Di Balik Silaturahmi BNNK dan Lapas Blangkejeren, Ada Pekerjaan Besar yang Menunggu

REDAKSI

- Redaksi

Selasa, 1 September 2026 - 14:04 WIB

50111 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues|Oposisi News 86 – Dua institusi bertemu di tengah persoalan yang sama-sama membutuhkan kewaspadaan: narkotika. Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gayo Lues, Fauzul Iman, S.T., M.Si., mendatangi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Blangkejeren pada Selasa, 1 September 2026.

Ia menemui kepala lapas yang baru dilantik, Tri Wibawa Kristiyana, A.Md.IP., S.H., M.H.
Agenda itu disebut sebagai silaturahmi. Tetapi di balik istilah tersebut terdapat kebutuhan yang jauh lebih serius: memastikan komunikasi antara lembaga yang menangani pencegahan dan pemberantasan narkotika dengan institusi yang bertanggung jawab terhadap pembinaan warga binaan tidak berjalan terpisah.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertemuan berlangsung di ruang kerja Kalapas. Kedua pihak bertukar pandangan mengenai koordinasi dan komunikasi berkesinambungan, terutama menyangkut penyalahgunaan dan peredaran narkotika serta pembinaan warga binaan.

Fauzul Iman mengatakan hubungan baik menjadi fondasi untuk membangun kerja sama. Ia berharap komunikasi yang terjalin dapat membuat koordinasi di lapangan lebih mudah dan efektif.

Baca Juga :  Jumat Curhat Polres Gayo Lues Serap Keluhan Warga, Narkoba dan Judi Online Jadi Perhatian

Tri Wibawa juga membuka ruang komunikasi dengan BNNK Gayo Lues dan instansi lainnya. Ia menyebut persoalan narkotika sebagai tantangan bersama yang membutuhkan sinergi berbagai pihak.
Di sinilah pekerjaan sebenarnya dimulai.

Pemberantasan narkotika tidak pernah selesai hanya karena dua pejabat bertemu. Tantangannya adalah mengubah koordinasi menjadi sistem kerja yang konsisten. Pencegahan harus berjalan, pembinaan harus diperkuat, dan komunikasi antarlembaga harus mampu menjawab persoalan ketika muncul di lapangan.
Tanpa itu, istilah sinergi mudah kehilangan makna.

Masyarakat tentu tidak dapat menilai keberhasilan sebuah pertemuan hanya dari suasana akrab atau foto bersama. Ukuran yang lebih penting adalah dampaknya terhadap keamanan dan ketahanan sosial masyarakat.

Narkotika memiliki dampak berantai. Ketika penyalahgunaan terjadi, persoalannya tidak berhenti pada individu. Keluarga, lingkungan sosial dan masa depan generasi muda ikut dipertaruhkan.

Karena itu, setiap koordinasi antarlembaga semestinya menghasilkan agenda yang jelas. Siapa melakukan apa, bagaimana komunikasi berlangsung, dan bagaimana hasilnya dievaluasi menjadi pertanyaan penting dalam memastikan komitmen tidak berhenti sebagai seremoni.

Baca Juga :  Hari Bhayangkara ke-80, Polres Gayo Lues Libatkan Masyarakat dan UMKM dalam Olahraga Bersama

Tidak ada pernyataan dalam pertemuan tersebut yang menunjukkan adanya persoalan khusus di Lapas Blangkejeren. Karena itu, tidak tepat pula menjadikan kunjungan tersebut sebagai dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran atau masalah tertentu.

Yang terlihat jelas adalah kebutuhan untuk memperkuat koordinasi.
Kunjungan itu kemudian ditutup dengan foto bersama. Bagi kedua lembaga, pertemuan tersebut menjadi simbol awal membangun kemitraan yang lebih erat.

Namun masyarakat mempunyai kepentingan yang lebih besar daripada sekadar simbol.
Mereka membutuhkan lingkungan yang aman, keluarga yang terlindungi dan generasi muda yang tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

Karena itu, pertemuan 1 September tersebut seharusnya menjadi titik awal pekerjaan panjang. BNNK dan Lapas Blangkejeren kini memiliki ruang untuk membuktikan bahwa sinergi bukan sekadar bahasa birokrasi.
Sebab narkotika tidak pernah menunggu rapat berikutnya. []

Berita Terkait

Berawal dari Informasi Warga, Satresnarkoba Polres Gayo Lues Ungkap Dugaan Kepemilikan Sabu di Durin
PWI Aceh Diuji: Anggota Barsela Tagih Perubahan, Bukan Sekadar Janji
HUT ke-62 Golkar di Aceh Utara, dari Ziarah Makam Sultan hingga Santunan Anak Yatim: Merawat Kedekatan dengan Rakyat
Donor Darah Warnai HUT ke-75 Humas Polri, Polres Gayo Lues Perkuat Kepedulian Kemanusiaan
Anggaran Puluhan Miliar di RSUD M Sani Karimun Jadi Sorotan, Publik Menanti Penjelasan Realisasi Kegiatan 2026
Bantah Isu Kolusi, Kepsek TK Negeri Pembina Bangka Jaya: Pemilihan Komite Baru atas Usulan Wali Murid
Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Santriwati di Bawah Umur di Gayo Lues, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Bupati Gayo Lues Tinjau Persiapan Kebun Kopi Rakyat di Ume Lah, Dialog Bersama Warga Bahas Pengembangan Ekonomi Petani

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Hari Santri, Plt Bupati Tulungagung Janji Naikkan Insentif Guru Madin Jadi Rp 500 Ribu

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Kunjungan Kerja Ibu Plt Ketua Tim Penggerak PKK Tulungagung Di Desa Ngujang.

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Rotasi 21 Pejabat Eselon II, Plt Bupati Tulungagung Minta Langsung Tancap Gas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Plt. Bupati Ahmad Baharudin Hadiri Jatim Fest 2026 di Surabaya

Senin, 28 September 2026 - 15:15 WIB

Turnamen Shrimp Army Bupati Cup 2026 Resmi Bergulir 32 Team Siap Guncang Gor Rejoagung.

Senin, 21 September 2026 - 21:53 WIB

Progres Proyek Jembatan Gondang Tulungagung-Trenggalek Rp 9,2 M Tahap Pemasangan Bentang

Senin, 21 September 2026 - 21:50 WIB

Gaungkan Jogo Tulungagung dan Satu Desa Satu Program” Plt. Bupati Tulungagung Turun ke Pagerwojo.

Sabtu, 19 September 2026 - 06:19 WIB

Satpol PP Tulungagung Bersama Bea Cukai Gencarkan Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal di Barn Cafe

Berita Terbaru

DAERAH

Hoe Internationale Casinomarkten Nederland Transformeren

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:17 WIB