasilitas pendidikan di seluruh sekolah tetap menjadi perhatian kami,” pungkasnya.

Kondisi SDN 3 Geureudong Pase menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan tidak cukup diukur dari besarnya anggaran yang digelontorkan. Di lapangan, masih ada sekolah yang bergulat dengan persoalan paling mendasar: ruang belajar yang layak dan lingkungan yang aman bagi anak-anak untuk menuntut ilmu. [Muhadar]

Berita Terkait

Ketua ASWIN Gayo Lues: Wartawan Jangan Gadaikan Integritas Demi Kepentingan Apa Pun
Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Diskominfo Gayo Lues Sulap Pekarangan Kantor Jadi Kebun Kopi Arabika
Dabus Gayo di Ujung Senja, Warisan Leluhur yang Pernah Menghidupkan Aceh Tenggara Kini Menunggu Penyelamat
Penggerebekan Tengah Malam Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Sabu di Desa Porang, Polisi Telusuri Jalur Pasokan dari Luar Daerah
Penggerebekan Tengah Malam Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Sabu di Desa Porang, Polisi Telusuri Jalur Pasokan dari Luar Daerah
Pengamanan Kunjungan Wapres Berjalan Lancar, Kapolda Aceh Beri Penghargaan kepada Jajaran Polres Gayo Lues
Ekskavator KKP Untuk Aceh Utara Tiba, Publik Tagih Hasil
Wapres Gibran Tiba di Aceh, Publik Menanti Bukti Percepatan Pemulihan Pascabanjir

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:30 WIB

‎Sinergi TNI-Polri Jaga Keamanan Muswil V AMAN NTB di Desa Lawin

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:26 WIB

Berbagi untuk Sesama, Kasdim 1607/Sumbawa Dampingi Penyerahan Sembako dan Tali Asih di Dua Lembaga Pendidikan Islam

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Perkuat Semangat Kemanusiaan, Kodim 1607/Sumbawa Ikuti Donor Darah HUT RI ke-81

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Puluhan Warga Lebangkar Bergotong Royong, Sambut Hari Kemerdekaan dengan Aksi Nyata

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:39 WIB

Patroli Mandiri TNI Sasar Titik Strategis, Warga Sumbawa Makin Merasa Aman

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:39 WIB

Semarak HUT RI ke-81! TNI-Polri Jaga Ketat Lomba Gerak Jalan Cepat-Tepat di Maronge

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Menguatkan Jejak Perempuan Pengusaha Sumbawa, Kasdim 1607/Sumbawa Hadiri Momentum Bersejarah IWAPI

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Dari Lapangan Lunyuk, Semangat Merah Putih Berkobar Lewat Pentas Seni HUT RI ke-81

Berita Terbaru