BANDA ACEH/Oposisi News 86 — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menegaskan komitmennya dalam memperkuat perencanaan pemulihan pascabencana di tingkat provinsi. Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa) diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah H.Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., menghadiri Forum Pendampingan Pemutakhiran Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (RRRP) Provinsi Aceh.
Pertemuan yang berlangsung pada 9–11 Maret 2026 di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Banda Aceh, menjadi ruang sinkronisasi kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam merumuskan arah pemulihan wilayah terdampak bencana secara lebih terstruktur.
Pemutakhiran dokumen RRRP dipandang mendesak mengingat dinamika risiko bencana di Aceh yang terus berubah. Dokumen tersebut akan menjadi rujukan utama dalam menentukan prioritas pembangunan, percepatan rehabilitasi, serta penguatan infrastruktur yang terdampak.
Plt Sekda hadir bersama sejumlah pejabat strategis Pemkab Aceh Utara, antara lain Asisten II Setdakab, Kepala Bappeda, Pelaksana Tugas Kepala BPBD, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Bagian Pemerintahan, serta Kepala Bagian Pembangunan Setdakab Aceh Utara.
Kehadiran tim lintas sektor itu menunjukkan keseriusan Aceh Utara memastikan agenda pemulihan daerah tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dengan kebijakan provinsi.
“Sinkronisasi ini penting agar program rehabilitasi dan rekonstruksi tidak berjalan sendiri-sendiri. Perencanaan harus berbasis kebutuhan lapangan dan selaras dengan rencana induk provinsi,” kata Jamaluddin.
Forum tersebut diikuti perwakilan Pemerintah Aceh serta unsur perangkat daerah dari seluruh kabupaten/kota. Hasil pembahasan diharapkan melahirkan dokumen perencanaan yang lebih responsif terhadap potensi bencana sekaligus memperkuat fondasi pembangunan daerah dalam jangka panjang. (SR)
Sumebr: Diskominfo Ace Utara









































