Ayah Wa: Maulid Nabi Bukan Sekadar Tradisi, tetapi Ruang Merawat Kebersamaan

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:42 WIB

5020 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lhoksukon|Oposisi News 86 – Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah sebagai momentum memperdalam kecintaan kepada Rasulullah sekaligus merawat persaudaraan.

Ajakan tersebut disampaikan Ayah Wa, sapaan akrab Bupati Aceh Utara, kepada masyarakat di 27 kecamatan agar mengisi hari kelahiran Rasulullah dengan kegiatan yang sarat nilai keagamaan, mulai dari doa bersama hingga kenduri.

“Dengan memperingati dan mengadakan kenduri maulid, kita memohon kepada Allah agar mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW di yaumil mahsyar kelak,” kata Ayah Wa.

Ia menilai tradisi Maulid yang tumbuh dan diwariskan lintas generasi di Aceh memiliki makna lebih luas daripada sekadar seremoni. Di dalamnya terdapat ruang untuk memperkuat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, sekaligus menjaga denyut kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.

Karena itu, Ayah Wa meminta masyarakat Aceh Utara di setiap kecamatan dan gampong turut menghidupkan momentum tersebut dengan penuh khidmat.

“Mari kita sambut 12 Rabiul Awal, hari lahir Nabi besar kita, Nabi Muhammad SAW. Di 27 kecamatan dan berbagai lapisan masyarakat di gampong-gampong, ayo semarakkan Maulid Rasul,” ujarnya.

Baca Juga :  Ekskavator KKP Untuk Aceh Utara Tiba, Publik Tagih Hasil

Di Aceh Utara, perayaan Maulid umumnya berlangsung secara bergilir di masjid dan gampong selama beberapa bulan. Zikir, santunan anak yatim, doa bersama serta kenduri menjadi bagian dari rangkaian yang mempertemukan warga dalam suasana religius dan penuh kebersamaan.

Bagi pemerintah daerah, kelestarian tradisi tersebut tidak berhenti pada warisan budaya. Maulid menjadi salah satu ruang untuk meneguhkan nilai keislaman, mempererat hubungan antarsesama, serta menjaga karakter sosial masyarakat Aceh Utara yang berakar pada syiar Islam. (SR)

Berita Terkait

Uroeh Rapa’i Pasee Tutup Semarak HUT ke-81 RI di Seunuddon, Warga Padati Lapangan hingga Dini Hari
Empat Tahun Satupena.co.id: Dari Perjalanan Menuju Kredibilitas
Tarmizi Panyang Serukan Elite Politik Bersatu Bangun Aceh Utara
Ngopi Bareng Kapolres dan Insan Pers, Perkuat Sinergi Polri-Media di Subulussalam
Distribusi Semen Padang di Krueng Geukueh Dipertanyakan, Konsumen Aceh Utara Menunggu Kejelasan Pasokan
Temu Ramah Kapolres Gayo Lues dan Insan Pers Perkuat Komunikasi Publik, Komitmen SIGAP Jadi Penekanan
Banjir Limbah Tahunan di Perapat Hulu Mengancam Kesehatan Warga, Program Sanitasi Diminta Tak Berhenti di Atas Kertas
Dari Desa Sangir, Gayo Lues Dorong Bawang Putih sebagai Penopang Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:42 WIB

Ayah Wa: Maulid Nabi Bukan Sekadar Tradisi, tetapi Ruang Merawat Kebersamaan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:44 WIB

Uroeh Rapa’i Pasee Tutup Semarak HUT ke-81 RI di Seunuddon, Warga Padati Lapangan hingga Dini Hari

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:54 WIB

Empat Tahun Satupena.co.id: Dari Perjalanan Menuju Kredibilitas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Ngopi Bareng Kapolres dan Insan Pers, Perkuat Sinergi Polri-Media di Subulussalam

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:27 WIB

Distribusi Semen Padang di Krueng Geukueh Dipertanyakan, Konsumen Aceh Utara Menunggu Kejelasan Pasokan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:11 WIB

Temu Ramah Kapolres Gayo Lues dan Insan Pers Perkuat Komunikasi Publik, Komitmen SIGAP Jadi Penekanan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Banjir Limbah Tahunan di Perapat Hulu Mengancam Kesehatan Warga, Program Sanitasi Diminta Tak Berhenti di Atas Kertas

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Dari Desa Sangir, Gayo Lues Dorong Bawang Putih sebagai Penopang Ketahanan Pangan

Berita Terbaru