Bendungan Krueng Keureuto Resmi Beroperasi, Tonggak Baru Ketahanan Pangan Aceh Utara

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:50 WIB

5087 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara|Oposisi News 86 – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Krueng Keureuto di Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (10/7/2026), sebagai bagian dari peresmian serentak lima bendungan strategis nasional. Peresmian dipusatkan di Bendungan Meninting, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan diikuti secara virtual dari sejumlah daerah.

Di Aceh Utara, Bupati H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. menghadiri langsung prosesi peresmian bersama jajaran pemerintah pusat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, para keuchik, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Peresmian tersebut menandai dimulainya pemanfaatan salah satu infrastruktur sumber daya air terbesar di Provinsi Aceh yang diproyeksikan menjadi pengungkit pertumbuhan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain Bendungan Krueng Keureuto, Presiden juga meresmikan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, Bendungan Sidan di Bali, dan Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat. Kelima bendungan itu merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirancang untuk menjawab tantangan penyediaan air, pengendalian banjir, serta peningkatan produktivitas sektor pertanian.

Baca Juga :  PPA Desak Kajati Serius Dalam Mengusut Dugaan Pungli Pema

Bendungan Krueng Keureuto dibangun sejak 2015 dan rampung pada 2024 dengan nilai investasi sekitar Rp2,961 triliun. Infrastruktur tersebut memiliki kapasitas tampung 215,94 juta meter kubik, luas genangan mencapai 896,39 hektare, serta tinggi bendungan 74 meter.

Keberadaan bendungan ini akan mengairi lahan pertanian seluas 14.695 hektare yang meliputi Daerah Irigasi Alue Ubay Kanan, Alue Ubay Kiri, dan Pase Kanan. Dengan dukungan pasokan air yang lebih stabil, produktivitas pertanian diharapkan meningkat sehingga mampu memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.

Selain mendukung irigasi, Bendungan Krueng Keureuto juga akan memasok air baku sebesar 650 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kecamatan Paya Bakong, Tanah Luas, Pirak Timu, Matang Kuli, dan Lhoksukon. Infrastruktur ini juga dirancang memperkuat pengendalian banjir di kawasan hilir yang selama ini kerap terdampak luapan sungai saat musim penghujan.

Baca Juga :  Gayo Lues Catat Prestasi Nasional, LAN Tetapkan Indeks Kualitas Kebijakan 2025 dengan Predikat "Sangat Baik"

Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil menyambut beroperasinya bendungan tersebut sebagai momentum penting bagi percepatan pembangunan daerah. Menurutnya, kehadiran Bendungan Krueng Keureuto bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang yang akan memberi manfaat besar bagi sektor pertanian, ketahanan air, dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap Bendungan Krueng Keureuto mampu menjadi motor penggerak pembangunan Aceh Utara. Dengan ketersediaan air yang memadai, produktivitas pertanian meningkat, risiko banjir dapat ditekan, dan masyarakat memperoleh manfaat nyata dari pembangunan yang telah lama dinantikan,” ujar Bupati.

Beroperasinya Bendungan Krueng Keureuto menjadi tonggak penting pembangunan infrastruktur di Aceh. Tantangan berikutnya adalah memastikan pengelolaan dan pemanfaatannya dilakukan secara optimal sehingga investasi negara bernilai triliunan rupiah tersebut benar-benar menghadirkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat. (SR)

Berita Terkait

Kapolda Aceh Sampaikan Duka atas Gugurnya Anggota POM TNI Saat Bantu Penangkapan Terduga Bandar Narkoba di Bireuen
BPBD Subulussalam Minta Warga Bersabar, Bantuan Rumah Pascabencana Masih Tertahan di Tahap Pertama
852 Motor untuk Imum Gampong Digelontorkan, Keberhasilan Program Kini Dipertaruhkan
MTQ XXXVIII Baktiya Dibuka, 170 Peserta Berebut Tiket Terbaik Menuju Ajang Lebih Tinggi
Pegadaian Syariah dan Serikat Pekerja Bersama Rumah Zakat Gelar Khitanan Massal untuk 16 Anak di Banda Aceh
Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues
Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues
Dua Mantan Petani Ganja Gayo Lues Bersaksi di Hadapan Kepala BNN RI, Program Alih Komoditas Jadi Sorotan Puncak HANI

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:34 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Duka atas Gugurnya Anggota POM TNI Saat Bantu Penangkapan Terduga Bandar Narkoba di Bireuen

Senin, 27 Juli 2026 - 14:42 WIB

BPBD Subulussalam Minta Warga Bersabar, Bantuan Rumah Pascabencana Masih Tertahan di Tahap Pertama

Senin, 27 Juli 2026 - 13:23 WIB

852 Motor untuk Imum Gampong Digelontorkan, Keberhasilan Program Kini Dipertaruhkan

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:57 WIB

Pegadaian Syariah dan Serikat Pekerja Bersama Rumah Zakat Gelar Khitanan Massal untuk 16 Anak di Banda Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:26 WIB

Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:39 WIB

Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:56 WIB

Dua Mantan Petani Ganja Gayo Lues Bersaksi di Hadapan Kepala BNN RI, Program Alih Komoditas Jadi Sorotan Puncak HANI

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:29 WIB

Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara

Berita Terbaru