Delapan Abad Samudera Pasai, Al-Qur’an Menggema di Arena Piasan Pase

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Jumat, 11 September 2026 - 08:36 WIB

5065 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lhoksukon|Oposisi News 86 – Delapan abad setelah Samudera Pasai tumbuh sebagai salah satu pusat peradaban Islam di Nusantara, jejak religius itu kembali dihidupkan di tanah Pase. Ribuan warga memadati Arena Piasan Pase, Lapangan Landing, Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis malam (10/9/2026), mengikuti haflah Al-Qur’an dan selawat.

Ayat-ayat suci bergema dari panggung utama. Sejumlah qari dari Aceh hingga tingkat nasional tampil bergantian, menyuguhkan bacaan Al-Qur’an yang membawa suasana peringatan Harlah Samudera Pasai ke-800 ke dalam nuansa keislaman yang kental.

Mereka di antaranya T. Syeh Zubaili, Tgk. Bardi Ramli, Tgk. H. Ibrahim Minsyari, Tgk. Muhammad Yanis, dan Tgk. Muhammad Faroq.

Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil bersama Ketua Panitia Harlah Samudera Pasai ke-800 turut hadir di panggung utama menyaksikan rangkaian haflah tersebut.

Ketika selawat mulai dilantunkan, atmosfer arena berubah semakin khidmat. Warga tetap memadati lokasi hingga kegiatan berlangsung, meski udara malam di Landing terasa dingin.

Haflah Al-Qur’an dan selawat merupakan bagian dari Piasan Pase 2026, perhelatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk menandai 800 tahun perjalanan Samudera Pasai.

Baca Juga :  SPPG Keutapang Disorot: Limbah Masuk Parit, SLHS Belum Terbit

Peringatan delapan abad itu sekaligus menjadi ruang untuk menempatkan kembali sejarah Samudera Pasai dalam kesadaran masyarakat. Bukan semata tentang usia sebuah kerajaan, melainkan tentang warisan peradaban, tradisi dan nilai keislaman yang pernah menjadikan kawasan Pase sebagai salah satu simpul penting perkembangan Islam di Nusantara.

Di tengah perubahan zaman, Piasan Pase menjadi upaya untuk memastikan warisan tersebut tidak berhenti sebagai cerita masa lalu. Sejarah dihadirkan kembali melalui seni, budaya dan kegiatan keagamaan, agar identitas Samudera Pasai tetap memiliki tempat dalam kehidupan generasi hari ini. (SR)

Berita Terkait

Dua Pria Diamankan di Kampung Jawa Gayo Lues, Polisi Sita 1,65 Gram Sabu
Sabu Diduga Beredar di Lingkungan Warga, Polisi Amankan Pria 28 Tahun: Perang Narkotika Jangan Berhenti pada Penangkapan
Innalillahi, wa inna ilaihi raji’un, Jamaluddin Alias Plin Berpulang ke Rahmatullah
Sapi Berkeliaran Masuk Kota Blangkejeren, Penertiban Dipertanyakan
Madu Kelulud Jadi Etalase Potensi Geureudong Pase di Milad 800 Aceh Utara
Delapan Abad Pasai, Zikir Menggema dan Pesan Kebangkitan Menguat
Genset PLN Beroperasi Malam Hari di Permukiman, Warga Terganggu Suara Bising; PLN Akui untuk Atasi Defisit Daya
Kepala SD Negeri 1 Lae Pemualan Disorot, Kehadiran Pimpinan, Kondisi MCK dan Transparansi Dana BOS Dipertanyakan

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:27 WIB

‎Perkuat Kehadiran di Wilayah Binaan, Babinsa Jorok Dampingi Bantuan Pangan ‎

Rabu, 16 September 2026 - 08:19 WIB

Dari Lunyuk Ode, Semangat Qur’ani Tumbuhkan Generasi Berintegritas dan Berakhlak Mulia

Selasa, 15 September 2026 - 20:16 WIB

‎Jelang Musim Tanam, Babinsa Kakiang Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:05 WIB

Mencegah Sebelum Menjadi Bencana, Koramil 1607-07/Lunyuk Edukasi Warga tentang Risiko Kebakaran

Selasa, 15 September 2026 - 20:00 WIB

‎Babinsa Labuhan Ijuk Hadir di Tengah Musdes, Dukung Pembangunan Desa Berbasis Kebutuhan Masyarakat ‎

Selasa, 15 September 2026 - 19:55 WIB

Dari Kebijakan ke Masyarakat, Babinsa Kalimango Kawal 577 KK Terima Bantuan Beras

Selasa, 15 September 2026 - 19:42 WIB

Beras untuk Ketahanan Keluarga, Babinsa Baru Perkuat Sinergi dalam Penyaluran Bantuan Pangan Bapanas

Selasa, 15 September 2026 - 19:35 WIB

Danposramil Lape-Lopok Hadiri Penutupan Turnamen Kades Cup II Desa Pungkit

Berita Terbaru