Laporan: Dugaan Pungli Ratusan Juta di Lapas Narkotika Pangkalpinang, Kalapas Terseret.

alba

- Redaksi

Kamis, 4 September 2025 - 16:20 WIB

50263 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANGKALPINANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang kembali menjadi sorotan publik.

Kepala Lapas (Kalapas), Maman Herwaman, diduga terlibat dalam praktik pungutan liar (pungli) yang mencapai ratusan juta rupiah per minggu.

Informasi yang beredar menyebutkan, dugaan pungli ini melibatkan sejumlah narapidana yang diduga memiliki kendali penuh di dalam lapas.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan praktik ilegal ini mencuat dari laporan seorang narapidana bernama Rendi Febriansah alias Rendi.

Dalam laporannya, Rendi menuding adanya “monopoli” yang dilakukan oleh sejumlah narapidana (napi) dengan dukungan penuh dari Kalapas dan Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP).

“Kalau enggak bisa, Kalapas sama KPLP-nya pindah. Narapidananya saja harus pindah,” tegas Rendi dalam laporannya, mengindikasikan bahwa para pejabat tersebut tidak mampu mengendalikan situasi.

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, dugaan pungli ini dikoordinasikan oleh beberapa narapidana yang memiliki pengaruh besar, di antaranya:

* Amat Amrullah (kamar blok IB 7)
* Dio Arip Septiawan (kamar blok IB atas)
* Febrian alias Rendi Tato (kamar blok IB atas)

Baca Juga :  Penampungan Minyak Goreng Bekas di Tanjung Sengkuang Batam Diduga Tak Kantongi Izin

Narapidana-narapidana ini diduga bebas mengakses fasilitas seperti ponsel dan narkoba, karena di-“beck’up” oleh KPLP.
Pungutan Rp 100 Juta Per Minggu untuk Kalapas?

Laporan tersebut secara gamblang menyebutkan adanya pungutan liar dengan nominal fantastis yang diduga dialirkan langsung kepada Kalapas. “Pungli buat Kalapas (01) Rp 100 juta per minggu, yang diambil oleh Johan Batam yang diperintah Amat Amrullah,” demikian isi laporan tersebut.

Selain itu, KPLP (02) juga diduga menerima pungli sebesar Rp 50 juta per minggu dari kamar-kamar koordinasi. Laporan tersebut juga mengungkapkan adanya kutipan harian sebesar Rp 6 juta per hari per kamar, dengan dalih untuk membayar bon koperasi.

Sejumlah nama lain juga terseret dalam lingkaran dugaan praktik pungli dan peredaran narkoba di dalam lapas:

* Hendri alias Andre alias Boss Gai: Narapidana yang diduga menjadi “penjual shabu-shabu” dan membayar “koordinasi” kepada pejabat Lapas.

* Ari Gunawan: Pegawai Lapas yang disebut-sebut bertugas mengambil ponsel dari warga binaan yang tidak membayar uang koordinasi, atas perintah KPLP dan Amat Amrullah.

Baca Juga :  Kompolnas Award 2025: Polsek Batu Ampar Raih Predikat Terbaik se-Indonesia

* Johan Batam: Narapidana yang diperintah Amat Amrullah untuk memungut pungli.
* Pebrian alias Rendi: Diduga menjadi “tukang pukul” Amat untuk menagih utang narkoba.

Informasi ini telah menjadi viral dan menuai berbagai tanggapan. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, khususnya dari Kementerian Hukum dan HAM, untuk segera mengusut tuntas dugaan pungli ini.

Jika terbukti benar, praktik ini tidak hanya mencederai sistem peradilan, tetapi juga mengancam integritas lembaga pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang terkait dugaan pungli ini.

Publik menunggu tindakan tegas dari pihak berwenang untuk membersihkan praktik kotor yang diduga telah lama terjadi di balik jeruji besi. [Albab]

 

Catatan: Berita ini dibuat berdasarkan informasi dari sumber yang disebutkan. Kebenaran tuduhan masih perlu diverifikasi oleh pihak berwenang.

Berita Terkait

SKANDAL DUGAAN TAMBANG PASIR LAUT DI KARIMUN! ABDUL RAHMAN, S.H., M.H.: APH DAN MINTA APH BESERTA KEMENTERIAN ESDM JANGAN TUTUP MATA
GEJOLAK GELPER BATAM! 10 Lokasi Di SURATI  ALIANSI LSM ORMAS PEDULI KEPRI INGATKAN RESIKO HUKUM
Mawar Putih
Lima Tersangka Kasus Blackout Batam-Bintan, Tanggung Jawab Manajemen PLN Batam Dipertanyakan
Misteri Blackout Batam Terungkap! IPJI Kepri Tantang Bareskrim Bongkar Fakta
Respons Cepat Laporan Pengeroyokan di Bengkong Batam, Polisi Sudah Periksa 4 Saksi
Polda Kepri Tindak Lokasi Penyalahgunaan Narkotika Di Kota Batam, Dorong Pemulihan Kawasan.
Kasus Dugaan Korupsi PLN Batam: Transfaransi Dipertanyakan, KPK Ditantang Turun Tangan?

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:35 WIB

Panen Perdana Jagung Yonif TP 855/Raksa Dharma, BNNK Gayo Lues Dorong Petani Beralih ke Komoditas Legal

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi Terungkap di Raklunung, Polisi Telusuri Asal Solar dan Pertalite

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Razia Dini Hari di Blangkejeren, Dua Pria Diduga Main Judi Online Diamankan Polisi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Ibnu Hafit Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Narkoba, Pemda Gayo Lues Perlu Perkuat Perlindungan Anak Sejak Dini

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Razia Bergeser dari Perempatan Blower ke Blangkejeren, Polres Gayo Lues Tingkatkan Penertiban Lalu Lintas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Plt. Sekda Gayo Lues H. Irwansyah Tekankan Peran Relawan Anti Narkotika, Pencegahan Harus Diperkuat hingga Tingkat Desa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:02 WIB

BNNK Gayo Lues Perkuat Peran Relawan Anti Narkoba, Pemerintah Desa Didorong Aktif Lindungi Generasi Muda

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Dua Paket Diduga Sabu Seberat 0,18 Gram Diamankan Polisi di Blangjerango, Satu Pria Diperiksa

Berita Terbaru

NASIONAL

Bersama Masyarakat, Babinsa Dorong Desa Lebih Maju

Selasa, 3 Nov 2026 - 07:40 WIB

NASIONAL

Babinsa Ajak Perkuat Kebersamaan Sambut Penilaian Posyandu

Selasa, 3 Nov 2026 - 07:33 WIB