Uroeh Rapa’i Pasee Tutup Semarak HUT ke-81 RI di Seunuddon, Warga Padati Lapangan hingga Dini Hari

Muhadar

- Redaksi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:44 WIB

5018 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara|Oposisi News 86 – Dentuman rapa’i berpadu dengan sorak dan antusiasme masyarakat mengiringi malam penutupan Festival Seni Budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.

Malam itu, Lapangan Tanah Lapang Cot Kafiraton berubah menjadi pusat keramaian. Sejak malam hingga menjelang dini hari, masyarakat dari berbagai desa memadati lokasi untuk menyaksikan rangkaian acara penutup, terutama pertunjukan Uroeh Rapa’i Pasee, seni tradisional Aceh yang menjadi salah satu daya tarik utama.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan berlangsung pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026, mulai sekitar pukul 22.00 WIB dan baru berakhir sekitar pukul 03.00 WIB, Minggu, 23 Agustus 2026. Meski waktu terus bergulir hingga dini hari, antusiasme warga tidak surut.

Suasana semakin semarak ketika kelompok-kelompok rapa’i tampil mempertunjukkan kekuatan tabuhan, kekompakan gerakan dan nuansa khas seni tradisional Aceh.
Festival tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kecamatan Seunuddon yang telah berlangsung sejak 12 hingga 22 Agustus 2026.

Berbagai kegiatan digelar, mulai dari karnaval, pertandingan sepak bola, perlombaan rakyat hingga pentas seni dan budaya yang melibatkan pelajar, pemuda, orang tua serta masyarakat dari berbagai desa.

Uroeh Rapa’i Pasee Jadi Magnet Warga
Pada malam puncak, pertandingan Uroeh Rapa’i Pasee mempertemukan kelompok Blang Pha, Seunuddon, dengan kelompok Simpang Mulieng, Syamtalira Aron.

Dari Blang Pha, penampilan melibatkan sejumlah grup, yakni Grup Sibroek Blang Pha, Grup Pucoek Alue, Grup Matang Kupula, Grup Geulumpang Tujoh dan Grup Lhok Meurbo.
Sementara dari Simpang Mulieng, tampil Grup Simpang Mulieng, Grup Buah, Grup Landeng, Grup Peurupok dan Grup Lapang Matang Tunong.

Baca Juga :  Menjaga Gerbang Negara dari Tingkat Desa, Imigrasi Lhokseumawe Perkuat Sinergi dengan Masyarakat

Pertunjukan tersebut bukan sekadar hiburan. Di balik suara rapa’i yang menggema sepanjang malam, tersimpan semangat untuk menjaga seni tradisional Aceh agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.
Masyarakat yang hadir pun tampak menikmati setiap penampilan. Sebagian menyaksikan dari sekitar lapangan, sementara lainnya berdiri dan duduk berkelompok hingga acara berlangsung larut malam.

Pembagian Hadiah hingga Hiburan Rakyat
Selain pertunjukan seni budaya, malam penutupan juga diisi dengan pembagian hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang telah dilaksanakan selama rangkaian peringatan HUT ke-81 RI.

Ketua Panitia, Muspika dan Panitia Keamanan Keramaian Umum Imum Mukim, dan Polsek Seunuddon, Kapolsek Iptu Edi Suparman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga rangkaian kegiatan kemerdekaan dapat berlangsung dengan baik.

“Malam ini merupakan malam puncak dari seluruh rangkaian kegiatan sekaligus pembagian hadiah bagi para pemenang lomba, mulai dari karnaval, sepak bola hingga lomba pentas seni budaya,” ujar Edi Suparman di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, kemeriahan perayaan HUT ke-81 RI di Seunuddon tidak terlepas dari kolaborasi berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan.
Dukungan datang dari jajaran Muspika Plus, para geuchik, forum geuchik, mukim, Puskesmas, serta satuan pendidikan mulai dari TK, SD, MTsN, SMP, SMA hingga SMK se-Kecamatan Seunuddon.

Dari Pagi hingga Dini Hari, Semangat Kemerdekaan Terjaga

Rangkaian perayaan kemerdekaan di Seunuddon menjadi gambaran bagaimana momentum HUT RI tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi juga melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Baca Juga :  Babinsa Koramil Geureudong Pase Kawal Operasi Pasar Murah, Pastikan Stabilitas dan Keamanan Warga

Anak-anak dan pelajar mengambil bagian dalam berbagai perlombaan. Para pemuda ikut meramaikan pertandingan olahraga. Orang tua dan masyarakat umum turut hadir memberikan dukungan hingga akhirnya seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan festival seni budaya.

Malam puncak pun menjadi ruang pertemuan masyarakat dari berbagai desa dan bahkan dari kecamatan sekitar. Di tengah kemeriahan hiburan, terbangun suasana keakraban, silaturahmi dan kebersamaan.
Hingga jarum jam mendekati pukul 03.00 WIB, Minggu dini hari, suara rapa’i dan kemeriahan masyarakat masih menjadi bagian dari suasana penutupan.

Bagi masyarakat Seunuddon, malam tersebut bukan sekadar akhir dari sebuah festival. Ia menjadi penanda bahwa semangat kemerdekaan dapat dirawat melalui kebersamaan, gotong royong dan pelestarian budaya lokal.

Panitia berharap kekompakan masyarakat yang terbangun selama peringatan HUT ke-81 RI dapat terus dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami, kekompakan seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Seunuddon terus terjaga. Mudah-mudahan pada perayaan kemerdekaan tahun-tahun berikutnya, kegiatan dapat dilaksanakan lebih meriah dan semarak,” demikian harapan panitia.

Dengan berakhirnya pertunjukan Uroeh Rapa’i Pasee menjelang dini hari, rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Seunuddon resmi ditutup.

Namun, ketika lampu-lampu di Lapangan Cot Kafiraton mulai meredup dan masyarakat perlahan meninggalkan lokasi, semangat yang dibawa dari malam panjang itu diharapkan tidak ikut padam, persatuan, gotong royong, kecintaan terhadap budaya Aceh dan rasa bangga sebagai bagian dari Indonesia. [Muhadar]

Berita Terkait

Empat Tahun Satupena.co.id: Dari Perjalanan Menuju Kredibilitas
Tarmizi Panyang Serukan Elite Politik Bersatu Bangun Aceh Utara
Ngopi Bareng Kapolres dan Insan Pers, Perkuat Sinergi Polri-Media di Subulussalam
Distribusi Semen Padang di Krueng Geukueh Dipertanyakan, Konsumen Aceh Utara Menunggu Kejelasan Pasokan
Temu Ramah Kapolres Gayo Lues dan Insan Pers Perkuat Komunikasi Publik, Komitmen SIGAP Jadi Penekanan
Banjir Limbah Tahunan di Perapat Hulu Mengancam Kesehatan Warga, Program Sanitasi Diminta Tak Berhenti di Atas Kertas
Dari Desa Sangir, Gayo Lues Dorong Bawang Putih sebagai Penopang Ketahanan Pangan
Polres Gayo Lues Undang Insan Pers Temu Ramah, Perkuat Sinergitas dan Komunikasi dengan Wartawan

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:38 WIB

Diduga Lontarkan Kata Tak Pantas, Oknum Pegawai SMPN 1 Moyo Hulu Dilaporkan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:52 WIB

‎Babinsa Koramil 1607-12/Moyo Hilir Ajak Warga Bersama Jaga Keamanan Lingkungan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:05 WIB

Bongkar Dugaan Permainan Mutasi PPPK Di Sumbawa 

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:34 WIB

Senator Aceh Masuk Pimpinan DPD RI, Haji Uma Kembali di Kursi Strategis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:31 WIB

873 KK Terima Banpang, Babinsa Dampingi Kedatangan Beras Bulog

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:33 WIB

Dari Karnaval untuk Al-Qur’an, Babinsa Padasuka Hadir Dukung MTQ Desa

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:18 WIB

‎Dandim Beri Apresiasi, Makodim dan Persit Ranting Makodim Juara Lomba Voli ‎

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:08 WIB

‎Ny. Fani Basofi Pimpin Perjuangan, Persit Ranting Makodim Menang 3-1

Berita Terbaru