Jaringan Mafia PMI Ilegal di Perairan Karimun Terbongkar, Satu Tersangka Diciduk!

SAJIRUN SARAGIH

- Redaksi

Jumat, 25 Juli 2025 - 14:32 WIB

50218 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karimun/Kepri – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Karimun kembali menunjukkan taringnya dalam memerangi kejahatan kemanusiaan. Sebuah jaringan pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal di perairan Durai, Kabupaten Karimun, berhasil dibongkar tuntas.

Satu tersangka, yang diduga kuat merupakan bagian dari sindikat ini, kini mendekam di balik jeruji besi.

Pengungkapan sensasional ini dibeberkan dalam konferensi pers yang digelar Kamis (24/7) pukul 10.00 WIB di Mako Satpolairud Polres Karimun.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Karimun, AKBP Robby Topan Manusiwa, S.I.K., M.H., memimpin langsung paparan tersebut, didampingi jajaran penting seperti Kasat Polairud AKP Adi Suhendra, S.Tr.K., S.I.K., dan Kanit Patroli Satpolairud IPDA Om Kenedy, S.E. Awak media pun tumpah ruah meliput momen krusial ini.

Operasi penangkapan yang dramatis ini berlangsung pada Selasa (22/7) di perairan Durai, tepatnya di Kelurahan Tanjung Kilang. Di tengah samar-samar malam, dengan titik koordinat 00° 31′ 168″ N – 103° 37′ 389″ E, polisi berhasil menyergap Andika Gustiawan alias Andika (32), warga Sungai Guntung. Andika, yang disebut-sebut sebagai ‘kurir’ para calon pekerja migran, tak berkutik saat ditangkap.

Baca Juga :  DPC PAPDESI Karimun Apresiasi Kinerja Kajati Kepri Dalam Memberikan Pelayanan Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara

Dari tangan Andika, petugas menyita sejumlah barang bukti yang tak terbantahkan. Sebuah speed boat fiber berwarna hitam kombinasi ungu dengan mesin Yamaha 40 PK, dua jeriken berisi bahan bakar, satu jaring tangsi sepanjang 10 meter, satu terpal biru sepanjang 7 meter, dua lembar boarding pass atas nama Herman, hingga satu unit handphone Vivo Y12s 2021, semuanya kini jadi barang bukti.
Tak hanya itu, enam calon PMI yang nyaris jadi korban eksploitasi berhasil diselamatkan.

Mereka adalah Sumiati, Mardi alias Mong, Gea Purnama Dermawan alias Gea, Zakirawan alias Zaki, Muhammad Fauzi Azhari alias Fauzi, dan Herman alias Her. Bayangkan, mereka hampir saja terjebak dalam lingkaran gelap pengiriman manusia.
Kapolres Karimun, AKBP Robby Topan Manusiwa, tak main-main dalam kasus ini.

Baca Juga :  Proyek Ambisius di Tengah Defisit: Sorotan atas Alokasi Anggaran PUPR Karimun

Andika dijerat dengan Pasal 81 jo Pasal 69 dan Pasal 83 jo Pasal 68 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Undang-undang ini adalah ‘palu godam’ bagi para penyelundup manusia, mengancam dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda fantastis hingga Rp15 miliar!
Kami berkomitmen penuh untuk memberantas praktik pengiriman pekerja migran ilegal.

“Ini bukan hanya soal melanggar hukum, tapi juga mempertaruhkan keselamatan dan hak asasi manusia,” tegas AKBP Robby Topan Manusiwa dengan nada geram.

Penyelidikan belum berhenti sampai di sini. Pihak kepolisian kini tengah membidik otak di balik kejahatan ini, membongkar seluruh jaringan yang terlibat untuk memastikan keadilan ditegakkan.

Akankah ada ‘ikan kakap’ lain yang segera menyusul Andika ke sel tahanan? Kita tunggu saja. [SAJIRUN, S]

Berita Terkait

Bea Cukai Diminta Tangkap pengiriman Rokok ilegal ke Tanjung Batu
APH di minta sikat rokok ilegal/ rokok tanpa pita cukai di tanjung batu.
Rokok Ilegal Diduga Kian Marak di Tanjung Batu, APH dan Bea Cukai Diminta Bongkar Jalur Distribusi hingga ke Akarnya
Rokok Tanpa Pita Cukai Diduga Marak di Tanjung Batu, Bea Cukai dan Aparat Diminta Telusuri Jalur Distribusi
“Dugaan Peredaran Ekstasi di Star Club Wiko Karimun Seolah Bebas, Aparat Dituntut Bertindak: Siapa yang Bertanggung Jawab?”
Dugaan peredaran narkoba jenis ekstasi  di Star club wiko semakin marak, di minta kapolda kepri  turunkan tim untuk memberantasnya.
Pertemuan di  rumah dinas bupati merupakan Tindak lanjut rapat dengar  pendapat umum ( RDPU ) bupati karimun dan dewan perwakilan daerah (DPD ) RI
Dugaan Peredaran Narkoba Jenis Pil Ekstasi Kembali Marak di Star Club Wiko

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 16:41 WIB

Lawan Narkoba dan Judol, Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Rangkul Generasi Muda

Selasa, 3 November 2026 - 16:33 WIB

Babinsa Hadiri Reses Anggota DPRD Provinsi NTB di Desa Pamanto, Aspirasi Masyarakat Jadi Perhatian

Selasa, 3 November 2026 - 11:50 WIB

Pengembangan Kasus Pencurian Sapi di Labangka, Polsek Amankan Dua Terduga Pelaku Lain di Plampang!

Selasa, 3 November 2026 - 10:37 WIB

Polsek Labangka Gerak Cepat! Terduga Pencuri Sapi Nyaris Dihakimi Massa, Mobil Pickup Dirusak

Selasa, 3 November 2026 - 07:51 WIB

Melalui Patroli Malam, Koramil 1607-07/Lunyuk Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat Jaga Keamanan Lingkungan

Selasa, 3 November 2026 - 07:40 WIB

Bersama Masyarakat, Babinsa Dorong Desa Lebih Maju

Selasa, 3 November 2026 - 07:33 WIB

Babinsa Ajak Perkuat Kebersamaan Sambut Penilaian Posyandu

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Berita Terbaru