Arogansi Berbaju Seragam: Oknum Kasatpol PP Simpang Kiri Nodai Etika Pejabat Publik

KABIRO SUBULUSSALAM- ACEH SINGKIL

- Redaksi

Rabu, 16 Juli 2025 - 22:28 WIB

50817 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam — Citra penegak perda kembali tercoreng. Abdul Malik, S.Pd, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, saat ini menjadi sorotan tajam dan menuai kecaman keras dari masyarakat, Rabu (16/07/2025).

Insiden dugaan arogansi dan tindakan di luar etika yang dilakukannya di sebuah warung kopi di kawasan terminal kota Subulussalam pada Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB, telah memicu kemarahan publik dan mempertanyakan integritas aparat negara.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saksi mata secara gamblang menggambarkan bagaimana oknum Kasat Pol PP ini memasuki warung kopi layaknya preman, bukan pejabat publik.

Tanpa salam, tanpa sopan santun, ia berbicara dengan nada tinggi yang jauh dari perilaku seorang abdi negara yang seharusnya mengayomi.

“Kita ini bangsa yang punya adat istiadat dan tata krama. Kalau masuk ke tempat orang, harusnya sopan. Ini malah datang seperti mencari keributan,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya, menyuarakan kekecewaan atas sikap yang merendahkan nilai-nilai lokal.

Baca Juga :  Kapolres Subulussalam Imbau Warga Tidak Panic Buying BBM, Stok Dipastikan Aman

Namun, arogansi Abdul Malik tak berhenti di situ. Ia dilaporkan merampas speaker aktif milik pemilik warung tanpa dasar dan prosedur yang jelas.

Lebih parah lagi, ia secara sepihak menuding warung kopi tersebut sebagai tempat maksiat tanpa bukti valid, sebuah tuduhan serius yang mencoreng nama baik usaha dan pemiliknya.

“Tuduhan sepihak seperti itu sudah mencemarkan nama baik kami. Kalau ini penertiban, kenapa hanya speaker milik kami yang disita? Banyak warung lain juga pakai speaker, tapi tidak disentuh sama sekali,” protes pemilik warung dengan nada getir, menyoroti diskriminasi dan tebang pilih yang kasat mata.

Tindakan sewenang-wenang dan diskriminatif ini sontak memantik kemarahan publik. Masyarakat mempertanyakan bagaimana seorang pejabat yang seharusnya menjunjung tinggi keadilan bisa bertindak intimidatif, mencederai rasa keadilan, dan mengabaikan hak warga.

Penegakan aturan yang seharusnya bermartabat, justru dinodai dengan gaya-gaya yang lebih mirip penindasan ketimbang penertiban.

Berbagai elemen masyarakat di Kecamatan Simpang Kiri mendesak Wali Kota Subulussalam dan Inspektorat untuk segera mengevaluasi kinerja dan etika kepemimpinan Abdul Malik.

Baca Juga :  Janji yang Diuji Waktu, Kepemimpinan yang Ditagih Publik

“Sangat disayangkan jika seorang pejabat publik yang seharusnya menjadi contoh justru bertindak sewenang-wenang. Ini mencederai kepercayaan masyarakat terhadap aparat,” tegas seorang tokoh adat setempat, menyuarakan kegelisahan kolektif.

Ironisnya, ketika awak Media mencoba meminta klarifikasi, Abdul Malik memilih bungkam seribu bahasa.

Sikap tertutup dan enggan bertanggung jawab ini justru semakin memperkuat dugaan penyalahgunaan wewenang dan menumbuhkan kecurigaan publik terhadap institusi Satpol PP yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat, bukan penakut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari pihak Satpol PP Kecamatan Simpang Kiri maupun Pemerintah Kota Subulussalam.

Keheningan ini justru semakin memperparah kekecewaan masyarakat, menyiratkan bahwa insiden arogansi berjubah seragam ini mungkin saja dianggap remeh atau bahkan dilindungi.

Pertanyaannya kini, sampai kapan masyarakat harus menyaksikan pejabat publik bertindak layaknya “raja kecil” yang kebal hukum dan etika?. [ER.K]

Berita Terkait

Surat Mutasi ASN Diduga Palsu, BKPSDM Subulussalam Minta Aparat Usut Pelaku Penyebar Hoaks
Pokir DPRK Subulussalam: Antara Kepentingan Publik dan Bayang-Bayang Transaksi Politik
Bayang-Bayang Mafia Tanah di Lahan Transmigrasi Longkib, Negara Diuji Menegakkan Aturan
Sengketa Lahan Longkib Kian Membara, Dugaan Pemalsuan AJB hingga Tindak Pidana Lain Menguat, Penegakan Hukum Diuji
Sengketa 50 Hektar di Longkib Memanas, Nama Ketua Apkasindo Aceh Terseret, Dugaan Pelanggaran Regulasi Mengemuka
Janji yang Diuji Waktu, Kepemimpinan yang Ditagih Publik
Kanopi Ambruk, Integritas Proyek Dipertanyakan
Menjelang Idulfitri, Mantan Wali Kota dan Ketua DPRK Subulussalam Beri Perhatian kepada Rekan Media dan LSM

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:15 WIB

Vonis SKTM RSUD dr. Iskak: Ketika Surat Orang Miskin Diduga Dijadikan Ladang Bancakan

Senin, 11 Mei 2026 - 22:19 WIB

Bersih Desa Picisan, Wujud Syukur dan Kekompakan Masyarakat

Selasa, 5 Mei 2026 - 01:31 WIB

Tri Hariadi Dilantik sebagai Pj Sekda, Menjaga Kontinuitas dan Stabilitas Tata Kelola Pemerintahan Tulungagung

Jumat, 24 April 2026 - 11:25 WIB

Plt. Bupati Tulungagung Segera Definitifkan Jabatan Kosong Kepsek

Kamis, 23 April 2026 - 22:18 WIB

Workshop Pantomim di Tulungagung Dorong Kreativitas dan Kepercayaan Diri Siswa

Sabtu, 11 April 2026 - 17:54 WIB

OTT Di Tulungagung: Ketika Kekuasaan Daerah Kembali Diuji Oleh Hukum

Kamis, 9 April 2026 - 14:18 WIB

Tetap Masuk Kantor, Kepala Dinas di Tulungagung Dilarang Lakukan WFH

Kamis, 9 April 2026 - 14:15 WIB

Kabupaten Tulungagung Salurkan Bantuan Pangan 2.991 Ton Beras, Bupati Pastikan Tepat Sasaran

Berita Terbaru