Aceh Utara|Oposisi News 86 – Nuansa pendidikan berbasis nilai keislaman semakin terasa di SMP Negeri 1 Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara. Sekolah itu kini menerapkan pemisahan ruang belajar bagi siswa laki-laki dan perempuan.
Pantauan media, Sabtu (19/9/2026), memperlihatkan peserta didik menempati ruang kelas berbeda berdasarkan jenis kelamin. Kendati pola pembelajaran tersebut diterapkan secara terpisah, aktivitas akademik berlangsung tertib dan para siswa tetap mengikuti pelajaran dengan antusias.
Kepala SMP Negeri 1 Matangkuli, Dr. M. Ali, S.Pd., M.Pd., mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Aceh Utara melalui Surat Himbauan Nomor 400.3.5/1010/2026.
Penerapannya juga sejalan dengan arahan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemisahan ini bukan hanya menyangkut penataan ruang kelas, tetapi bagian dari ikhtiar memperkuat karakter dan etika peserta didik,” ujar M. Ali saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurut dia, lingkungan pendidikan perlu dibangun tidak hanya untuk mengejar prestasi akademik, tetapi juga menanamkan kedisiplinan, menjaga etika pergaulan, serta memperkokoh nilai akidah dan akhlak.
Ia berharap pengaturan tersebut dapat menciptakan suasana belajar yang lebih fokus, tertib, dan kondusif. Sekolah, kata dia, memiliki tanggung jawab menyiapkan generasi yang mampu mengimbangi kecakapan intelektual dengan kematangan karakter.
“Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu akademik sekaligus kuat dalam akhlak,” katanya.
Namun, pembentukan karakter tidak berhenti di lingkungan sekolah. M. Ali menilai keluarga memiliki peran strategis dalam memastikan nilai-nilai yang ditanamkan kepada anak terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, ia mengajak orang tua memperkuat pendampingan dan komunikasi dengan anak sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam membangun generasi Aceh yang berilmu, berdisiplin, dan berakhlak.
“Sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter anak,” pungkasnya. (SR)




































