Tak Cukup Razia, Ogek Agus Minta Pemerintah Bongkar Akar Prostitusi di Aceh

KHAIRUL MIZA

- Redaksi

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:56 WIB

50123 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Selatan|Oposisi News 86 — Praktik prostitusi dan kasus pekerja seks komersial (PSK) yang masih ditemukan di Aceh kembali menjadi sorotan berbagai kalangan. Aktivis Perlindungan Perempuan dan Anak, Gusmawi Mustafa atau yang akrab disapa Ogek Agus, menyampaikan keprihatinan mendalam atas fenomena tersebut yang dinilai mencederai marwah Aceh sebagai daerah yang menerapkan Syariat Islam.

Menurutnya, keberadaan praktik prostitusi di “Bumi Syariat” merupakan tamparan keras bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah, bahwa penegakan nilai moral dan Syariat Islam belum berjalan secara maksimal sebagaimana yang dicita-citakan bersama.

“Sungguh sangat menyedihkan, di Bumi Syariat Islam, praktik prostitusi dan kasus PSK masih terus ditemukan. Fenomena ini menjadi tamparan bagi kita semua, bahwa penegakan nilai-nilai moral dan Syariat Islam belum berjalan sebagaimana yang diharapkan,” ujar Ogek Agus.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, persoalan prostitusi tidak bisa disikapi hanya dengan razia sesaat atau sekadar penindakan simbolik. Dibutuhkan keseriusan, keberanian, dan ketegasan dalam membangun sistem perlindungan sosial, penguatan moral, serta penegakan hukum yang adil dan tidak tebang pilih.

“Apabila kita merasa tidak mampu memberantasnya hingga ke akar-akarnya, tidak sanggup menutup celah yang menjadi penyebab terus tumbuhnya praktik maksiat tersebut, maka jangan hanya menjadikan Syariat Islam sebagai slogan semata. Perlu ada keseriusan, keberanian, dan ketegasan dalam penegakan aturan, termasuk melalui penguatan regulasi dalam perubahan UUPA, agar Syariat Islam benar-benar hadir sebagai solusi, pelindung moral masyarakat, serta penjaga marwah Aceh sebagai Serambi Mekkah,” tegasnya.

Baca Juga :  Harapan Baru di Tengah Wacana Pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara

Ogek Agus menilai, persoalan prostitusi harus dipetakan secara menyeluruh dan tidak boleh dipandang secara dangkal. Menurutnya, ada banyak faktor yang menjadi penyebab seseorang terjerumus ke dalam praktik tersebut, mulai dari tekanan ekonomi, rendahnya pendidikan, lemahnya pengawasan keluarga, pengaruh lingkungan, hingga perkembangan teknologi dan media sosial yang membuka ruang transaksi terselubung.

Ia juga menyoroti pentingnya mengungkap jaringan dan pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari praktik prostitusi, termasuk para pelanggan, mucikari, hingga oknum yang membekingi aktivitas tersebut.

“Jangan hanya perempuan yang ditangkap lalu dipermalukan di ruang publik, sementara pelanggan, pelaku utama, penyedia tempat, hingga pihak yang menikmati keuntungan justru lolos tanpa proses hukum yang jelas. Penegakan hukum harus berkeadilan dan tidak boleh tebang pilih,” katanya.

Menurutnya, perempuan yang terlanjur masuk dalam lingkaran prostitusi tidak semuanya hadir karena pilihan hidup, tetapi banyak yang menjadi korban keadaan, tekanan ekonomi, kekerasan, penelantaran, hingga minimnya akses pekerjaan yang layak.

Selain penegakan hukum, Ogek Agus juga mendorong adanya pendekatan kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi bagi perempuan yang ingin keluar dari lingkaran prostitusi. Ia meminta pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, dan masyarakat untuk hadir memberikan solusi nyata, bukan sekadar stigma dan hukuman sosial.

Baca Juga :  Dari Pedalaman Aceh Utara, Gampong Darussalam Menjawab Krisis Moral dengan Pengajian

“Mereka bukan hanya objek penindakan, tetapi juga manusia yang harus diselamatkan. Negara dan masyarakat harus hadir memberikan pembinaan, pendampingan psikologis, pelatihan keterampilan, bantuan usaha, hingga akses pekerjaan yang layak agar mereka bisa bangkit dan menjalani hidup yang lebih bermartabat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemberantasan prostitusi tidak akan pernah berhasil apabila akar persoalan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan sosial tidak diselesaikan secara serius.

Mengajak Semua Pihak Menjaga Marwah Aceh

Di akhir pernyataannya, Ogek Agus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya sibuk menyalahkan, tetapi bersama-sama membangun kesadaran moral, memperkuat pendidikan agama dalam keluarga, serta menjaga generasi muda dari pengaruh pergaulan bebas dan degradasi moral.

“Aceh dikenal sebagai Serambi Mekkah. Marwah itu harus kita jaga bersama, bukan hanya dalam simbol dan slogan, tetapi dalam tindakan nyata, keadilan hukum, kepedulian sosial, dan keberanian melindungi masyarakat dari kerusakan moral. Sudah saatnya kita bergerak bersama, bukan saling menyalahkan, tetapi saling menguatkan demi masa depan Aceh yang lebih bermartabat,” pungkasnya. (Khairul Miza)

Berita Terkait

Pegadaian Syariah dan Serikat Pekerja Bersama Rumah Zakat Gelar Khitanan Massal untuk 16 Anak di Banda Aceh
Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues
Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues
Dua Mantan Petani Ganja Gayo Lues Bersaksi di Hadapan Kepala BNN RI, Program Alih Komoditas Jadi Sorotan Puncak HANI
Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara
20 Pejabat Eselon II Diuji, Pemkab Aceh Utara Mulai Bongkar Formasi Pimpinan
Kadis Kominfo Gayo Lues Ajak Insan Pers Perkuat Kemitraan dan Bangun Komunikasi Terbuka
Pengawasan Internal Diperketat, Polres Gayo Lues Pastikan Personel Bebas Narkoba dan Judi Online

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:05 WIB

‎Gotong Royong Bersihkan Pantai Ai Limung, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI dan Rakyat ‎

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:38 WIB

Perkuat Pelayanan Air Bersih, Dandim 1607/Sumbawa Dukung Kebijakan Penyesuaian Tarif Perumda Batulanteh

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:05 WIB

Tim Inafis Turun Tangan Usai Penemuan ABK Meninggal di Perairan Gilimas

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:05 WIB

Kodim 1607/Sumbawa Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Penyiapan Satuan Perbantuan Triwulan II TA 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:53 WIB

Kasdim 1607/Sumbawa: Data Akurat Kunci Keberhasilan Pembangunan Ekonomi Nasional

Senin, 29 Juni 2026 - 16:58 WIB

‎Kebersamaan TNI dan Rakyat Terwujud dalam Pembangunan Masjid Baiturrahman

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:53 WIB

Anggota Posramil 02/Plampang Gelar Patroli Malam Demi Jaga Keamanan Wilayah

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:54 WIB

Cegah Gangguan Sejak Dini, Patroli Rutin TNI Disambut Positif Masyarakat

Berita Terbaru