Aceh Utara|Oposisi News 86 — Setelah lebih dari satu dekade terdampak kerusakan Bendungan Krueng Pase, petani Kecamatan Meurah Mulia kembali menggarap sawah secara normal. Pulihnya fungsi bendungan membuka kembali harapan terhadap produktivitas pertanian di kawasan tersebut.
Sejumlah petani bahkan telah memasuki masa panen dengan hasil yang dinilai memuaskan. Ilyas, petani Meurah Mulia, mengatakan kondisi itu menjadi angin segar bagi masyarakat yang berada di wilayah sayap kiri Bendungan Krueng Pase.
“Alhamdulillah, sekarang kami sudah bisa menggarap sawah secara normal. Sebagian petani juga sudah panen dengan hasil sangat memuaskan,” ujar Ilyas, Jumat (18/9/2026).
Ia mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Utara yang terus mendorong percepatan pembangunan kembali bendungan tersebut.
Sementara Misbahuddin, warga setempat, mengatakan petani kini lebih mudah memperoleh pupuk bersubsidi sesuai harga eceran tertinggi (HET). Mereka juga dapat berkonsultasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) ketika menghadapi persoalan tanaman.
“Kalau ada kendala pada tanaman padi, kami bisa langsung menghubungi BPP untuk mencari solusi,” katanya.
Menurut Misbahuddin, membaiknya pengairan dan dukungan terhadap kebutuhan petani menjadi modal penting untuk memulihkan perekonomian masyarakat setelah bertahun-tahun terdampak kerusakan bendungan serta banjir bandang akhir tahun lalu.
“Insyaallah, dengan dukungan Pemerintah Daerah, pelan tapi pasti, kami akan bangkit dari keterpurukan,” pungkasnya. (SR)




































