Kantor Imigrasi Klas 1 TPI Mataram Rekayasa Deportasi WNA Australia

REDAKSI NTB

- Redaksi

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:54 WIB

50370 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM, oposisinews86.com, (10 Juni 2026),– Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) wilayah Nusa Tenggara Barat, diterpa skandal besar terkait, laporan Deportasi palsu dan dugaan pemerasan dan pungli.

Indikasi tersebut terungkap dalam sebuah investigasi media terkait Deportasi fiktif atau rekayasa yang coba ditutupi, Imigrasi Kelas I TPI Mataram, terhadap Warga Negara Asing (WNA), Nichole Ann Jennings.

Nichole Ann Jennings sebelumnya dilaporkan di tangkap tim Pengawasan Orang Asing (Pora) di wilayah Kecamatan Jereweh, Sumbawa Barat, 2019 lalu. Ia di tangkap karena dilaporkan menyalahi izin tinggal dan izin memperkerjakan tenaga kerja asing. Ketika itu tim Pora terdiri dari Imigrasi Sumbawa, Kesbangpoldagri, Kepolisian dan TNI.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Status orang asing ini sudah di Deportasi pada 23 November 2025 lalu. Tapi, ia kembali masuk ke Indonesia pada 13 Desember 2025. Atau sekitar dua minggu pasca dia di deportasi,” kata, Cahyo Karyadi Prabowo, aktivis setempat, Selasa (9/6/2026).

Pasport NICHOLE ANN JENNINGS

Media mengantongi data perlintasan WNA tersebut dari Bandara Ngurai Rai, Denpasar Bali. Padahal status Deportasi harusnya terkunci dalam sistem ke Imigrasian diseluruh Indonesia. Tapi faktanya, Nichole Ann Jennings bebas masuk ke Indonesia bahkan NTB, kapan saja.

Sejumlah pihak melaporkan kejanggalan tersebut ke Ombustman RI Wilayah NTB. Ombustman menjawab dengan melakukan investigasi dan penyelidikan karena Imigrasi setempat menyembunyikan dan enggan memberikan keterangan resmi terhadap dokumen deportasi WNA tersebut.

Hasilnya, Ombustman menyebutkan, Imigrasi Kelas I Mataram, melakukan Mall Administrasi terhadap proses deportasi WNA tersebut karena tertutup serta melanggar SOP pelayanan yang berlaku diinternal Kementerian Imipas.

“Saya tidak bisa memberikan keterangan apapun sebab itu bukan bidang saya. Nanti kami jadwalkan ulang,”kata, Gunawan, Kepala Seksi (Kasi) Informasi dan Tehnologi (IT) Imigrasi Kelas I Mataram, menjawab wartawan, dikantornya, jalan Udayana, Mataram, Selasa, kemarin.

Baca Juga :  BLTS Kesra 2025: Babinsa Hadir Pastikan Bantuan Mengalir ke Penerima yang Berhak

Konfirmasi wartawan soal Deportasi fiktif atau rekayasa tersebut sudah berlangsung berminggu minggu. Tapi, keterangan resmi dari otoritas terkait soal kasus ini tidak kunjung diberikan.

Bahkan konfirmasi dan wawancara wartawan ditolak dengan berbagai alasan yang tidak jelas. Tidak hanya itu, wartawan yang berusaha mengambil foto dan mengabadikan juru bicara atau Humas Imigrasi Kelas I Mataram tersebut, pun dihalang halangi.

Foto selfie wartawan di tolak oleh Gunawan Kepala Seksi (Kasi) Informasi dan Tehnologi (IT) Imigrasi Kelas I Mataram, usai wawancara

 *Warga Ancam Tangkap WNA Australia* 

Sementara itu, warga Sumbawa Barat ramai ramai membuat famplet sendiri yang menobatkan Nichole Ann Jening, WNA Australia tersebut sebagai buronan Imigrasi. Karena kabur dari upaya Deprotasi Imigrasi dan aparat Indonesia.

“Langkah ini terpaksa kami ambil karena otoritas negara seperti imigrasi enggan mengawasi dan bertindak terhadap aturan yang mereka keluarkan sendiri. Bagaimana mungkin, status deportasi dua kali, tapi WNA ini masih bebas keluar masuk Indonesia hingga kini. Ada apa Imigrasi?, “kata, Cahyo, lagi.

Menurut Cahyo, negara dan aparat keamanan Indonesia tidak bisa berbuat apa apa terhadap, WNA Australia ini. Oleh sebab itu, ia akan menggerakkan people power masyarakat untuk menangkap Nchole Ann Jenning dimana saja di wilayah Sumbawa Barat.

“Jangan salahkan kami kalau warga bertindak. Karena yang bersangkutan sudah terlibat banyak masalah hukum di NTB serta menyalahi izin tinggal, tenaga kerja, serta membuat Perusahaan Pemodal Asing (PMA) fiktif,”ujarnya geram.

*Issu Pungli dan Korupsi Menyebar* 

Wakil Menteri (Wamen) Kementerian Imipas baru saja ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena terlibat korupsi izin tinggal tenaga kerja Asing dan deportasi palsu. Penyelidikan KPK juga berkembang hingga ke NTB.

Sebelumnya, KPK juga melakukan operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap kepala Imigrasi Kelas I Mataram, 2020 lalu. Kasusnya sama yakni Pungli izin tinggal dan rekayasa dokumen ke Imigrasian.

Baca Juga :  ‎Babinsa Desa Pukat Dampingi Penilaian Posyandu Tingkat Provinsi NTB ‎

Imigrasi kelas I Mataram adalah instansi yang dilaporkan sangat tertutup dan enggan melayani wartawan serta memberikan keterangan yang menuntut kejelasan status dokumen Imigrasi WNA yang bermasalah dan menjadi perhatian publik.

“Pungli dan soal rekayasa dokumen itu pak, sudah menjadi hal yang lumrah disana. Bukan rahasia lagi,” kata sumber anonim media, di Imigrasi setempat, Rabu (10/6).

Berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang ke Imigrasian pasal 81 hingga 85 tentang prosedur Derpotasi atau tindakan Kemigrasian jelas mengatur proses dan penyidikan Deportasi WNA. Disana masa retensi atau Deportasi WNA bisa dilakukan paling cepat enam bulan dan paling lama 10 tahun.

Sebelumnya, sebagaimana yang dirilies laman portal berita Insidenntb.com yang ditayangkan 16 September 2019 melaporkan, Kantor Imigrasi Klas II Sumbawa dalam kurun waktu satu bulan terakhir, akhirnya mendeportasi dua Warga Negara Asing (WNA) yang diduga melakukan penyalahgunaan ijin tinggal keimigrasian.

“Kedua (WNA) asal Austarlia itu sudah kami deportasi ke negaranya Minggu, (15/9) kemarin, dan mereka kedapatan menyalahi visa kunjungannya. Mereka juga menggunakan visa dan ijin tinggal wisata tetapi mereka bekerja. WNA ini melanggar masalah keimigrasian di Indonesia,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa Besar, Andy Cahyono Bayuadi saat di konfirmasi via selular Whatsapp, Senin (16/9) Siang.

Menurutnya, kedua warga negara asing yang dideportasi itu lantaran terbukti kuat menyalahi visa kunjungan dengan bekerja dan memiliki perusahaan.

“Jennings Nichole ANN (53) tahun dan anaknya Jennings Shelby Alexandra (26) tahun, langsung kami deportasi dengan potensi cekal dan visa kunjungan sudah dicabut,” bebernya. (Fr)

Berita Terkait

Meski Hadir Usai Acara Berlangsung, Kehadiran Kasat Lantas Polres Sumbawa Tetap Menjadi Kehormatan Besar bagi Keluarga Mempelai
Satlantas Polres Sumbawa Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas, Kapolres Bekali Pengemudi Ojek Online dengan Pelatihan PPGD dan Salurkan Bansos
‎Bupati Sumbawa Hentikan Tambang Emas Ilegal di Lantung, Green Bulaeng Desak Polisi Pasang Police Line dan Usut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi
Ayahwa Ketuk Pintu Kemensos, Desak Percepatan Pemulihan Banjir dan Akses Pendidikan di Aceh Utara
‎ ‎Sinergi Babinsa dan Pemerintah Desa Sampe Siapkan Perayaan HUT ke-81 RI ‎
Bupati Sumbawa Bersama Forkopimda Sidak Tambang Rakyat di Lantung, Tegaskan Tak Ada Lagi Aktivitas Tanpa Legalitas
Dituduh Tanpa Bukti Terkait Narkoba, IRT Klaim Diintimidasi Kades Kukin, Polisi Sebut Informasi Masih Sebatas Isu
Nomor Admin Di-Hack, Panca Sari Tours & Travel Imbau Pelanggan Sumbawa–Mataram Jangan Lagi Hubungi Nomor Lama

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:05 WIB

‎Gotong Royong Bersihkan Pantai Ai Limung, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI dan Rakyat ‎

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:38 WIB

Perkuat Pelayanan Air Bersih, Dandim 1607/Sumbawa Dukung Kebijakan Penyesuaian Tarif Perumda Batulanteh

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:05 WIB

Tim Inafis Turun Tangan Usai Penemuan ABK Meninggal di Perairan Gilimas

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:05 WIB

Kodim 1607/Sumbawa Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Penyiapan Satuan Perbantuan Triwulan II TA 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:53 WIB

Kasdim 1607/Sumbawa: Data Akurat Kunci Keberhasilan Pembangunan Ekonomi Nasional

Senin, 29 Juni 2026 - 16:58 WIB

‎Kebersamaan TNI dan Rakyat Terwujud dalam Pembangunan Masjid Baiturrahman

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:53 WIB

Anggota Posramil 02/Plampang Gelar Patroli Malam Demi Jaga Keamanan Wilayah

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:54 WIB

Cegah Gangguan Sejak Dini, Patroli Rutin TNI Disambut Positif Masyarakat

Berita Terbaru