Aceh Utara|Oposisi News 86 — Menjelang hari raya keagamaan, Pemerintah Gampong Matang Rawa, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada 19 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Selasa (26/5/2025).

Selain itu, pemerintah gampong juga menyerahkan santunan kepada 14 anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama.
Penyaluran bantuan yang bersumber dari Dana Desa tahap pertama tahun 2025 tersebut berlangsung sederhana namun tertib di kediaman Bendahara Gampong, Zainuddin, mewakili Geuchik Matang Rawa, Usman.
Warga penerima tampak hadir secara bergiliran untuk menerima bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga menjelang hari raya.
Dalam program tersebut, masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp600 ribu untuk alokasi tiga bulan, dengan rincian Rp200 ribu per bulan.
Pemerintah gampong menilai bantuan itu menjadi salah satu bentuk perhatian negara terhadap masyarakat kurang mampu di tengah kondisi ekonomi yang masih dirasakan cukup berat oleh sebagian warga desa.
Geuchik Matang Rawa, Usman, mengatakan proses penetapan penerima bantuan dilakukan melalui mekanisme pendataan, verifikasi, serta musyawarah gampong agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pemerintah desa, kata dia, berupaya menjaga transparansi dan kehati-hatian dalam menentukan warga penerima agar tidak menimbulkan persoalan sosial di tengah masyarakat.
Menurut Usman, sebelum bantuan disalurkan, aparatur gampong terlebih dahulu melakukan pengecekan ulang terhadap data warga yang dianggap layak menerima BLT Dana Desa.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan belum memperoleh bantuan serupa dari program lain.
“BLT tahap pertama yang bersumber dari Dana Desa sudah kita salurkan hari ini. Para penerima memang benar-benar layak sesuai aturan yang berlaku. Sebelum bantuan disalurkan, pemerintah gampong terlebih dahulu melakukan pengecekan dan pendataan ulang agar bantuan ini tepat sasaran,” ujar Usman.
Ia menambahkan, ketelitian dalam proses pendataan menjadi hal penting agar program bantuan pemerintah dapat berjalan adil dan diterima baik oleh masyarakat. Pemerintah gampong, lanjut dia, tidak ingin bantuan yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu justru menimbulkan kecemburuan sosial akibat kesalahan dalam penetapan penerima.
Selain menyalurkan BLT Dana Desa, Pemerintah Gampong Matang Rawa juga menyerahkan santunan kepada 14 anak yatim yang berada di desa tersebut.
Santunan itu diberikan sebagai agenda rutin pemerintah gampong yang selama ini terus dipertahankan sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian bersama, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan.
Usman menjelaskan, santunan bagi anak yatim diberikan untuk tiga kali meugang dalam satu tahun. Meski nilai bantuan yang diberikan belum terlalu besar, pemerintah desa berharap santunan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan anak-anak penerima bersama keluarganya.
“Tahun ini santunan untuk anak yatim juga sudah kita salurkan. Ada 14 anak yang menerima, dengan rincian tiga kali meugang dalam satu tahun. Nilainya mungkin belum besar, tetapi kita berharap bisa sedikit membantu kebutuhan mereka,” katanya.
Ia berharap seluruh bantuan yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat penerima, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga menjelang hari raya.
Pemerintah gampong, kata dia, memahami bahwa kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, sehingga kehadiran bantuan sosial diharapkan mampu sedikit meringankan beban warga.
“Pemerintah gampong memahami kondisi ekonomi masyarakat saat ini tidak mudah. Karena itu, kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban warga, meski tidak sepenuhnya mencukupi,” pungkasnya. [Muhadar]








































