Sumbawa Besar, ( Kamis 8 Januari 2026), – Kabupaten Sumbawa kembali menegaskan keseriusan dan kesiapan totalnya untuk menjadi lokasi pembangunan SMA Unggul Garuda, salah satu program strategis nasional di bidang pendidikan, melalui kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Stella Christie, Ph.D, ke Kabupaten Sumbawa.
Kunjungan Wamendikti Saintek tersebut disambut langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, didampingi Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, Kepala Bappeda, serta jajaran perangkat daerah terkait.
Dalam sambutannya, Kamis (8/1/2026), Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan Wamendikti Saintek beserta jajaran ke Kabupaten Sumbawa. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam upaya mendorong pemerataan akses pendidikan unggulan di daerah.

Bupati menegaskan bahwa kesiapan Kabupaten Sumbawa tidak hanya sebatas pada penyediaan lahan, melainkan mencakup dukungan infrastruktur dasar, kesiapan regulasi daerah, dukungan sosial masyarakat, serta komitmen kebijakan jangka panjang agar pembangunan dan pengelolaan SMA Unggul Garuda dapat berjalan optimal, berkelanjutan, dan memberi manfaat luas bagi daerah.
“Pemerintah Kabupaten Sumbawa siap mendukung penuh pembangunan SMA Unggul Garuda, baik dari aspek teknis, administratif, hingga sosial kemasyarakatan. Kami ingin memastikan sekolah unggulan ini tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” tegas Bupati.
Sebagai bentuk kesiapan konkret, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah menyiapkan dua alternatif lokasi strategis, masing-masing seluas 20 hektare.

Opsi pertama berada di Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwes, merupakan lahan milik Pemkab Sumbawa yang bersebelahan dengan Markas Batalyon Infanteri TP.
Opsi kedua terletak di kawasan Samota, berdekatan dengan Sirkuit MXGP, Sport Center, serta rencana pembangunan Batalyon Marinir, yang juga masuk dalam pengembangan kawasan strategis daerah.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Stella Christie menjelaskan bahwa pembangunan SMA Unggul Garuda merupakan visi langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang telah digagas sejak Februari 2024 dan diajukan secara resmi pada Mei 2024. Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan menengah berkualitas tinggi bagi putra-putri terbaik bangsa dari seluruh Indonesia, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.

“Sekolah ini akan menjadi ruang lahirnya calon pemimpin masa depan bangsa. Seleksi siswa dilakukan secara nasional, transparan, dan seluruh siswa mendapatkan beasiswa penuh,” jelas Prof. Stella.
Anggaran pembangunan satu unit SMA Unggul Garuda diperkirakan berada pada kisaran Rp213 miliar hingga Rp250 miliar. Sekolah ini akan menerapkan kurikulum nasional yang diperkaya standar internasional, dilengkapi dengan sistem asrama (boarding school), serta fasilitas pendidikan modern bertaraf global.
Lebih lanjut, Prof. Stella menegaskan bahwa SMA Unggul Garuda dibangun di atas tiga pilar utama, yakni pemerataan akses pendidikan berkualitas, pengembangan sekolah sebagai inkubator calon pemimpin bangsa, serta penguatan prestasi akademik yang berpadu dengan pengabdian kepada masyarakat. Pembangunan sekolah di daerah dinilai strategis karena memungkinkan interaksi langsung dengan lingkungan sekitar dan memberi dampak sosial-ekonomi yang nyata.

Pemerintah pusat juga telah menyiapkan dukungan lanjutan berupa anggaran pendidikan bagi lulusan SMA Unggul Garuda untuk melanjutkan studi ke universitas-universitas terbaik dunia. Jejaring dengan berbagai perguruan tinggi top global telah dibangun guna memastikan lulusan memiliki daya saing internasional sekaligus komitmen kuat membangun Indonesia.
Selain pembangunan sekolah baru, pemerintah turut mengembangkan program Sekolah Garuda Transformasi, yakni penguatan sekolah-sekolah berprestasi yang telah ada agar mampu bersaing masuk universitas kelas dunia. Secara nasional, ditargetkan pembangunan 20 SMA Unggul Garuda, dengan 4 sekolah telah memasuki tahap pembangunan, serta 80 Sekolah Garuda Transformasi.
Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, Prof. Stella bersama Bupati Sumbawa dan jajaran meninjau langsung kawasan Samota yang menjadi salah satu alternatif utama lokasi pembangunan. Kawasan ini dinilai strategis karena berdekatan dengan Kawasan Ekonomi Khusus Samota serta memiliki keunggulan lanskap alam dengan panorama Teluk Saleh.

Dalam peninjauan tersebut, Prof. Stella tampak antusias dan menilai kawasan Samota memiliki potensi kuat untuk mendukung ekosistem pendidikan unggulan bertaraf nasional dan internasional. Sementara itu, peninjauan alternatif lokasi di Desa Kerekeh dijadwalkan pada Jumat, 9 Januari 2026.
Dengan seluruh kesiapan tersebut, Kabupaten Sumbawa menegaskan posisinya sebagai daerah yang siap secara teknis, administratif, dan sosial untuk menjadi tuan rumah SMA Unggul Garuda, sekaligus berkontribusi langsung dalam agenda besar pembangunan sumber daya manusia unggul Indonesia. (Red)




































