Kaukus Peduli Aceh : KPK harus berani bergerak di Tanah Rencong

KHAIRUL MIZA

- Redaksi

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:16 WIB

5082 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh| Oposisi News 86 — Pernyataan Ketua DPR Aceh (DPRA) dalam rapat koordinasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta agar pendekatan pencegahan lebih diutamakan dibanding penindakan di Aceh menuai tanggapan dari berbagai kalangan.

Koordinator Kaukus Peduli Aceh, Muhammad Hasbar Kuba, menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak boleh setengah hati dan harus dilakukan tanpa pandang bulu, termasuk di Aceh.

“Siapapun yang melakukan tindak pidana korupsi harus ditindak dan ditangkap sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tidak boleh ada kesan bahwa Aceh menjadi daerah yang kebal terhadap penegakan hukum,” kata Hasbar Kuba, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, langkah pencegahan memang penting dilakukan melalui penguatan sistem pengawasan dan tata kelola pemerintahan. Namun, upaya tersebut tidak boleh dimaknai sebagai alasan untuk melemahkan proses penegakan hukum terhadap pelaku korupsi.

Ia menilai korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang telah merugikan masyarakat dan menghambat pembangunan daerah. Karena itu, aparat penegak hukum, termasuk KPK, harus tetap menjalankan fungsi penindakan secara profesional apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum.

“KPK dibentuk untuk menjaga integritas negara. Jika ada pejabat, anggota legislatif, kepala daerah, atau pihak manapun yang terbukti korupsi, maka wajib diproses secara hukum tanpa pengecualian,” ujarnya.

Baca Juga :  Kodim 0107/Aceh Selatan Ikuti Operasionalisasi 1.061 Gerai KDKMP Secara Daring dari Desa Gunung Cut

Hasbar juga menegaskan bahwa penegakan hukum yang tegas justru menjadi bagian penting dalam menjaga marwah Aceh dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Kita ingin Aceh dikenal karena pemerintahan yang bersih dan berintegritas, bukan karena adanya kesan perlindungan terhadap pelaku korupsi,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen pemerintahan di Aceh untuk mendukung penuh agenda pemberantasan korupsi demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang transparan dan berpihak kepada kepentingan rakyat. (Khairul Miza)

Berita Terkait

Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues
Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues
Dua Mantan Petani Ganja Gayo Lues Bersaksi di Hadapan Kepala BNN RI, Program Alih Komoditas Jadi Sorotan Puncak HANI
Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara
20 Pejabat Eselon II Diuji, Pemkab Aceh Utara Mulai Bongkar Formasi Pimpinan
Kadis Kominfo Gayo Lues Ajak Insan Pers Perkuat Kemitraan dan Bangun Komunikasi Terbuka
Pengawasan Internal Diperketat, Polres Gayo Lues Pastikan Personel Bebas Narkoba dan Judi Online
Kepala BNNK Gayo Lues Kawal Monitoring Starbucks FSC, Program 165.755 Bibit Kopi Didorong Perkuat Ekonomi Kawasan Rawan Tanaman Terlarang

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:26 WIB

Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:39 WIB

Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:29 WIB

Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:18 WIB

20 Pejabat Eselon II Diuji, Pemkab Aceh Utara Mulai Bongkar Formasi Pimpinan

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:34 WIB

Kadis Kominfo Gayo Lues Ajak Insan Pers Perkuat Kemitraan dan Bangun Komunikasi Terbuka

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:24 WIB

Pengawasan Internal Diperketat, Polres Gayo Lues Pastikan Personel Bebas Narkoba dan Judi Online

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:53 WIB

Kepala BNNK Gayo Lues Kawal Monitoring Starbucks FSC, Program 165.755 Bibit Kopi Didorong Perkuat Ekonomi Kawasan Rawan Tanaman Terlarang

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:28 WIB

Kasus Sabu di Gayo Lues Kembali Terungkap, Tantangan Memutus Jaringan Masih Besar

Berita Terbaru