Delapan Abad Pasai, Zikir Menggema dan Pesan Kebangkitan Menguat

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Kamis, 10 September 2026 - 12:37 WIB

5072 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lhoksukon|Oposisi News 86 – Ribuan warga memenuhi Lapangan Upacara Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Lhoksukon, Rabu malam (9/9/2026). Mereka larut dalam zikir dan tausiyah akbar yang digelar sebagai bagian dari peringatan 800 tahun Samudera Pasai dan Hari Jadi ke-800 Aceh Utara.

Mengusung tema “Tajaga Adat, Tapeukong Syariat”, kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda utama Piasan Pase 2026, perhelatan yang berlangsung 7–13 September dengan memadukan sejarah, adat, budaya, keislaman serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Tgk. Habibi An-Nawawi, Lc., M.Dipl., yang tampil sebagai penceramah utama, mengingatkan bahwa delapan abad Samudera Pasai tidak semestinya dipandang sekadar sebagai catatan masa lampau.
Menurut dia, warisan Pasai justru terletak pada nilai yang pernah menopang kehidupan masyarakatnya: keimanan, ilmu, keadilan dan persatuan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Memperingati 800 tahun Samudera Pasai bukan sekadar merayakan masa lalu, tetapi kembali ke akar keislaman kita,” ujar Tgk Habibi.

Ia menilai adat dan syariat merupakan fondasi yang tidak semestinya dipertentangkan.
“Jangan sampai kita meninggalkan adat karena agama, dan jangan pula kita meninggalkan agama karena adat. Keduanya ibarat dua sayap satu burung,” katanya.

Baca Juga :  Pemdes Peudari Salurkan BLT kepada 132 Keluarga, Perkuat Program Sosial dan Keagamaan

Dari Jejak Pasai ke Masa Depan

Dai asal Aceh yang sebelumnya meraih juara pertama Akademi Sahur Indonesia (AKSI) Indosiar 2026 itu menyebut Samudera Pasai dahulu bukan hanya dikenal sebagai pusat perdagangan, tetapi juga ruang tumbuhnya dakwah dan tradisi keilmuan Islam di Nusantara.

“Delapan abad berlalu. Banyak kerajaan datang dan pergi. Tapi Samudera Pasai tetap hidup dalam hati anak cucunya. Mengapa? Karena ia berdiri di atas keimanan dan keadilan,” ucapnya.

Bagi Tgk Habibi, kebanggaan terhadap sejarah akan kehilangan makna jika tidak melahirkan ikhtiar pada masa kini.

“Tugas kita hari ini bukan sekadar mengenang, tetapi membangun kembali kejayaan itu dengan ilmu, akhlak dan persatuan,” tuturnya.

Ia juga menempatkan keadilan sebagai salah satu prasyarat kemakmuran. Kemajuan Aceh Utara, kata dia, tidak cukup dilihat dari pembangunan infrastruktur, tetapi harus tercermin melalui kesejahteraan, pendidikan, akhlak dan perlakuan yang adil terhadap masyarakat.

“Aceh Utara bangkit itu bukan slogan. Itu doa. Itu ikhtiar. Dan ikhtiar itu tidak akan sempurna tanpa persatuan,” tegasnya.

Baca Juga :  Piala Presiden Direktur PAG, 13 Desa Adu Kekuatan di Lapangan Voli

Ia mengajak pemerintah, ulama, tokoh adat, generasi muda dan seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai energi bersama untuk menata masa depan daerah.

Piasan Pase dan Makna Delapan Abad

Piasan Pase 2026 tidak hanya diisi kegiatan seremonial. Sejumlah agenda digelar, antara lain expo pertanian dan mitigasi bencana, seni tradisional, drama sejarah Sultan Malik Al-Saleh, perlombaan keagamaan, kegiatan sosial, donor darah, penanaman pohon, kenduri rakyat dan pasar murah.

Dinas Syariat Islam Aceh Utara turut membagikan ratusan Al-Qur’an cetakan Madinah kepada pengunjung. Langkah tersebut dimaksudkan memperkuat dimensi keagamaan dalam peringatan delapan abad Pasai.

Kehadiran Tgk Habibi semula dijadwalkan pada Selasa malam (8/9), tetapi agenda bergeser sehari akibat kendala penerbangan.
Zikir dan tausiyah itu dihadiri Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, jajaran pemerintah daerah, ulama, tokoh adat serta masyarakat dari berbagai penjuru Aceh Utara.

Delapan abad setelah kejayaan Pasai, pesan yang disampaikan malam itu sederhana: sejarah bukan untuk sekadar dikenang, melainkan dijadikan cermin dalam menata hari depan. (SR)

Berita Terkait

Dua Pria Diamankan di Kampung Jawa Gayo Lues, Polisi Sita 1,65 Gram Sabu
Sabu Diduga Beredar di Lingkungan Warga, Polisi Amankan Pria 28 Tahun: Perang Narkotika Jangan Berhenti pada Penangkapan
Innalillahi, wa inna ilaihi raji’un, Jamaluddin Alias Plin Berpulang ke Rahmatullah
Delapan Abad Samudera Pasai, Al-Qur’an Menggema di Arena Piasan Pase
Sapi Berkeliaran Masuk Kota Blangkejeren, Penertiban Dipertanyakan
Madu Kelulud Jadi Etalase Potensi Geureudong Pase di Milad 800 Aceh Utara
Genset PLN Beroperasi Malam Hari di Permukiman, Warga Terganggu Suara Bising; PLN Akui untuk Atasi Defisit Daya
Kepala SD Negeri 1 Lae Pemualan Disorot, Kehadiran Pimpinan, Kondisi MCK dan Transparansi Dana BOS Dipertanyakan

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:27 WIB

‎Perkuat Kehadiran di Wilayah Binaan, Babinsa Jorok Dampingi Bantuan Pangan ‎

Rabu, 16 September 2026 - 08:19 WIB

Dari Lunyuk Ode, Semangat Qur’ani Tumbuhkan Generasi Berintegritas dan Berakhlak Mulia

Selasa, 15 September 2026 - 20:16 WIB

‎Jelang Musim Tanam, Babinsa Kakiang Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:05 WIB

Mencegah Sebelum Menjadi Bencana, Koramil 1607-07/Lunyuk Edukasi Warga tentang Risiko Kebakaran

Selasa, 15 September 2026 - 20:00 WIB

‎Babinsa Labuhan Ijuk Hadir di Tengah Musdes, Dukung Pembangunan Desa Berbasis Kebutuhan Masyarakat ‎

Selasa, 15 September 2026 - 19:55 WIB

Dari Kebijakan ke Masyarakat, Babinsa Kalimango Kawal 577 KK Terima Bantuan Beras

Selasa, 15 September 2026 - 19:42 WIB

Beras untuk Ketahanan Keluarga, Babinsa Baru Perkuat Sinergi dalam Penyaluran Bantuan Pangan Bapanas

Selasa, 15 September 2026 - 19:35 WIB

Danposramil Lape-Lopok Hadiri Penutupan Turnamen Kades Cup II Desa Pungkit

Berita Terbaru