Polemik Insentif Nakes Memanas, Pernyataan Plt Kadis Kesehatan Aceh Selatan Dinilai Perkeruh Situasi

KHAIRUL MIZA

- Redaksi

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:26 WIB

50110 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Selatan|Oposisi News 86 — Polemik belum dibayarkannya insentif tenaga kesehatan di Rumah Sakit Pratama, Kecamatan Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan, kian memanas dan berubah menjadi krisis kepercayaan terhadap tata kelola sektor kesehatan daerah.

Persoalan yang semula berangkat dari keterlambatan hak finansial tenaga medis itu kini berkembang menjadi sorotan serius publik setelah muncul dugaan pernyataan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Yuhelmi, yang dinilai tidak sensitif dan kontraproduktif terhadap upaya penyelesaian masalah.

Aksi mogok kerja yang dilakukan tenaga kesehatan—yang terdiri dari perawat, bidan, dan tenaga medis lainnya—merupakan bentuk akumulasi kekecewaan atas insentif yang tak kunjung dibayarkan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka menilai, hak tersebut bukan sekadar tambahan, melainkan bagian dari penghargaan atas tanggung jawab besar yang mereka emban dalam menjaga layanan kesehatan masyarakat.

Dalam kondisi beban kerja tinggi dan tuntutan profesionalitas yang tidak ringan, keterlambatan pembayaran insentif dipandang sebagai bentuk kelalaian yang tidak dapat ditoleransi.

Namun situasi semakin memanas ketika beredar keterangan bahwa Plt Kepala Dinas Kesehatan justru meminta tenaga medis yang melakukan aksi untuk mengundurkan diri jika tidak sanggup bekerja dalam kondisi yang ada.

Pernyataan ini memicu gelombang kekecewaan dan kemarahan, karena dinilai mencederai semangat pengabdian tenaga kesehatan sekaligus menunjukkan kegagalan dalam memahami akar persoalan.

Sejumlah tenaga medis menyebut sikap tersebut tidak mencerminkan kepemimpinan yang bertanggung jawab. Alih-alih menghadirkan solusi konkret dan menenangkan situasi, pernyataan tersebut justru memperkeruh keadaan dan berpotensi memperlebar jurang konflik antara tenaga kesehatan dan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Kapolres Aceh Selatan Raih Peringkat Pertama IKPA Triwulan 1

Dalam perspektif pelayanan publik, kondisi ini dinilai berbahaya karena dapat mengganggu stabilitas layanan kesehatan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Pengamat kebijakan publik dari kawasan Kluet Raya, Syahrial, menilai bahwa komunikasi yang tidak tepat dari pimpinan instansi kesehatan telah memperburuk situasi yang seharusnya bisa diselesaikan melalui pendekatan dialogis.

Ia menegaskan bahwa dalam situasi krisis, yang dibutuhkan adalah kehadiran pemimpin yang mampu meredam konflik, bukan memperuncingnya dengan pernyataan yang terkesan lepas tanggung jawab.

Menurutnya, polemik ini bukan sekadar persoalan administratif terkait pembayaran insentif, melainkan menyangkut kredibilitas pemerintah daerah dalam mengelola sumber daya manusia di sektor vital.

Jika tidak segera ditangani secara serius dan transparan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh tenaga kesehatan, tetapi juga oleh masyarakat yang bergantung pada layanan medis.

Lebih jauh, Syahrial secara tegas menyatakan bahwa apabila seorang pejabat tidak mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional, maka sikap yang paling bertanggung jawab adalah mundur dari jabatan.

Pernyataan tersebut mencerminkan kritik keras terhadap kepemimpinan yang dinilai tidak solutif dan berpotensi menyeret citra pemerintah daerah ke dalam sorotan negatif publik.

Baca Juga :  Jalan Lintas Nasional Berlubang Membahayakan di Ruas Pegunungan Lhok Rukam–Batu Itam

Di sisi lain, masyarakat mulai merasakan dampak langsung dari polemik ini. Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Pratama dilaporkan sempat terganggu akibat aksi mogok kerja, menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya akses layanan kesehatan dasar.

Kondisi ini mempertegas bahwa konflik internal di tubuh birokrasi kesehatan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, karena konsekuensinya menyentuh kepentingan publik yang lebih luas.

Desakan pun menguat agar Bupati Aceh Selatan segera mengambil langkah tegas dan terukur guna menyelesaikan persoalan ini. Penanganan yang lamban atau tidak tepat dinilai hanya akan memperpanjang polemik dan memperdalam krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Evaluasi terhadap kinerja pejabat terkait menjadi tuntutan yang tidak dapat dihindari dalam upaya memulihkan stabilitas.

Hingga saat ini, belum terdapat penjelasan resmi yang komprehensif dari pihak Dinas Kesehatan Aceh Selatan terkait kejelasan pembayaran insentif maupun klarifikasi atas dugaan pernyataan kontroversial tersebut. Ketiadaan komunikasi yang transparan semakin memperkuat persepsi negatif di tengah masyarakat.

Dalam konteks yang lebih luas, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tata kelola sektor kesehatan tidak hanya soal anggaran dan administrasi, tetapi juga menyangkut kepemimpinan, empati, dan kemampuan membangun komunikasi yang sehat.

Ketika hal-hal mendasar ini diabaikan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi institusi, melainkan juga kualitas pelayanan publik yang menjadi hak masyarakat.
[Khairul Miza]

Berita Terkait

H. Baital Mukadis dan Dandim Tinjau Rencana Pembangunan Jembatan Bailey di Jalur Buluh Suma
Tgk. Muhibbut Thibri: Zakat Mampu Wujudkan Keadilan Sosial di Tengah Masyarakat
Baitul Mal Luncurkan 7 Inovasi Baru, Permudah Akses Untuk Rakyat
Kapolres Aceh Selatan Raih Peringkat Pertama IKPA Triwulan 1
Plt Sekda Pastikan Pengadaan Tender Sesuai Prosedur Yang Berlaku
Gerakan Tanam Serentak Seindonesia, BPP Pasie Raja Menggema
Padusi Tapa: Ketangguhan Seorang Istri Prajurit Mengolah Tradisi Menjadi Kekuatan Ekonomi
SPBU Nelayan Milik KNTI Aceh Selatan diresmikan 2 kementerian

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru