Aceh Utara|Oposisi News 86 – TK Negeri 1 Geureudong Pase menggelar simulasi tanggap kebakaran yang melibatkan seluruh murid yang wali siswa di halaman sekolah, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman dasar tentang pencegahan, penanganan awal, serta langkah penyelamatan saat terjadi kebakaran.

Simulasi dipandu oleh personel Pemadam Kebakaran Kabupaten Aceh Utara, Zulfikri, dan beberapa rekannya yang hadir bersama satu unit mobil pemadam kebakaran. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko kebakaran di lingkungan rumah tangga maupun tempat umum.
Menurut Zulfikri, edukasi mengenai mitigasi kebakaran perlu diberikan secara luas karena potensi kebakaran dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.
“Pemahaman tentang pencegahan dan penanganan kebakaran sangat penting dimiliki masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya bermanfaat bagi anak-anak, tetapi juga bagi orang tua agar mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Kepala TK Negeri 1 Geureudong Pase, Fauziah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah membangun kesadaran keselamatan sejak usia dini. Selain memperkenalkan bahaya kebakaran, simulasi juga dirancang untuk membiasakan anak-anak mengenali tindakan yang tepat saat menghadapi kondisi darurat.
“Anak-anak perlu diperkenalkan sejak dini tentang pentingnya keselamatan. Melalui kegiatan ini, mereka memperoleh pemahaman dasar mengenai bahaya kebakaran, sementara para wali murid mendapatkan tambahan wawasan terkait upaya pencegahan dan penanganan di lingkungan keluarga,” kata Fauziah.
Ia berharap kegiatan serupa dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus memperkuat budaya keselamatan di lingkungan sekolah dan rumah tangga.
Usai sesi edukasi dan praktik simulasi, suasana berubah menjadi lebih meriah. Petugas pemadam kebakaran mengajak para murid berkeliling desa menggunakan mobil damkar. Setibanya kembali di sekolah, anak-anak mengikuti kegiatan bermain air yang disemprotkan langsung dari mobil pemadam.
Keceriaan tampak menghiasi wajah para murid yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Selain menjadi sarana pembelajaran, simulasi tersebut juga memberikan pengalaman edukatif yang menyenangkan bagi anak-anak dalam mengenal tugas dan peran petugas pemadam kebakaran. (SR)









































