Diziarahi Warga, Diabaikan Negara: Fasilitas Makam Tgk Chiek di Matjang Membusuk Dimakan Usia

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Senin, 22 Juni 2026 - 15:34 WIB

5013 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara| Oposisi News 86 – Nama Tgk Chiek di Matjang mungkin tidak sepopuler ulama besar Aceh lainnya. Namun bagi masyarakat Kecamatan Geureudong Pase, sosok tersebut merupakan tokoh agama yang dihormati dan memiliki jejak sejarah kuat dalam perkembangan Islam di kawasan pedalaman Aceh Utara.

Makam ulama yang berada di Gampong Darussalam itu telah lama menjadi tujuan ziarah masyarakat. Letaknya yang berada di atas perbukitan menjadikan kawasan tersebut bukan hanya memiliki nilai religius, tetapi juga menyimpan warisan sejarah yang patut dijaga. Ironisnya, perhatian terhadap situs itu justru nyaris tak terlihat.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Balai yang selama ini digunakan peziarah untuk berdoa kini dalam kondisi memprihatinkan. Tiang dan konstruksi bangunan telah lapuk dimakan usia sehingga tidak lagi layak digunakan. Demi menghindari risiko kecelakaan, warga memilih tidak memanfaatkan fasilitas tersebut.

Baca Juga :  Kaukus Peduli Aceh : KPK harus berani bergerak di Tanah Rencong

Akibatnya, para peziarah terpaksa berdoa di ruang terbuka dengan alas terpal seadanya. Pemandangan itu menjadi potret kontras antara penghormatan masyarakat terhadap warisan ulama dan minimnya kepedulian pemerintah terhadap fasilitas penunjangnya
.
Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar. Jika makam ini masuk kategori situs sejarah dan budaya, mengapa kerusakan yang terjadi selama bertahun-tahun seolah luput dari pengawasan? Di mana peran instansi yang bertanggung jawab terhadap pelestarian cagar budaya dan aset sejarah daerah?

Geuchik Gampong Darussalam, Muksin, mengaku kecewa karena hingga kini belum ada langkah nyata untuk memperbaiki fasilitas yang sangat dibutuhkan pengunjung.

“Bangunan itu sudah tidak bisa digunakan lagi karena kondisinya membahayakan. Kalau dipaksakan, dikhawatirkan roboh saat ada masyarakat yang berdoa di dalamnya,” ujar Muksin, Senin 22/6/2026.

Ketua Forum Geuchik Kecamatan Geureudong Pase itu menegaskan, keberadaan balai tersebut bukan sekadar pelengkap, melainkan sarana utama bagi peziarah yang datang dari berbagai daerah.

Baca Juga :  Lahan Tidur Disulap Jadi Kebun Produktif, Jagung Lapas Lhoksukon Tumbuh Menjanjikan

“Sangat disayangkan jika terus dibiarkan rusak. Ini satu-satunya tempat yang digunakan peziarah untuk berdoa. Kami meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait segera turun tangan melakukan rehabilitasi atau membangun kembali fasilitas tersebut,” ujarnya.

Kerusakan balai ziarah di situs makam Tgk Chiek di Matjang menjadi cermin lemahnya perhatian terhadap warisan sejarah lokal. Di saat pelestarian budaya kerap digaungkan dalam berbagai forum dan dokumen perencanaan, sebuah situs yang masih hidup dan terus dikunjungi masyarakat justru dibiarkan menua tanpa perawatan.

Pertanyaannya sederhana: apakah pemerintah akan menunggu bangunan itu benar-benar roboh sebelum bertindak? Ataukah warisan sejarah di pedalaman Aceh Utara memang belum dianggap cukup penting untuk mendapat perhatian?. (SR)

Berita Terkait

Krueng Mbang Menenun Kemandirian dari Sawit dan Peternakan Rakyat
Saat Desa Menjaga Akhlak: Tradisi Mengaji Tetap Hidup di Suka Damai
SDN 3 Geureudong Pase: Murid Belajar di Teras, Pagar Sekolah Tinggal Nama
Menggema Aceh Utara Bangkit! Bupati dan Wabup Lepas Pawai Ta’aruf 1 Muharram
Kapolres Gayo Lues Rotasi Pejabat Utama, Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Humanis kepada Masyarakat
IRT Berdarah Diduga Jadi Korban Debt Collector, Haji Uma: Negara Tak Boleh Kalah oleh Premanisme Berkedok Penagihan
Dari Pedalaman Aceh Utara, Gampong Darussalam Menjawab Krisis Moral dengan Pengajian
TK Negeri 1 Geureudong Gelar Simulasi Kebakaran, Edukasi Mitigasi Bencana Sejak Usia Dini

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 14:02 WIB

Kasatreskrim Polres Sumbawa Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Polisi, Gunakan Nomor WhatsApp Palsu

Senin, 22 Juni 2026 - 10:12 WIB

‎Dekat dengan Rakyat, Babinsa Balebrang Dampingi Warga Terima Bantuan Pangan

Senin, 22 Juni 2026 - 08:23 WIB

Semangat Baru Olahraga di Lunyuk! Lapangan Pickleball Diresmikan, Camat Cup 2026 Dimulai

Senin, 22 Juni 2026 - 08:13 WIB

‎Mangrove untuk Masa Depan: Kodim 1607/Sumbawa Dukung Edukasi dan Aksi Lingkungan di Nanga Sira

Senin, 22 Juni 2026 - 08:08 WIB

‎Melalui Komsos, Babinsa Labuhan Bajo Serap Aspirasi Warga Secara Langsung

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:42 WIB

Semangat Kebersamaan di Dusun Bajo, Babinsa dan Warga Bersihkan Sampah di Lingkungan Permukiman

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:36 WIB

Berawal dari Laporan Warga, Sarang Sabu di Labangka Digulung Polisi, Satu Pelaku Ditangkap

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:05 WIB

‎Merawat Tradisi Samawa, Babinsa Ikut Sukseskan Festival Melala Minyak di Bendungan Beringin Sila

Berita Terbaru