Genset PLN Beroperasi Malam Hari di Permukiman, Warga Terganggu Suara Bising; PLN Akui untuk Atasi Defisit Daya

REDAKSI

- Redaksi

Rabu, 9 September 2026 - 21:34 WIB

50156 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Genset milik PLN Ranting Blangkejeren

Gayo Lues|Oposisi News 86 — Suara mesin genset yang beroperasi pada malam hari di tengah kawasan permukiman warga di Gayo Lues memunculkan persoalan baru, Rabu (09/09/2026).

Warga mengaku terganggu oleh suara mesin yang disebut beroperasi pada waktu beban puncak, terutama malam hari, sementara keberadaan genset tersebut sebelumnya tidak banyak diketahui masyarakat untuk keperluan apa.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluhan itu mengemuka setelah mesin pembangkit milik PT PLN (Persero) ditempatkan di sekitar permukiman warga dan disebut telah beroperasi hampir satu bulan. Suara mesin yang cukup keras dirasakan mengganggu kenyamanan warga, bahkan dikhawatirkan mengganggu waktu istirahat pada malam hari.

Persoalan ini bukan semata soal suara mesin. Di balik genset yang menyala pada malam hari terdapat persoalan yang lebih besar: pasokan listrik di wilayah tersebut ternyata masih menghadapi defisit daya sehingga PLN harus mengoperasikan pembangkit tambahan untuk menjaga sistem kelistrikan tetap berjalan.

Manager PLN, Isnan Ananda, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa genset tersebut merupakan milik PLN dan memang dioperasikan pada saat beban puncak pagi serta malam hari.

“Genset itu milik PLN pak, genset itu dioperasikan saat beban puncak pagi dan malam untuk mengurangi defisit daya yang selama ini masih terjadi,” kata Isnan.

Menurut dia, lokasi genset dipilih karena berada bersebelahan dengan gardu. Pengoperasian genset, kata Isnan, akan terus dilakukan selama kondisi sistem kelistrikan masih mengalami defisit daya.

Penjelasan tersebut sekaligus membuka fakta penting yang patut diketahui publik:
Ketergantungan terhadap pembangkit tambahan bukan sekadar persoalan teknis sesaat, melainkan berkaitan dengan kondisi pasokan listrik yang belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan pada jam-jam beban puncak.

Namun, di sisi lain, solusi teknis untuk menjaga pasokan listrik tidak seharusnya mengabaikan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pembangkit.
Warga tentu membutuhkan listrik yang menyala.

Baca Juga :  Dari Pedalaman Aceh Utara, Gampong Darussalam Menjawab Krisis Moral dengan Pengajian

Tetapi warga juga berhak mendapatkan lingkungan tempat tinggal yang tidak terganggu oleh kebisingan mesin secara terus-menerus. Dua kepentingan tersebut semestinya dapat berjalan bersamaan.

Ketika genset ditempatkan dekat dengan permukiman, pertanyaan yang wajar muncul adalah sejauh mana aspek kenyamanan warga telah diperhitungkan.

Apakah sudah ada kajian mengenai dampak kebisingan?

Apakah tersedia langkah teknis untuk meredam suara mesin?

Dan apakah ada rencana jangka panjang agar genset tidak terus menjadi tumpuan ketika beban listrik meningkat?

Pertanyaan tersebut menjadi semakin relevan karena PLN sendiri mengakui bahwa genset akan terus digunakan selama defisit daya masih terjadi.

Isnan mengatakan pihaknya sejauh ini belum menerima keluhan secara langsung dari warga mengenai suara genset. Namun, ia mengakui bahwa suara mesin memang demikian adanya.

“Belum ada saya terima keluhan dari warga. Suaranya memang seperti itu,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Isnan menyampaikan permohonan maaf apabila suara mesin tersebut mengganggu masyarakat sekitar.

“Kami mohon maaf kalau suaranya agak mengganggu warga sekitar,” kata dia.

Pernyataan tersebut patut diapresiasi sebagai bentuk keterbukaan PLN terhadap persoalan yang muncul. Namun permintaan maaf tentu bukan akhir dari persoalan.

Yang dibutuhkan masyarakat adalah solusi nyata.

Jika genset harus tetap beroperasi untuk menjaga pasokan listrik, maka PLN semestinya tidak berhenti pada penjelasan bahwa suara mesin memang seperti itu.

Teknologi peredam suara, pengaturan jam operasional sejauh dimungkinkan, penataan lokasi, hingga komunikasi terbuka dengan warga sekitar merupakan beberapa hal yang layak dipertimbangkan.

Sebab, masyarakat tidak berada pada posisi untuk memilih antara listrik menyala atau tidur dengan tenang. Mereka membutuhkan keduanya.

Di tengah kebutuhan listrik yang terus meningkat, kondisi defisit daya juga menjadi sinyal bahwa penguatan sistem kelistrikan perlu mendapat perhatian serius. Genset dapat menjadi solusi sementara untuk menutup kekurangan pasokan, tetapi tidak ideal jika keberadaannya menjadi jawaban berulang setiap kali beban puncak terjadi.

Baca Juga :  Kadis Kominfo Gayo Lues Ajak Insan Pers Perkuat Kemitraan dan Bangun Komunikasi Terbuka

Pemerintah dan PLN perlu melihat persoalan ini dari dua sisi sekaligus. Pertama, memastikan masyarakat memperoleh pasokan listrik yang andal. Kedua, memastikan upaya menjaga pasokan tersebut tidak menimbulkan gangguan baru bagi warga yang tinggal di sekitar fasilitas kelistrikan.

Kritik publik dalam persoalan ini bukan berarti menolak keberadaan genset atau mempertanyakan kebutuhan PLN menjaga sistem kelistrikan. Justru sebaliknya, kritik diperlukan agar solusi teknis yang diterapkan tidak mengorbankan kenyamanan masyarakat.

Publik juga berhak mengetahui sampai kapan kondisi defisit daya tersebut diperkirakan berlangsung dan langkah apa yang disiapkan PLN untuk mengatasinya secara permanen.

Sebab, jika genset hanya dihidupkan ketika beban puncak datang, persoalannya bukan hanya tentang suara mesin yang terdengar di malam hari. Persoalannya adalah seberapa siap infrastruktur kelistrikan menghadapi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Listrik merupakan kebutuhan dasar. Ketika pasokan terganggu, aktivitas rumah tangga, usaha, pelayanan publik hingga perekonomian masyarakat ikut terdampak. Karena itu, keandalan sistem kelistrikan semestinya menjadi prioritas, bukan sekadar mengandalkan solusi darurat ketika kapasitas mulai tertekan.

Pada saat yang sama, masyarakat sekitar lokasi genset tidak boleh hanya diposisikan sebagai pihak yang harus menerima keadaan.

Jika genset memang harus tetap beroperasi, PLN perlu memastikan gangguan terhadap lingkungan sekitar dapat ditekan semaksimal mungkin.

Transparansi mengenai fungsi genset, pola operasional, kondisi defisit daya serta rencana penyelesaian jangka panjang juga penting agar tidak muncul kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Persoalan ini akhirnya kembali pada satu hal sederhana: masyarakat membutuhkan listrik yang andal, tetapi mereka juga membutuhkan hak untuk beristirahat dengan nyaman di rumah sendiri.

Solusi kelistrikan tidak seharusnya berhenti pada mesin yang menyala. Tantangan sebenarnya adalah memastikan mesin tersebut bekerja tanpa membuat masyarakat di sekitarnya merasa menjadi pihak yang harus menanggung konsekuensinya. [Mus]

Berita Terkait

Dua Pria Diamankan di Kampung Jawa Gayo Lues, Polisi Sita 1,65 Gram Sabu
Sabu Diduga Beredar di Lingkungan Warga, Polisi Amankan Pria 28 Tahun: Perang Narkotika Jangan Berhenti pada Penangkapan
Innalillahi, wa inna ilaihi raji’un, Jamaluddin Alias Plin Berpulang ke Rahmatullah
Delapan Abad Samudera Pasai, Al-Qur’an Menggema di Arena Piasan Pase
Sapi Berkeliaran Masuk Kota Blangkejeren, Penertiban Dipertanyakan
Madu Kelulud Jadi Etalase Potensi Geureudong Pase di Milad 800 Aceh Utara
Delapan Abad Pasai, Zikir Menggema dan Pesan Kebangkitan Menguat
Kepala SD Negeri 1 Lae Pemualan Disorot, Kehadiran Pimpinan, Kondisi MCK dan Transparansi Dana BOS Dipertanyakan

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:27 WIB

‎Perkuat Kehadiran di Wilayah Binaan, Babinsa Jorok Dampingi Bantuan Pangan ‎

Rabu, 16 September 2026 - 08:19 WIB

Dari Lunyuk Ode, Semangat Qur’ani Tumbuhkan Generasi Berintegritas dan Berakhlak Mulia

Selasa, 15 September 2026 - 20:16 WIB

‎Jelang Musim Tanam, Babinsa Kakiang Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:05 WIB

Mencegah Sebelum Menjadi Bencana, Koramil 1607-07/Lunyuk Edukasi Warga tentang Risiko Kebakaran

Selasa, 15 September 2026 - 20:00 WIB

‎Babinsa Labuhan Ijuk Hadir di Tengah Musdes, Dukung Pembangunan Desa Berbasis Kebutuhan Masyarakat ‎

Selasa, 15 September 2026 - 19:55 WIB

Dari Kebijakan ke Masyarakat, Babinsa Kalimango Kawal 577 KK Terima Bantuan Beras

Selasa, 15 September 2026 - 19:42 WIB

Beras untuk Ketahanan Keluarga, Babinsa Baru Perkuat Sinergi dalam Penyaluran Bantuan Pangan Bapanas

Selasa, 15 September 2026 - 19:35 WIB

Danposramil Lape-Lopok Hadiri Penutupan Turnamen Kades Cup II Desa Pungkit

Berita Terbaru