Rekanan Mengaku Gedung Bermasalah Di Aceh Utara Sudah Retak-retak

REDAKSI 2

- Redaksi

Selasa, 2 Juli 2024 - 13:42 WIB

50494 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara – Ternyata, Proyek Pembangunan Gedung Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Aceh Utara yang kini sedang bermasalah dan dalam kondisi rusak berat ternyata milik Hidayat,adik kandung mantan Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib alias Cek Mad dan gedung tersebut sudah di periksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Prov.Aceh.

Kepada wartawan media ini Jum”at (29/6),Hidayat mengakui kalau proyek senilai Rp.15,2 M yang kondisinya rusak sebelum digunakan tersebut adalah milik dirinya dengan memakai bendera/ perusahaan orang lain.
Dalam keterangannya Dayat mengakui kalau bagian dinding bangunan tersebut retak-retak dan atap nya bocor,tapi tiang dan balok nya tidak patah.Bahkan kata Dayat,bangunan tersebut sudah pernah di periksa oleh BPK dan tidak ada masalah,sebut dia.
Dalam wawancara tersebut,secara gamblang Dayat meminta agar Wartawan media ini tidak terlalu memberitakan proyek milik nya itu,takut nanti setelah setelah diselidiki tak terbukti bersalah seperti kasus monumen pase.
Dalam kesempatan itu,Dayat juga menantang siapa yang berani turunkan tim ahli untuk menyelidiki gedung tersebut.
Sebagaimana di beritakan sebelumnya,Proyek yang dibangun dengan dana Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) tahun 2022 dengan anggaran mencapai Rp.15,2 Milyar lebih di samping kantor Bupati Aceh Utara di Landeng kini kondisinya hancur dan retak berat.
Hasil investigasi Tim liputan Paparazzi.com kemarin menemukan, Struktur Pondasi dan balok atas serta dinding patah dan retak berat,sementara plafon gedung berlobang akibat atap bocor ,padahal gedung tersebut baru dua bulan di tempati sebagai kantor BPKAD Aceh Utara.
Informasi dihimpun Tim Liputan Paparazzi.com, Pembangunan gedung tersebut dilakukan semasa Bupati Aceh Utara,H.Muhammad Thaib di tahun 2022. Bahkan rekanan atau kontraktor pelaksana kantor tersebut juga disebut-sebut adik Bupati sendiri.
“Dari pertama tender proyek tersebut sudah bermasalah.Proyek itu tidak dilakukan tender bebas,tapi tender terbatas ,ujar seorang kontraktor terkenal di Lhoksukon kepada Wartawan .
Gedung kantor berlantai dua terletak diatas tanah Ex-aset Exxon Mobil (Pertamina-Red) itu persis di samping gedung kantor pusat pemerintahan Bupati Aceh Utara dibawah satuan kerja Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) dengan anggaran Rp.15.256.900.000.-dengan kontraktor pelaksana PT.Gampong Raya Engeneering.
Proyek gedung tersebut diduga pengerjaannya terkesan amburadul alias asal-asalan. Pasalnya ada beberapa titik gedung sudah mengalami keretakan berukuran lebar,pondasi gedung patah,balok atas patah,sedangkan pelafon sudah lapuk kena air hujan karena atap bocor.
Diduga dalam pelaksanaan proyek tersebut menggunakan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan termasuk penggunaan campuran material, penggunaan besi yang seharusnya menggunakan ukuran yang sudah ditentukan, hal ini terindikasi karena lemahnya pengawasan atas proyek tersebut khususnya Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim).
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Proyek Pembangunan gedung BPKAD Aceh Utara,TM Faisal dihubungi Wartawan pekan lalu mengakui beberapa sisi gedung tersebut kondisinya rusak.”Memang ya bang ada kerusakan di beberapa sisi,namun jangan beritakan dulu nanti saya jelaskan rinciannya,sebut TM Faisal seraya menutup komunikasi dengan Wartawan.
PLT Kepala BPKAD Aceh Utara,Nazar Hidayat,MA yang ditanya Wartawan tentang kondisi gedung yang ditempatinya saat ini dalam keadaan rusak engan berkomentar.
Namun Nazar mengakui bahwa pihaknya sudah lebih kurang 1,5 bulan menempati gedung tersebut dengan kondisi apa adanya.Bahkan Nazar menyatakan walau sudah di tempati,gedung tersebut belum ada serah terima antara dirinya sebagai penerima manfaat dengan Dinas Perkim.
Sementara tokoh masyarakat Aceh Utara meminta Atensi APH untuk menyelidiki kasus retaknya gedung BPKAD yang baru dibangun dengan menggunakan 15,2 M lebih uang rakyat.
(Tri Nugroho)

Baca Juga :  Menteri Pertanian RI Berikan Apresiasi Kepada Dandim Saat Kunjungan Kerja Di Aceh Utara

Berita Terkait

SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup
Jadup Dipalak: Bantuan Bencana Berubah Jadi “Upeti” di Baktiya
Hardiknas Tanpa Basa-basi: Dua Sekolah di Geureudong Pase Tinggalkan Seremoni Kosong, Pilih Makna

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 00:24 WIB

Kepala Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa Sampaikan Ucapan Idul Adha 1447 H

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:44 WIB

‎Peduli Kesehatan Masyarakat, Kodim 1607/Sumbawa Gelar Bakti Kesehatan Gratis

Selasa, 26 Mei 2026 - 04:37 WIB

Wujud Syukur dan Kebersamaan, Kodim 1607/Sumbawa Gelar Doa Bersama HUT Kodam IX/Udayana ke-69

Senin, 25 Mei 2026 - 18:10 WIB

‎Jaga Ketertiban dan Kelestarian Lingkungan, Babinsa Dampingi Verifikasi Kayu Jati

Senin, 25 Mei 2026 - 18:03 WIB

Dandim 1607/Sumbawa Terima Penyerahan Hewan Kurban dari PT AMNT

Senin, 25 Mei 2026 - 12:22 WIB

Ini Tanggapan Ketua Komisi II dan III DPRD Sumbawa Terkait Aksi Demonstrasi Aliansi LSM Menggugat PT Intam

Senin, 25 Mei 2026 - 12:04 WIB

Aliansi LSM Menggugat Kepung PT Intam dan DPRD Sumbawa, Ancam Blokade Jalan Jika Tuntutan Tak Digubris

Senin, 25 Mei 2026 - 11:41 WIB

‎Dandim 1607/Sumbawa Tekankan Soliditas Saat Hadiri Lepas Sambut Danyonif TP 835/SYB

Berita Terbaru