Jangan Jadikan Mahkamah Syari’ah Pintu Pertama, Hendrika Desak Mediasi Rumah Tangga Diperkuat

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:22 WIB

50120 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur|Oposisi News 86 — Tokoh masyarakat Aceh Timur, Hendrika Saputra, A.Md., meminta persoalan rumah tangga yang mengarah pada perceraian tidak langsung berakhir di Mahkamah Syari’ah. Ia mendorong adanya ruang dialog terlebih dahulu melalui keluarga, gampong, lembaga adat, dan KUA, sepanjang persoalan tersebut masih memungkinkan untuk didamaikan.

Hendrika menyampaikan pandangan itu, Selasa (25/8/2026). Baginya, perceraian semestinya menjadi jalan terakhir setelah berbagai upaya memperbaiki hubungan ditempuh secara proporsional dan tetap berada dalam koridor hukum.

“Kalau persoalan rumah tangga masih bisa diselesaikan secara kekeluargaan, jangan langsung dibawa ke Mahkamah Syari’ah. Berikan kesempatan kepada keluarga untuk mencari jalan damai,” ujar Hendrika.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai keluarga merupakan pintu pertama yang paling tepat untuk membaca persoalan secara utuh. Bila tidak ditemukan jalan keluar, mediasi dapat dilanjutkan di tingkat gampong dengan melibatkan Geuchik, perangkat gampong, tokoh adat, tokoh agama, serta unsur terkait sesuai kewenangannya.

Gagasan tersebut, menurut Hendrika, memiliki relevansi dengan langkah Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky yang mendorong penguatan lembaga adat sebagai bagian dari penyelesaian persoalan masyarakat.

Baca Juga :  Benteng Terakhir Ada di Sekolah, BNNK Gayo Lues Minta Perang Melawan Narkoba Dimulai dari Ruang Kelas

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bersama Majelis Adat Aceh (MAA) juga tengah mendorong pematangan Rancangan Qanun (Raqan) Gampong tentang Peradilan Adat. Penguatan kelembagaan itu diperkuat dengan pelantikan pengurus MAA Kabupaten Aceh Timur periode 2026–2030.

Bagi Hendrika, momentum tersebut harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata. Lembaga adat tidak cukup hadir dalam seremoni, tetapi harus mampu menjadi bagian dari sistem penyelesaian persoalan masyarakat yang sesuai ketentuan.

“Adat harus menjadi ruang dialog dan penyelesaian sepanjang perkara tersebut memang berada dalam kewenangan yang dapat ditangani di tingkat gampong. Jangan sampai penyelesaian lokal justru bertentangan dengan hukum,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi peran KUA. Menurutnya, lembaga tersebut dapat memberikan pembinaan kepada pasangan yang sedang menghadapi keretakan rumah tangga, terutama mengenai tanggung jawab masing-masing, konsekuensi perceraian, serta kepentingan anak.

“KUA bukan mengambil kewenangan Mahkamah Syari’ah. Perannya memberikan pembinaan, nasihat dan fasilitasi sesuai kewenangan. Jika upaya tersebut tidak berhasil, masyarakat tetap berhak menempuh jalur peradilan,” jelasnya.

Hendrika menegaskan, gagasan tersebut bukan upaya mempersempit akses masyarakat terhadap hukum. Sebaliknya, ia ingin memastikan pasangan yang menghadapi persoalan memperoleh kesempatan yang layak untuk mempertimbangkan kembali keputusan sebelum perceraian menjadi pilihan terakhir.

Baca Juga :  Segenap keluarga Besar Media Oposisi News 86 Aceh Utara Provinsi Aceh serta seluruh mitra kerja mengucapkan:

“Yang kita dorong bukan menutup pintu Mahkamah Syari’ah, melainkan membuka ruang bagi perdamaian sebelum keputusan final diambil. Kepentingan anak juga harus menjadi pertimbangan utama,” tegasnya.

Ketua Mahkamah Syari’ah Idi, Wafa’, S.H.I., M.H., yang dikonfirmasi melalui Humas Mahkamah Syari’ah Idi, Ilyas, lewat WhatsApp terkait pandangan tersebut, memberikan respons berupa tanda jempol (👍).

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan substantif dari pihak Mahkamah Syari’ah Idi mengenai gagasan penguatan mediasi melalui keluarga, gampong, KUA, dan lembaga adat sebelum perkara didaftarkan.

Hendrika berharap MAA Aceh, Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, serta pemerintah kabupaten/kota lainnya memperkuat edukasi publik mengenai penyelesaian persoalan secara berjenjang.
Menurutnya, sinergi antarunsur tersebut dapat menciptakan ruang penyelesaian yang lebih manusiawi tanpa mengabaikan kepastian hukum.

“Semua pihak harus bekerja sesuai kewenangan. Perdamaian perlu diutamakan, tetapi hak masyarakat memperoleh keadilan tetap harus dijamin,” pungkas Hendrika. (SR)

Berita Terkait

Panen Perdana Jagung Yonif TP 855/Raksa Dharma, BNNK Gayo Lues Dorong Petani Beralih ke Komoditas Legal
Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi Terungkap di Raklunung, Polisi Telusuri Asal Solar dan Pertalite
Razia Dini Hari di Blangkejeren, Dua Pria Diduga Main Judi Online Diamankan Polisi
Ibnu Hafit Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Narkoba, Pemda Gayo Lues Perlu Perkuat Perlindungan Anak Sejak Dini
Razia Bergeser dari Perempatan Blower ke Blangkejeren, Polres Gayo Lues Tingkatkan Penertiban Lalu Lintas
Plt. Sekda Gayo Lues H. Irwansyah Tekankan Peran Relawan Anti Narkotika, Pencegahan Harus Diperkuat hingga Tingkat Desa
BNNK Gayo Lues Perkuat Peran Relawan Anti Narkoba, Pemerintah Desa Didorong Aktif Lindungi Generasi Muda
Dua Paket Diduga Sabu Seberat 0,18 Gram Diamankan Polisi di Blangjerango, Satu Pria Diperiksa

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru