Lsm Ksatria Muda Gelar Aksi “Jumat Barokah” Tuntut Transparansi Dana KUR Dan CSR BSI Cabang Bima

REDAKSI NTB

- Redaksi

Jumat, 19 September 2025 - 17:19 WIB

50419 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bima|Ntb, oposisinews86.com (19 September 2025),– Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ksatria Muda menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Jumat Barokah” di depan kantor Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Bima. Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan sekaligus protes keras terhadap dugaan korupsi dan penyelewengan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta ketertutupan pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) oleh pihak bank, Jumat (19/9/2025).

Indonesia sebagai negara hukum menjunjung tinggi asas transparansi dan akuntabilitas dalam setiap pengelolaan keuangan, khususnya dana yang bersumber dari negara maupun yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak. Namun, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya.

Kasus Dugaan Korupsi KUR BSI Cabang Bima saat ini menjadi sorotan publik. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat indikasi kuat bahwa dana KUR yang seharusnya disalurkan untuk memberdayakan pelaku usaha mikro seperti peternak sapi, petani bawang, dan jagung, justru menjadi ladang korupsi oleh oknum tidak bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut keterangan resmi dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima, kasus ini telah masuk dalam tahap penyelidikan dengan sejumlah pihak telah diperiksa, termasuk beberapa nasabah dan pegawai BSI. Kejaksaan juga telah menyita uang sebesar Rp747.250.000 sebagai barang bukti.

Baca Juga :  ‎Patroli Malam Koramil Ropang, Bentuk Kepedulian TNI untuk Rasa Aman Warga ‎

Lebih jauh, potensi kerugian negara dalam kasus ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Saat ini, proses hukum tengah menunggu hasil audit resmi dari Inspektorat Kabupaten Bima guna menentukan secara pasti besaran kerugian negara.

Selain dugaan korupsi KUR, LSM Ksatria Muda juga menyoroti minimnya keterbukaan pengelolaan dana CSR oleh BSI Cabang Bima. Padahal, dana CSR sejatinya diperuntukkan bagi pemberdayaan masyarakat, pembangunan berkelanjutan, serta kegiatan sosial di daerah.

“Selama ini masyarakat tidak pernah tahu dana CSR itu mengalir ke mana. Siapa penerimanya, untuk kegiatan apa, dan bagaimana dampaknya? Kami ingin ada kejelasan, bukan sekadar formalitas laporan tahunan,” tegas salah satu orator aksi.

Temuan terbaru yang diangkat oleh Ksatria Muda adalah terkait adanya setoran biaya awal perjalanan ibadah haji di BSI Cabang Bima yang diduga dilakukan tanpa mengikuti prosedur dan ketentuan dari BIPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji). Hal ini dinilai merugikan calon jamaah haji dan menyalahi aturan resmi yang berlaku.

Baca Juga :  Bambang Widjojanto: Firli Bahuri Sebaiknya Mundur

Dalam pernyataan sikapnya, LSM Ksatria Muda menyampaikan empat tuntutan utama kepada pihak BSI Cabang Bima:

• Segera lakukan transparansi dan pertanggungjawaban atas seluruh aliran dana KUR yang dikelola oleh BSI Cabang Bima.

• Buka dan jelaskan kepada publik secara rinci mengenai pengelolaan dana CSR yang selama ini dilakukan.

• Berikan klarifikasi resmi terkait dugaan penyimpangan biaya setoran awal ibadah haji yang tidak sesuai ketentuan BIPIH.

• Jika tuntutan ini tidak diindahkan, aksinya akan berlanjut tanpa henti, bahkan hingga waktu yang tak terbatas.

Aksi “Jumat Barokah” oleh Ksatria Muda adalah cerminan bahwa masyarakat kini semakin sadar dan berani menuntut haknya atas keterbukaan informasi publik, terutama yang menyangkut uang rakyat dan kepentingan umat.

“Kami tidak akan berhenti. Jika perlu, kami akan aksi tanpa spasi, sampai kiamat sekalipun!” pungkas orator aksi menutup pernyataannya. (Red)

Berita Terkait

Mutya Gustina: “Viral Dulu Baru Bertindak?” Dugaan Kasus Anak Panti Asal KSB di Bali Jadi Alarm Keras Perlindungan Anak
Meski Hadir Usai Acara Berlangsung, Kehadiran Kasat Lantas Polres Sumbawa Tetap Menjadi Kehormatan Besar bagi Keluarga Mempelai
Satlantas Polres Sumbawa Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas, Kapolres Bekali Pengemudi Ojek Online dengan Pelatihan PPGD dan Salurkan Bansos
‎Bupati Sumbawa Hentikan Tambang Emas Ilegal di Lantung, Green Bulaeng Desak Polisi Pasang Police Line dan Usut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi
Ayahwa Ketuk Pintu Kemensos, Desak Percepatan Pemulihan Banjir dan Akses Pendidikan di Aceh Utara
‎ ‎Sinergi Babinsa dan Pemerintah Desa Sampe Siapkan Perayaan HUT ke-81 RI ‎
Bupati Sumbawa Bersama Forkopimda Sidak Tambang Rakyat di Lantung, Tegaskan Tak Ada Lagi Aktivitas Tanpa Legalitas
Dituduh Tanpa Bukti Terkait Narkoba, IRT Klaim Diintimidasi Kades Kukin, Polisi Sebut Informasi Masih Sebatas Isu

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:34 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Duka atas Gugurnya Anggota POM TNI Saat Bantu Penangkapan Terduga Bandar Narkoba di Bireuen

Senin, 27 Juli 2026 - 14:42 WIB

BPBD Subulussalam Minta Warga Bersabar, Bantuan Rumah Pascabencana Masih Tertahan di Tahap Pertama

Senin, 27 Juli 2026 - 13:23 WIB

852 Motor untuk Imum Gampong Digelontorkan, Keberhasilan Program Kini Dipertaruhkan

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:57 WIB

Pegadaian Syariah dan Serikat Pekerja Bersama Rumah Zakat Gelar Khitanan Massal untuk 16 Anak di Banda Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:26 WIB

Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:39 WIB

Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:56 WIB

Dua Mantan Petani Ganja Gayo Lues Bersaksi di Hadapan Kepala BNN RI, Program Alih Komoditas Jadi Sorotan Puncak HANI

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:29 WIB

Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara

Berita Terbaru