Delapan Abad Aceh Utara: Piasan 2026 Membuka Kembali Jejak Samudera Pasai

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Kamis, 3 September 2026 - 19:48 WIB

50137 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara|Oposisi News 86 — Delapan abad bukan sekadar rentang waktu. Bagi Aceh Utara, angka itu menjadi pintu untuk menengok kembali jejak peradaban yang pernah tumbuh di tanah Pase.

Semangat tersebut akan dihadirkan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Piasan Pase 2026, rangkaian peringatan Hari Lahir ke-800 Aceh Utara yang digelar 7–13 September 2026. Lapangan Upacara Kantor Bupati Aceh Utara, menjadi pusat sejumlah kegiatan.

Peringatan diawali pada 6 September dengan ziarah ke kompleks makam Sultan Malik Al-Shaleh dan Ratu Nahrasyiah di Kecamatan Samudera. Pembacaan Al-Qur’an, Samadiyah dan tahlil turut mengiringi prosesi tersebut. Pada hari yang sama, DPRK Aceh Utara dijadwalkan menggelar Rapat Paripurna Istimewa.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., atau Ayah Wa, menempatkan usia delapan abad sebagai penanda perjalanan panjang sebuah kawasan yang memiliki arti penting dalam lintasan sejarah.

“Delapan ratus tahun bukan sekadar angka. Akan tetapi, perjalanan panjang sebuah peradaban yang meninggalkan jejak penting dalam sejarah Aceh, Nusantara, bahkan dunia.”

Dari Makam Leluhur hingga Panggung Budaya

Memasuki 7 September, agenda utama Harlah ke-800 digelar melalui upacara puncak, pembukaan expo dan pertunjukan kolosal yang melibatkan 800 penampil Rapa’i Pase. Menteri Kebudayaan RI beserta rombongan dari Jakarta juga dijadwalkan hadir.
Sehari berikutnya, 27 kecamatan akan mengambil bagian dalam Festival dan Lomba Kuliner Kenduri Kuah Kari Pase. Ragam kegiatan lain, seperti seminar, lomba peradilan adat dan agenda Museum Pase, turut mengisi perayaan.

Baca Juga :  25 Pelajar Dikukuhkan Jadi Paskibraka Gayo Lues, Amanah Merah Putih Menanti

Kuliner tradisional ditempatkan bukan sekadar sebagai sajian, melainkan bagian dari identitas yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Pada 9 September, perhatian beralih ke sektor pertanian dan mitigasi bencana. Expo inovasi pertanian, olahraga tradisional serta drama sejarah Sultan Malik Al-Shaleh menjadi bagian dari pergelaran.

Ketika Tradisi Bertemu Kepedulian

Ruang keagamaan mengemuka pada 10 September melalui lomba baca kitab kuning, Fahmil dan Syarhil Qur’an. Pemerintah daerah juga menjadwalkan santunan bagi 800 anak yatim serta Malam Dzikir Akbar dan Shalawat.

Sehari kemudian, semangat kebersamaan diterjemahkan melalui gotong royong, donor darah dan penanaman 800 pohon. Fashion show busana adat bermotif Pase serta Grand Final Duta Wisata melengkapi agenda.

Pada 12 September, warga diajak menikmati jalan santai, sepeda santai dan permainan tradisional sebelum dilanjutkan dengan Kenduri Rakyat dan panggung seni.
Perayaan ditutup pada 13 September dengan pasar murah pangan, pertunjukan kolosal, pengumuman para pemenang lomba serta seremoni penutupan.

Baca Juga :  DPMK Gayo Lues Tekankan Bahaya Narkoba kepada Pelajar, Perlindungan Generasi Muda Dimulai dari Lingkungan Terdekat

Mengembalikan Sejarah ke Ruang Publik

Piasan Pase 2026 membawa satu benang merah: Samudera Pasai. Kerajaan Islam yang pernah berkembang di kawasan tersebut menjadi pijakan untuk mengenalkan kembali sejarah, adat dan kebudayaan Pase kepada masyarakat luas.

Warisan itu, menurut pemerintah daerah, tidak semestinya berhenti sebagai kisah dari masa lampau. Ia perlu terus dibaca, dirawat dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya.
Karena itu, Piasan Pase dirancang melampaui perayaan seremonial. Expo, UMKM, festival kuliner serta pertunjukan seni memberi kesempatan kepada pelaku lokal untuk menampilkan karya dan potensi daerah.

Manfaat ekonomi yang diharapkan dari geliat tersebut tentu masih harus dibuktikan setelah seluruh rangkaian selesai. Yang telah disiapkan baru ruangnya; hasil akhirnya bergantung pada sejauh mana momentum itu mampu menggerakkan masyarakat dan pelaku usaha.

Pada akhirnya, Harlah ke-800 Aceh Utara menjadi kesempatan untuk mempertemukan warisan sejarah dengan kehidupan hari ini.
Piasan Pase 2026 tidak hanya mengajak masyarakat merayakan usia sebuah daerah, tetapi juga mengingat kembali peradaban yang pernah menjadikan Pase bagian penting dari sejarah Aceh, Nusantara, bahkan dunia. (SR)

Berita Terkait

Panen Perdana Jagung Yonif TP 855/Raksa Dharma, BNNK Gayo Lues Dorong Petani Beralih ke Komoditas Legal
Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi Terungkap di Raklunung, Polisi Telusuri Asal Solar dan Pertalite
Razia Dini Hari di Blangkejeren, Dua Pria Diduga Main Judi Online Diamankan Polisi
Ibnu Hafit Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Narkoba, Pemda Gayo Lues Perlu Perkuat Perlindungan Anak Sejak Dini
Razia Bergeser dari Perempatan Blower ke Blangkejeren, Polres Gayo Lues Tingkatkan Penertiban Lalu Lintas
Plt. Sekda Gayo Lues H. Irwansyah Tekankan Peran Relawan Anti Narkotika, Pencegahan Harus Diperkuat hingga Tingkat Desa
BNNK Gayo Lues Perkuat Peran Relawan Anti Narkoba, Pemerintah Desa Didorong Aktif Lindungi Generasi Muda
Dua Paket Diduga Sabu Seberat 0,18 Gram Diamankan Polisi di Blangjerango, Satu Pria Diperiksa

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru