Arogansi Berbaju Seragam: Oknum Kasatpol PP Simpang Kiri Nodai Etika Pejabat Publik

KABIRO SUBULUSSALAM- ACEH SINGKIL

- Redaksi

Rabu, 16 Juli 2025 - 22:28 WIB

50776 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam — Citra penegak perda kembali tercoreng. Abdul Malik, S.Pd, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, saat ini menjadi sorotan tajam dan menuai kecaman keras dari masyarakat, Rabu (16/07/2025).

Insiden dugaan arogansi dan tindakan di luar etika yang dilakukannya di sebuah warung kopi di kawasan terminal kota Subulussalam pada Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB, telah memicu kemarahan publik dan mempertanyakan integritas aparat negara.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saksi mata secara gamblang menggambarkan bagaimana oknum Kasat Pol PP ini memasuki warung kopi layaknya preman, bukan pejabat publik.

Tanpa salam, tanpa sopan santun, ia berbicara dengan nada tinggi yang jauh dari perilaku seorang abdi negara yang seharusnya mengayomi.

“Kita ini bangsa yang punya adat istiadat dan tata krama. Kalau masuk ke tempat orang, harusnya sopan. Ini malah datang seperti mencari keributan,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya, menyuarakan kekecewaan atas sikap yang merendahkan nilai-nilai lokal.

Baca Juga :  Skandal Ijazah di Subulussalam: Kepala SD Pulo Belen Disorot Tajam, Gagal Akreditasi hingga Ijazah Bertanda Tangan 'Orang Lain'!

Namun, arogansi Abdul Malik tak berhenti di situ. Ia dilaporkan merampas speaker aktif milik pemilik warung tanpa dasar dan prosedur yang jelas.

Lebih parah lagi, ia secara sepihak menuding warung kopi tersebut sebagai tempat maksiat tanpa bukti valid, sebuah tuduhan serius yang mencoreng nama baik usaha dan pemiliknya.

“Tuduhan sepihak seperti itu sudah mencemarkan nama baik kami. Kalau ini penertiban, kenapa hanya speaker milik kami yang disita? Banyak warung lain juga pakai speaker, tapi tidak disentuh sama sekali,” protes pemilik warung dengan nada getir, menyoroti diskriminasi dan tebang pilih yang kasat mata.

Tindakan sewenang-wenang dan diskriminatif ini sontak memantik kemarahan publik. Masyarakat mempertanyakan bagaimana seorang pejabat yang seharusnya menjunjung tinggi keadilan bisa bertindak intimidatif, mencederai rasa keadilan, dan mengabaikan hak warga.

Penegakan aturan yang seharusnya bermartabat, justru dinodai dengan gaya-gaya yang lebih mirip penindasan ketimbang penertiban.

Berbagai elemen masyarakat di Kecamatan Simpang Kiri mendesak Wali Kota Subulussalam dan Inspektorat untuk segera mengevaluasi kinerja dan etika kepemimpinan Abdul Malik.

Baca Juga :  Upacara Memperingati Hari Ulang Tahun TNI ke 79 dilaksanakan penuh hikmat di lapangan SADA KATA tahun 2024 di Kota Subulussalam

“Sangat disayangkan jika seorang pejabat publik yang seharusnya menjadi contoh justru bertindak sewenang-wenang. Ini mencederai kepercayaan masyarakat terhadap aparat,” tegas seorang tokoh adat setempat, menyuarakan kegelisahan kolektif.

Ironisnya, ketika awak Media mencoba meminta klarifikasi, Abdul Malik memilih bungkam seribu bahasa.

Sikap tertutup dan enggan bertanggung jawab ini justru semakin memperkuat dugaan penyalahgunaan wewenang dan menumbuhkan kecurigaan publik terhadap institusi Satpol PP yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat, bukan penakut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari pihak Satpol PP Kecamatan Simpang Kiri maupun Pemerintah Kota Subulussalam.

Keheningan ini justru semakin memperparah kekecewaan masyarakat, menyiratkan bahwa insiden arogansi berjubah seragam ini mungkin saja dianggap remeh atau bahkan dilindungi.

Pertanyaannya kini, sampai kapan masyarakat harus menyaksikan pejabat publik bertindak layaknya “raja kecil” yang kebal hukum dan etika?. [ER.K]

Berita Terkait

SDN SKPB SP II Namo Buaya Gelar Sosialisasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Masyarakat Panglima Sahman Penuhi Undangan Inspektorat Terkait Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa
RAPI Kota Subulussalam Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Banjir di Kecamatan Runding
SMA Pesantren Raudhatul Jannah Lakukan Revitalisasi Tiga Ruangan, Target Selesai Tepat Waktu
Laporan Dugaan Penyimpangan Dana Desa Panglima Sahman Masih Diproses Kejari Subulussalam
Sorotan Audit Dana Desa Panglima Sahman: Aroma Markup dan Kegiatan Fiktif Menyengat
PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH JABATAN ESELON V KEJAKSAAN NEGERI SUBULUSSALAM BERLANGSUNG KHIDMAT
DPC CAPA Subulussalam Soroti Dugaan Penggelapan Dana Desa Rp266 Juta oleh Mantan Pj Kepala Kampong Dah

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 07:24 WIB

Menhan Tekankan Peran Pers Hadapi Perang Psikologis di Era Digital

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:14 WIB

Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB