Aceh Utara|Oposisi News 86 – Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, Yayasan Pendidikan Islam Dayah Darul Fata Al-Hanafiyyah di Gampong Cot Barat, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, justru menampilkan pemandangan yang mengundang perhatian pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).

Dayah yang berada di kawasan pedalaman itu berhasil menyembelih enam ekor sapi qurban sekaligus. Jumlah tersebut dinilai tidak lazim untuk ukuran balai pengajian tradisional yang selama ini bertumpu pada dukungan jamaah dan swadaya masyarakat.
Enam hewan qurban itu berasal dari hasil gotong royong jamaah Majlis Ta’lim, Majlis Husnul Khatimah, serta para wali santri yang selama ini aktif menopang aktivitas pendidikan agama di dayah tersebut.
Sejak pagi, suasana di lingkungan dayah dipenuhi aktivitas penyembelihan yang berlangsung tertib. Santri, warga, hingga panitia qurban terlihat bekerja bersama menyiapkan proses pemotongan dan distribusi daging kepada masyarakat penerima.
Daging qurban kemudian disalurkan kepada ratusan warga, termasuk fakir miskin, kaum dhuafa, serta anak-anak yatim di sekitar lingkungan dayah dan sejumlah desa tetangga.
Pimpinan Dayah Darul Fata Al-Hanafiyyah, Tgk. Irwansyah Ali, menyebut keberhasilan pelaksanaan qurban itu menjadi bukti kuatnya solidaritas jamaah dalam menjaga nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
“Alhamdulillah, ini lahir dari kekompakan jamaah dan para wali santri. Qurban bukan hanya ibadah, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap sesama,” kata Irwansyah.
Ketua Panitia Qurban, Saiful Bahri, menambahkan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar berkat dukungan masyarakat dan keterlibatan aktif para santri.
Menurutnya, antusiasme jamaah tahun ini meningkat dibanding sebelumnya. Hal itu menunjukkan semangat berbagi di tengah masyarakat masih terjaga meski kondisi ekonomi belum sepenuhnya stabil.
Momentum Idul Adha di Aceh tahun ini memang diwarnai meningkatnya partisipasi masyarakat dalam berqurban. Namun, capaian Dayah Darul Fata Al-Hanafiyyah menjadi salah satu potret menonjol bagaimana lembaga pendidikan agama di pelosok tetap mampu membangun solidaritas sosial secara nyata. (SR)









































