Moyo Hilir, Sumbawa – Sebagai ujung tombak pembinaan teritorial di tingkat desa, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1607-12/Moyo Hilir terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kondusivitas wilayah melalui kegiatan komunikasi sosial (Komsos). Rabu (29/7/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata TNI AD dalam membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi untuk menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis. Selain sebagai sarana mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan Babinsa untuk menyampaikan berbagai pesan pembinaan kepada masyarakat.
Di Desa Olat Rawa, Babinsa Serda Suhermanto mengajak masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Ia menekankan bahwa keamanan desa merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui kepedulian, kebersamaan, dan komunikasi yang baik antar warga.
Babinsa juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, menjaga kerukunan antar warga, serta segera berkoordinasi dengan aparat desa maupun Babinsa apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan. Menurutnya, langkah pencegahan melalui komunikasi dan kebersamaan jauh lebih efektif dibandingkan penyelesaian setelah muncul konflik.
Sementara itu, di Desa Kakiang, Babinsa Serda Taufikurrahman memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kerukunan dan semangat gotong royong sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat. Ia mengajak warga untuk terus memelihara budaya saling membantu dalam berbagai aktivitas sosial maupun pertanian, seperti saat mengolah lahan, masa tanam, hingga panen padi.
Menurutnya, budaya gotong royong merupakan warisan luhur bangsa yang harus terus dipertahankan karena mampu mempererat hubungan sosial, memperkuat rasa persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian antar sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan desa dan menciptakan ketahanan wilayah yang tangguh.
Danramil 1607-12/Moyo Hilir, Kapten Cba Ruslan, mengatakan bahwa komunikasi sosial merupakan bagian dari metode pembinaan teritorial yang dilaksanakan secara berkesinambungan oleh setiap Babinsa. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga sebagai mitra yang siap membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial di lingkungan binaannya.
”Babinsa harus mampu menjadi penghubung antara TNI dengan masyarakat. Melalui komunikasi sosial yang dilakukan secara rutin, berbagai informasi dan perkembangan situasi di wilayah dapat diketahui sejak dini sehingga langkah-langkah pencegahan maupun penyelesaian permasalahan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan humanis,” ujar Kapten Cba Ruslan.
Ia menambahkan, keberhasilan pembinaan teritorial tidak hanya diukur dari terciptanya situasi keamanan yang kondusif, tetapi juga dari semakin kuatnya rasa persatuan, kepedulian, dan semangat kebersamaan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan komunikasi sosial yang dilakukan secara rutin dan berkesinambungan, Koramil 1607-12/Moyo Hilir berharap hubungan kemanunggalan TNI dengan rakyat akan semakin kokoh. Sinergi yang telah terbangun diharapkan mampu menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung kelancaran program pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(Pendim 1607/Sumbawa).



































