Ruang Digital Bukan Medan Perpecahan, Warganet Diajak Utamakan Nilai Kemanusiaan

DEDY ARYANTO

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:06 WIB

50226 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane |Oposisi News 86 — Arus informasi yang bergerak cepat di media sosial dinilai mulai membawa dampak serius terhadap kehidupan sosial masyarakat. Perbedaan pandangan yang seharusnya menjadi bagian dari dinamika demokrasi justru kerap berubah menjadi pertikaian terbuka di ruang digital.

Fenomena saling menyerang, menyebarkan ujaran kebencian, hingga menjatuhkan pihak lain demi kepentingan kelompok tertentu semakin mudah ditemukan dalam percakapan publik, termasuk di Aceh Tenggara.

Kondisi tersebut mendorong lahirnya gerakan sosial bertajuk “Ruang Digital Menuju Kepedulian Sosial” yang digagas Dedi Ariyanto. Gerakan ini mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, pegiat media sosial, mahasiswa, dan tokoh masyarakat untuk kembali menempatkan nilai kemanusiaan sebagai fondasi utama dalam berinteraksi di ruang digital.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ajakan itu muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap penggunaan media sosial yang dinilai mulai kehilangan arah. Ruang digital yang semestinya menjadi wadah bertukar informasi, memperluas pengetahuan, dan membangun solidaritas sosial justru kerap dipenuhi narasi provokatif yang memecah belah masyarakat.

Perbedaan pilihan politik, pandangan sosial, bahkan persoalan pribadi sering kali dibawa ke ruang publik dengan cara yang tidak sehat.

“Beda pendapat itu wajar, tetapi rasa kemanusiaan jangan hilang. Jangan sampai media sosial merusak persaudaraan,” ujar Dedi dalam seruan moral gerakan tersebut, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga :  Satresnarkoba Polres Gayo Lues Bongkar Penyalahgunaan Sabu di Rikit Gaib, Pemasok Masuk Daftar Buronan

Menurutnya, kebebasan berekspresi di era digital tidak boleh dimaknai sebagai kebebasan untuk menyerang atau merendahkan orang lain. Ia menilai banyak pengguna media sosial terlalu mudah terpancing emosi tanpa memikirkan dampak jangka panjang terhadap hubungan sosial di tengah masyarakat. Akibatnya, ruang digital perlahan berubah menjadi arena konflik yang memicu kebencian dan permusuhan berkepanjangan.

Fenomena ini bukan persoalan sepele. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai konflik di media sosial terbukti berdampak langsung terhadap kehidupan nyata masyarakat. Hubungan pertemanan retak, keluarga terpecah karena perbedaan pandangan, hingga munculnya ketegangan sosial di lingkungan sekitar menjadi dampak nyata yang semakin sering terjadi. Ironisnya, sebagian pihak justru memanfaatkan situasi tersebut demi kepentingan tertentu dengan menggiring opini dan memperkeruh suasana.

Kondisi itu memperlihatkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menggunakan media sosial secara bijak. Banyak pengguna lebih mengedepankan ego dan emosi dibandingkan verifikasi informasi maupun etika berkomunikasi. Kritik dan perbedaan pendapat yang seharusnya dapat disampaikan secara dewasa justru berubah menjadi serangan personal yang memicu kegaduhan berkepanjangan.

Di sisi lain, pengawasan terhadap penyebaran konten provokatif dinilai masih lemah. Edukasi literasi digital yang selama ini digaungkan juga dianggap belum menyentuh akar persoalan. Pemerintah, lembaga pendidikan, hingga tokoh masyarakat dinilai perlu hadir lebih serius membangun kesadaran publik agar media sosial tidak terus menjadi ruang liar yang dipenuhi konflik verbal.

Baca Juga :  Boat Race Langsa 2026 Berakhir Meriah, Hutan Kota Kian Didorong Jadi Pusat Wisata Olahraga Air Aceh

Gerakan tersebut menekankan bahwa kekuatan bangsa bukan terletak pada kesamaan pandangan, melainkan kemampuan untuk tetap bersatu di tengah perbedaan. Semangat saling menghargai dan menghormati dinilai menjadi kunci menjaga keharmonisan sosial di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi.

Ajakan untuk menghadirkan narasi yang menyejukkan di ruang digital juga dinilai penting di tengah situasi masyarakat yang mudah terpolarisasi. Sebab, ketika media sosial dipenuhi kemarahan dan kebencian, dampaknya tidak hanya berhenti di layar telepon genggam, tetapi juga merembet ke kehidupan sosial masyarakat secara nyata.
Karena itu, masyarakat diingatkan agar tidak mudah terpancing provokasi maupun terlibat dalam penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya.

Ruang digital seharusnya menjadi jembatan persatuan dan kepedulian sosial, bukan alat untuk menghancurkan persaudaraan hanya karena perbedaan pandangan.
Gerakan ini sekaligus menjadi kritik terbuka terhadap pola interaksi digital yang semakin kehilangan empati.

Di tengah kemajuan teknologi yang terus berkembang, nilai kemanusiaan justru dinilai mulai terpinggirkan. Jika kondisi itu terus dibiarkan, ruang digital dikhawatirkan akan menjadi sumber konflik sosial baru yang sulit dikendalikan. [Red]

Berita Terkait

Panen Perdana Jagung Yonif TP 855/Raksa Dharma, BNNK Gayo Lues Dorong Petani Beralih ke Komoditas Legal
Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi Terungkap di Raklunung, Polisi Telusuri Asal Solar dan Pertalite
Razia Dini Hari di Blangkejeren, Dua Pria Diduga Main Judi Online Diamankan Polisi
Ibnu Hafit Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Narkoba, Pemda Gayo Lues Perlu Perkuat Perlindungan Anak Sejak Dini
Razia Bergeser dari Perempatan Blower ke Blangkejeren, Polres Gayo Lues Tingkatkan Penertiban Lalu Lintas
Plt. Sekda Gayo Lues H. Irwansyah Tekankan Peran Relawan Anti Narkotika, Pencegahan Harus Diperkuat hingga Tingkat Desa
BNNK Gayo Lues Perkuat Peran Relawan Anti Narkoba, Pemerintah Desa Didorong Aktif Lindungi Generasi Muda
Dua Paket Diduga Sabu Seberat 0,18 Gram Diamankan Polisi di Blangjerango, Satu Pria Diperiksa

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru