Gayo Lues| Oposisi News 86 – Bibit bawang putih ditanam serentak di lahan Kelompok Tani Desa Sangir, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan itu mempertemukan pemerintah daerah, TNI-Polri, kelompok tani dan masyarakat dalam satu agenda yang diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengembangkan potensi pertanian daerah.

Kapolres Gayo Lues AKBP Cakra Donya, S.I.K., bersama Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd., M.Si., dan unsur Forkopimda hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Penanaman di Desa Sangir merupakan bagian dari gerakan penanaman bawang putih serentak yang dilaksanakan di 17 provinsi di Indonesia.
Di tingkat nasional, gerakan tersebut dipimpin Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dengan pusat kegiatan berada di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Dari Gayo Lues, rangkaian kegiatan diikuti melalui agenda nasional sebelum dilanjutkan dengan penanaman bersama di lahan kelompok tani.
Kehadiran unsur pemerintah dan aparat keamanan menunjukkan bahwa program ketahanan pangan dipandang membutuhkan dukungan lintas sektor. Bukan hanya persoalan produksi, pengembangan pertanian juga berkaitan dengan pemberdayaan petani dan pemanfaatan lahan secara berkelanjutan.
Selain Bupati dan Kapolres, kegiatan tersebut dihadiri Dandim 0113/Gayo Lues yang diwakili Danramil 03/Bkj Kapten Inf. Adriyanto, S.H., Danyon 855/RK Letkol Inf. Irvan Nugraha Rodin, S.I.P., M.Tr.Mil., Kepala Dinas Pertanian Gayo Lues Mansyuruddin, S.T., Kepala Dinas Pangan dan Perikanan, Ketua Bhayangkari Cabang Gayo Lues Ny. Maula Cakra bersama pengurus Bhayangkari, serta tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat.
Setelah rangkaian kegiatan nasional selesai, para pejabat dan undangan bersama-sama turun ke lahan perkebunan Kelompok Tani Desa Sangir. Mereka melakukan penanaman bibit bawang putih sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan komoditas pertanian di wilayah tersebut.
Kapolres Gayo Lues AKBP Cakra Donya menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendukung program pemerintah yang berkaitan dengan ketahanan pangan. Menurut dia, sektor pertanian memiliki posisi penting dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Cakra menekankan pentingnya kerja bersama antara pemerintah, TNI-Polri, kelompok tani dan masyarakat. Sinergi tersebut dibutuhkan agar program yang dijalankan dapat memberikan manfaat yang lebih nyata dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Ia berharap penanaman bawang putih di Desa Sangir dapat terus dikembangkan sehingga memberikan hasil positif bagi petani dan mendukung peningkatan sektor pertanian di Gayo Lues.
Hal senada disampaikan Bupati Gayo Lues Suhaidi. Ia memberikan apresiasi terhadap gerakan penanaman bawang putih serentak dan melihat kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi pertanian yang dimiliki daerah.
Potensi tersebut, menurut pemerintah daerah, dapat diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka ruang peningkatan perekonomian masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, pengembangan komoditas pertanian diharapkan mampu memberi nilai tambah bagi petani.
Namun, keberhasilan gerakan penanaman tentu tidak hanya ditentukan oleh proses menanam. Perawatan tanaman, produktivitas lahan, pendampingan petani dan keberlanjutan pengelolaan menjadi bagian penting agar program dapat menghasilkan manfaat sebagaimana diharapkan.
Karena itu, keterlibatan kelompok tani menjadi unsur penting dalam kelanjutan program. Pemerintah dan unsur terkait diharapkan dapat menjaga pendampingan serta koordinasi sehingga kegiatan pertanian yang dimulai melalui penanaman serentak tersebut dapat berkembang dalam jangka panjang.
Bagi Gayo Lues, kegiatan di Desa Sangir menjadi momentum untuk memperkuat kembali kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat dalam bidang pertanian. Penanaman bawang putih menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut.
Gerakan ini sekaligus menjadi bagian dari agenda yang lebih besar untuk mendorong kemandirian pangan melalui pemanfaatan potensi daerah. Dari lahan kelompok tani di Desa Sangir, pesan yang dibawa cukup jelas: ketahanan pangan membutuhkan kerja bersama dan keberlanjutan, bukan sekadar kegiatan tanam pada satu hari.
[Redaksi Oposisi News 86]
Sumber: Humas Polres Gayo Lues




































