Aceh Utara|Oposisi News 86 — Pemerintah Gampong Matang Linya, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa kepada masyarakat yang telah ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat (KPM), Senin (25/5/2026).

Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di meunasah gampong setempat dan turut dibarengi dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial pemerintah desa terhadap warga yang membutuhkan perhatian khusus.
Sebanyak 33 keluarga penerima manfaat menerima BLT Dana Desa tahap pertama tahun 2026.
Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp200 ribu per bulan yang dicairkan sekaligus untuk tiga bulan, sehingga total bantuan yang diterima mencapai Rp600 ribu per keluarga. Selain itu, pemerintah gampong juga menyerahkan santunan kepada lima anak yatim dengan nominal Rp450 ribu per anak untuk bantuan selama satu tahun.
Penyaluran bantuan dilakukan oleh Bendahara Gampong Matang Linya, Nurhasanah, mewakili Geuchik setempat, didampingi para kepala dusun dan perangkat desa lainnya. Kegiatan berlangsung tertib dengan dihadiri masyarakat penerima manfaat yang sebelumnya telah terdata melalui proses verifikasi dan musyawarah gampong.
Geuchik Gampong Matang Linya, Syarkawi, mengatakan bahwa penetapan penerima bantuan dilakukan secara selektif agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang dinilai layak dan membutuhkan.
Menurutnya, pemerintah gampong bersama kepala dusun serta tuha peut telah melakukan pendataan dan pengecekan langsung terhadap kondisi ekonomi warga sebelum daftar penerima ditetapkan.
Ia menjelaskan, sebagian masyarakat yang tidak masuk dalam daftar penerima BLT Dana Desa diketahui telah menerima bantuan sosial lainnya dari pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Karena itu, pemerintah gampong menyesuaikan penyaluran bantuan agar tidak terjadi tumpang tindih penerima serta tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam pengelolaan Dana Desa.
“Penyaluran BLT tahap pertama yang bersumber dari Dana Desa telah kami laksanakan hari ini. Para penerima memang telah melalui proses verifikasi dan dinilai layak menerima bantuan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Syarkawi.
Ia menambahkan, pemerintah gampong berupaya menjaga prinsip keadilan dan transparansi dalam setiap program bantuan sosial yang disalurkan kepada masyarakat. Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat pasca kenaikan kebutuhan pokok masih menjadi perhatian bersama, sehingga bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga.
Selain bantuan tunai kepada keluarga penerima manfaat, santunan bagi anak yatim juga menjadi bagian dari program sosial desa yang rutin dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Pemerintah gampong berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan maupun kebutuhan sehari-hari menjelang Hari Raya Idul Adha.
“Meski nilainya tidak besar, kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat dan anak-anak yatim di desa kami. Pemerintah gampong akan terus berupaya menjalankan program-program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga,” kata Syarkawi.
Warga penerima bantuan menyambut baik penyaluran BLT Dana Desa tersebut. Mereka mengaku bantuan yang diterima sangat membantu di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Sejumlah warga juga berharap program bantuan sosial dari pemerintah tetap berlanjut dan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Penyaluran BLT Dana Desa sendiri merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam mendukung ketahanan ekonomi masyarakat desa melalui penggunaan Dana Desa yang diarahkan untuk perlindungan sosial, penanganan kemiskinan ekstrem, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. [Muhadar]








































